IB, Cilegon – Petugas Tim Search and Rescue (SAR) Dirpolair Polda Banten menemukan korban kecelakaan laut di perairan Suralaya, Merak. Diduga, mayat yang ditemukan sudah mengapung tersebut merupakan korban kecelakaan laut di sekitar perairan Tanjung Pujut, Puloampel, Kabupatan Serang dan diduga merupakan seorang nelayan.
Diketahui, identitas mayat tersebut bernama Asrul Arifin (26 tahun) warga Lingkungan Baru, RT 002, RW 004, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Saat ini korban telah dievakuasi di RSUD dr Drajat Prawiranegara Serang.
Informasi mengenai adanya mayat terapung pertama kali didapatkan dari pilot kepanduan Kapal Gunung Cipala milik PT PCM pada Rabu, 1 Februari 2017 sekitar Pukul 10.10 WIB. Mendapat laporan adanya mayat terapung di perairan Merak, Tim SAR yang dipimpin langsung Kepala Tim Iptu Asep Saefuloh menggunakan Kapal Patroli Polair Banten langsung mengevakuasi mayat tersebut, saat ini korban di bawa ke RSUD Serang untuk dilakukan visum et revertum.
Kepala Seksi (Kasi) Sar Binmasair Kompol Syamsul Bahri membenarkan penemuan mayat di perairan Tanjung Pujut Merak tersebut.
“Ya kami telah mengevakusi seorang korban laka laut berjenis kelamin laki – laki yang diduga atas nama Asrul Arifin (26) warga Link Baru, RT 02 RW 04 Kelurahan Tamansari Kecamatan Pulomerak, Cilegon. Posisi saat ditemukan, mayat terapung di perairan Suralaya dengan titik koordinat : 05’53.306S//106’01.152E Tanjung Pujut, Merak,” ujarnya kepada wartawan pada Kamis, 2 Februari 2017.