Kamis, 21 Januari 2021

Mobil Ambulan Tak Boleh Dipakai, Warga Datangi Puskesmas Jawilan

(Foto: Ahyaruddin Ayonk/lnilahBanten)
Senin, 02 Apr 2018 | 23:00 WIB - Serang Peristiwa

lBC, Serang - Belasan warga Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jawilan pada Senin, 2 April 2018. Kedatangan mereka melakukan audensi menyikapi buruknya pelayanan.

Berawal, dari kejadian lakalantas pengendara roda dua di Jalan Cikande-Rangkasbitung tepatnya di KM 8 Desa Majasari, Kecamatan Jawilan pada Jum'at, 30 Maret 2018 pukul 21.00 WIB antara motor Honda Beat bernomor polisi A 3491 GC bernama Idris warga Kampung Ciawet Lebak, Desa Majasari, Kecamatan Jawilan saat ini sedang di rawat di RSUD Serang. Sedangkan Nunung pengendara motor Vario bernomor polisi B 6821 GVZ warga Kampung Bareno, Desa Cibadak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak meninggal dunia di RSU Adjidarmo Lebak.

Pada saat lakalantas tersebut, dua pengendara motor ini di larikan ke Puskesmas Jawilan oleh warga menggunakan mobil bak terbuka yang saat itu tengah melintas. Setibanya di Puskesmas Jawilan karena luka parah korban saran dokter jaga agar di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Serang.

Ironisnya, ketika keluarga korban mau menggunakan mobil ambulan tidak diperbolehkan dengan alasan tidak jelas. Maka, keluarga korban pun mencari alternatif lain menggunakan kendaraan pribadi dengan alat infus masih terpasang tanpa di dampingi oleh perawat.

Kemudian, korban Nunung pun dilarikan ke Rumah Sakit Adjidarmo Rangkasbitung. Karena lambannya penanganan pertama Nunung pun meninggal saat tiba di Rumah Sakit Adjidarmo. Sedangkan korban lainnya, Idris dilarikan ke RSUD dr Drajat Prawiranegara Serang.

“Saya mengecam atas kejadian lambannya penanganan medis Puskesmas Jawilan. Terlebih pihak Puskesmas melarang mobil ambulan diunakan untuk membawa korban di rujuk ke RS,” ucap Tokoh Pemuda Kecamatan Jawilan, Ucang.

Akibat tidak diperbolehkan mengunakn mobil ambulan, Ucang menuding salah satu penyebab korban tidak tertolong. Seharusnya, kata dia, kalau ada rujukan mesti ada pendamping dari perawat puskesmas agar pasien tertolong. “Harapan kami pihak puskesmas  tingkatkan pelayanan agar warga Jawilan mendapatkan pelayanan yang maksimal,"pinta Ucang.

Ketua RT di Desa Jawilan, Mulyadi menambahkan, bahwa audensi yang dilakukan saat ini merupakan kali kedua yang sebelumnya dilaksanakan pada Sabtu, 31 maret 2018. “Sudah audensi, namun warga belum puas dengan alasan pihak puskesmas. Maka hari ini kami datangi lagi,"ungkap Mulyadi.

Plt Kepala Puskesmas Jawilan, Imas mengucapkan permohonan maaf atas kelalaian dalam pelayanan. “Saya baru satu bulan menjabat Plt (Kepala Puskesmas). Kami tidak segan-segan untuk minta saran dan masukannya,"ungkap Imas.   

Menurut Imas, kurang maksimalanya pelayana dikarenakan minimnya tenaga kerja atau medis di Puskesmas Jawilan. “Dokter nya hanya tiga, tidak akan maksimal dalam pelayanan. Ini semua karena SDM yang kurang,"tutur Imas.

Dalam audensi tersebut, dihadiri Camat Jawilan, Anggota Polsek Jawilan, dan Danramil Kopo-Jawilan.

Reporter: Ahyaruddin Ayonk
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Mobil Ambulan Tak Boleh Dipakai, Warga Datangi Puskesmas Jawilan

INILAH BANTEN

63 dibaca
Brimob Polda Banten, Siap Antisipasi Penanggulangan Bencana
100 dibaca
HPN 2021 SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi

INILAH SERANG

29 dibaca
HPN 2021, SMSI Tuntaskan Bangun Jalan dan Sanitasi untuk Masyarakat
66 dibaca
11 Kali Beraksi, 5 Pelaku Spesialis Bobol Minimarket Diringkus

HUKUM & KRIMINAL

66 dibaca
11 Kali Beraksi, 5 Pelaku Spesialis Bobol Minimarket Diringkus
309 dibaca
Sedang Tidur, Pengedar Sabu Ditangkap Dirumahnya

POLITIK

97 dibaca
KPU Pandeglang Siapkan Materi Gugatan di MK
113 dibaca
Sekda: Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Serang Diharap 17 Februari

PENDIDIKAN

150 dibaca
Nadiem Makarim Bicara Korban Sriwijaya Air
280 dibaca
Tenaga Pengajar Berstatus ASN di Pandeglang Masih Minim
Top