Sabtu, 18 April 2026

Perbedaan "Hukum Karma" dalam Islam dan Agama Lain

(foto ilustrasi)
Selasa, 18 Jul 2017 | 22:03 WIB - Mozaik Islami

HUKUM karma dalam ajaran Islam bermakna reaksi dari amalan-amalan baik dan buruk manusia. Menurut Islam, reaksi dan hasil sebagian perbuatan manusia akan nampak terlihat di dunia ini berupa efek wadhi amalan-amalan dan kembali kepada manusia itu sendiri.

Karena itu, apabila amalan-amalan ini, baik dan terpuji maka ia akan memiliki efek-efek wadhi yang baik; sebagai contoh apabila seseorang bersilaturahmi atau berbuat baik kepada kedua ayah dan ibu maka usianya akan bertambah.[1] Dan apabila amalan-amalan buruk dan tercela maka efek wadhi-nya juga akan buruk dan akan membuat manusia menderita; seperti seseorang yang melakukan perbuatan zina maka rezekinya akan berkurang atau seseorang yang membunuh ayahnya, bahkan sekiranya ia tidak diqisas usianya akan berkurang.[2]

Adapun karma dalam agama-agama non Ilahi dan selain agama Islam, merupakan salah satu keyakinan agama-agama Hindu, Budha dan agama-agama Asia Tenggara yang bermakna reinkarnasi dan gambaran dari reinkarnasi yang tentu saja tertolak dalam Islam.

Karma (bahasa Sanskerta: Karma, karma, (Karman; "bertindak, tindakan, kinerja"); (Pali: kamma) adalah konsep "aksi" atau "perbuatan" yang dalam agama India dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kausalitas (yaitu, siklus yang disebut "samsara"). Konsep ini berasal dari India kuno dan dijaga kelestariannya di filsafat Hindu, Jain, Sikh, dan Buddhisme.

Dalam konsep "karma", semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan. Hasil atau buah dari tindakan disebut karma-phala.

Karena pengertian karma adalah pengumpulan efek-efek (akibat) tindakan/perilaku/sikap dari kehidupan yang lampau dan yang menentukan nasib saat ini, maka karma berkaitan erat dengan kelahiran kembali (reinkarnasi). Segala tindakan/perilaku/sikap baik maupun buruk seseorang saat ini juga akan membentuk karma seseorang di kehidupan berikutnya. [iQuest/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Perbedaan "Hukum Karma" dalam Islam dan Agama Lain

BERITA TERKAIT

INILAH SERANG

916 dibaca
HUT RI, Polres Serang Salurkan Bantuan Air Bersih
2335 dibaca
Polda Banten & Semen Merah Putih Tandatangani MoU Pengamanan Obyek Vital Nasional

HUKUM & KRIMINAL

1096 dibaca
Hendak Transaksi, Pengedar Sabu Diamankan Polisi  
1247 dibaca
Gasak 1080 Motor, Dua Tersangka Sindikat Curanmor Dibekuk

POLITIK

1714 dibaca
KPU Banten Buka Penyerahan Dokumen Balon DPD RI
2614 dibaca
Tuding Komunis, Rano Tolak Program WH Terkait Kesehatan Gratis

PENDIDIKAN

2657 dibaca
Ratusan Mahasiswa Ikuti Bimtes
Top