IBC, Lebak-Penertiban dan penataan pasar Rangkasbitung dalam rangka merebut piala adipura kategori kota kecil tingkat Nasional 2018, kembali dilakukan. Kali ini, empat organisasi pemerintahan daerah (OPD), yaitu Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Lingkungan Hidup, Senin 5-Maret-2018 bersama sama melakukan penertiban.
Berdasarkan pantauan, di Pasar Rangkasbitung, penertiban yang kedua kalinya ini, sasarannya hanya pedagang kaki lima. Bahkan, puluhan lapak dagangan milik PKL yang dinilai masih membandel, terpaksa diangkat dan dipindahkan petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Paraja ke lokasi yang diperbolehkan untuk tempat berjualan. Sedangkan terkait kebersihan sampah, dan lokasi parkir dinilai sudah tertib, sehingga hanya petugas sampah dan parkirnya saja yang diberikan himbauan.
Kepala Dinas Perbunungan (Dishub) Lebak, Sumardi mengatakan, penertiban di Pasar Rangkasbitung, yang telah dilakukan pekan lalu, namun demikian tetap harus kembali dilanjutkan. Hal itu, menjadi perhatian pihaknya, karena masih ada beberapa persoalan yang harus ditangani, salah satunya terkait PKL dan sampah.
“Khusus bidang yang dibawahi dinas kami adalah terkait lalulintas dan lahan parkir, yang memang dilingkungan Pasar Rangkasbitung, sudah tidak ada persoalan lagi,”ujar Sumardi.
Kepala Dinas Satpol PP Lebak, Dartim menambahkan, penertiban yang dilakukan tim gabungan bentukan Pemkab ini, akan terus dilakukan, apabila masih terdapat beberapa persoalan yang mengganggu penilaian piala adipura tingkat Nasional tahun ini.
“Kami tidak akan berhenti melakukan penertiban di Pasar Rangkasbitung, bila PKL maupun persoalan lain yang mengganggu penilaian Adipura tingkat Nasional, masih terjadi. Seperti hari ini misalnya, puluhan PKL lapaknya kami angkat dan kami pindahkan ketempat yang diperbolehkan untuk berjualan,”kata Dartim.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Lebak, Nana Sunjana, menegaskan, persoalan sampah memang masih menjadi perhatian utamanya di Pasar Rangkasbitung. Untuk itu, agar nilai adipura di Pasar Rangkasbiung sangat tinggi, maka pihaknya akan terus memperhatikan keberadaan sampah.
“Pasar adalah bagian dari wajah sebuah daerah. Makanya agar Pasar Rangkasbitung, menjadi pasar yang bersih, maka kami harus terus memperhatikan persoalan sampahnya,”kata Nana.