Sabtu, 20 April 2024

Diduga Kelelahan, Pengawas TPS di Cikeusal Meninggal Dunia

[Foto Istimewa]
Kamis, 15 Feb 2024 | 14:00 WIB - Peristiwa Politik

lBC, Serang - Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 13 Desa Cikeusal/Cikeusal, Kabupaten Serang Supardi meninggal dunia pada Kamis 15 Februari 2024. Diduga, meninggalnyanya PTPS akibat kelelahan saat bertugas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, PTPS tersebut sempat collapse saat bertugas. Kemudian pengawas itu sempat pula dilarikan ke RSUD Drajat Prawiranegara, namun pada pagi hari nyawanya Supardi tidak tertolong atau meninggal dunia.

Anggota Bawaslu Kabupaten Serang Ari Setiawan membenarkan adanya PTPS yang meninggal dunia tersebut. Akan tetapi ia mengaku belum tahu pasti kronologi kejadiannya. Diduga kata Ari PTPS itu meninggal dunia akibat kelelahan. ”Pemicunya bisa jadi kelelahan,” ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, atas kejadian tersebut Bawaslu mengaku sangat terpukul. ”Saya gak tahu, yang pasti kami hari ini sedang terpukul,” ucapnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Furqon mengatakan peristiwa, itu bermula, ketika sekitar pukul 12.00 malam anggota PTPS tersebut diminta beristirahat karena terlihat drop.

Namun sudah diinstruksikan, ia tetap kekeuh ingin menjaga TPS. Sebab ia merasa bertanggung jawab dengan tugasnya. ”Dia kekeuh merasa tanggung jawab dia datang ke TPS untuk mengawasi karena bahasa dia kalau hanya menunggu insyaAllah kuat,” ujarnya di RSDP Serang.

Akan tetapi sekitar pukul 02.00 pagi, Supardi drop kembali. Kemudian dialirkan ke klinik terdekat namun dari informasi klinik, korban dirujuk ke RSDP.

Hal itu dilakukan karena PTPS itu berdasarkan informasi dari istrinya memiliki penyakit dalam yang membuatnya kerap muntah darah. ”Karena sudah setahun tidak kontrol dokter akhirnya jam 09.30 menghembuskan nafas terakhir (di RSDP),” tuturnya.

Hari ini kata dia jenazah korban langsung dibawah ke rumah duka untuk disemayamkan. Jenazah korban dibawa ke Kragilan. ”Tugas di Cikeusal jenazah dibawa Kragilan kemungkinan dia orang Kragilan,” tuturnya.

Sedangkan saat ditanya kondisi PTPS lainnya di Kabupaten Serang, Furqon mengatakan semua memang mengalami kelelahan. Namun untuk korban PTPS 13 bukan hanya kelelahan tapi juga punya penyakit bawaan.

Berdasarkan informasi kata dia, beberapa PTPS di Kabupaten Serang juga ada yang pingsan seperti di Bojonegoro. Bahkan ada juga yang dilarikan ke klinik hingga puskesmas.

”Memang ini jadi kekhawatiran kami sebenarnya saat simulasi suara, saat simulasi saja sampai jam 3 malam akhirnya kekhawatiran kami terjawab sudah ada korban ini,” ucapnya.

Sebenarnya kata dia, pihaknya sudah mengimbau kepada PTPS agar istirahat full H-1. Bahkan sudah diimbau untuk datang ke puskesmas agar berkonsultasi mengingat sudah ada kerja sama dengan puskesmas.

”Untuk rekrutmen PTPS sebenarnya dibatasi ada minimal maksimal, ini masih muda jadi kami minta doanya karena dia pejuang demokrasi, yang kami khawatirkan terjadi,”katanya.

Untuk kejadian ini menurut dia negara harus hadir. Bagi korban untuk semua pembiayaan rumah sakit dicover oleh Bawaslu. ”Kita cover pembiayaan Bawaslu dari A-Z. Nanti ada santunan kita ke rumah duka juga. (PTPS) Yang lain belum ada informasi (masuk rumah sakit juga) hanya ke klinik dan puskesmas,” ucapnya.[KB/Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Diduga Kelelahan, Pengawas TPS di Cikeusal Meninggal Dunia
aulmummc zf

INILAH SERANG

302 dibaca
Bupati Serang: Tujuan Utama MTQ Membentengi Pemuda dengan Alquran

HUKUM & KRIMINAL

1299 dibaca
214 Ranmor Diungkap Polda Banten

POLITIK

1609 dibaca
Musda ke III, Semua Anggota Berpotensi jadi Ketua IJTI Pengda Banten
Top