lB, Serang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang saat ni tengah membuka proses lelang jabatan atau (open bidding) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB). Namun sayangnya, proses tersebut dikeluhkan sejumlah ASN.
Soalnya, diduga meski dilakukan proses lelang namun untuk nama calon-calon yang bakal menduduki jabatan tersebut sudah dikantongi. Seperti diungkapkan salah seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) yang enggan disebutkan namanya.
Dia mengaku tak berminat sedikit pun untuk mengikuti lelang jabatan dua organisasi perangkat daerah (OPD). Karena menurutnya, hal itu hanya membuang-buang energi saja.
"Nggak lah (tidak ikut lelang jabatan-red), percuma. Cape. Buang energi dan waktu, karena kayaknya calonnnya sudah dikantongi," katanya kemarin.
Selain itu, ia juga mengaku pesimis akan lolos tes lelang jabatan jika terus memaksakan untuk ikut. Karena kedua jabatan itu diluar kemampuannya. "Bagi saya lebih baik mensukuri apa yang ada aja lah, serta berusaha maksimal dan amanah," katanya.
Sementara itu, Plt Sekda Kabupaten Serang, Agus Erwana membantah soal adanya rumor nama-nama calon yang sudah dikondisikan untuk menjabat posisi tersebut.
"Semuanya (yang mengikuti lelang-red) kuat, gak ada (rumor nama-nama calon yang sudah dikondisikan-red), yang pasti yang ikut itu adalah orang-orang yang memang mumpuni, hanya saja kita melihat mana yang lebih besar nilainya, karena pasti diatas rata-rata," kata Agus.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dimilikinya yang mengikuti lelang jabatan dua OPD tersebut hampir rata-rata berasal dari lingkungan Pemkab Serang, bahkan dari internal OPD tersebut banyak yang ikut serta.
"Banyak yah yang ikut, dari mulai jabatan Kabag saja ada tiga orang, yang lainnya ada juga yang dari sekretaris camat," tuturnya.
Terkait tahapan lelang sendiri, kata dia pada 18 April mendatang bakal dilakukan seleksi akhir yaitu tes wawancara . Sedangkan untutk target lelang sendiri, ia memastikan pada April ini harus sudah selesai.
"Testingnya itu kan yang pertama adalah tes administrasi, terus wawancara, dan terakhir juga wawancara lagi, rencananya tes terakhir kita laksanakan di Anyer," pungkasnya.