IBC, Pandeglang - Sudah hampir dua bulan proyek jalan Sumur Taman Jaya selesai dilelangkan. Tetapi konon katanya jalan menuju kawasan Taman Nasional Ujung Kulan (TNUK) itu belum dikerjakan. Padahal warga Kecamatan Sumber kerap mengeluhkan buruknya akses jalan ke tempat mereka tinggal.
Bahkan sebelumnya, beberapa waktu lalu sempat muncul petisi dari warga agar Bupati Pandeglang membangun jalan dari Kecamatan Cimanggu sampai Sumur sebagai akses kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
Dilansir dari laman http://lpse.pandeglangkab.go.
Ketua Lembaga Independen Pemantau Pembangunan (LIPP) Kabupaten Pandeglang Herman, mendesak pemkab Pandeglang untuk segera menegur pemborong Jalan Sumur-Taman Jaya, sebab setelah proses lelang selesai namun belum dikerjakan.
"Pengumuman lelang sudah selesai dari bulan bulan kemarin. Tapi saya lihat tidak ada pekerja dilapangan,"terang Herman kepada IBC, Kamis 2-Oktober-2017.
Jika dibiarkan begitu saja, tanpa ada tindakan tegas dari Pemkab Pandeglang dengan waktu yang tersisa. Maka pekerjaan tersebut dipastikan tidak selesai dikerjakan di tahun 2017. Ditambah lagi akan menghadapi musim hujan.
"Ketika dibangun musim hujan, lalu dikhawatirkan makrak kemudian pekerjaan dilakukan asal-asalan. Kalau bisa putus kontrak kalau tidak mampu mengerjakan,"pintanya.
Sementara menurut Kepala UPT VII Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (DPUPR) Pandeglang Zaenal Huri mengungkapalkan, pekerjaan proyek jalan akses TNUK baru dikerjakan dan progres pekerjaanya pun lambat." Baru di mulai. Iya, (progres pembangunannya) lamban betul,"singkat Zaenal