lBC, Serang - Ketua Kenadziran Kesultanan Banten, Tubagus Abbas Wasse menginginkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar secepatnya merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Banten Lama. Menurutnya, kios tersebut sudah siap dipakai meskipun hanya menampung 500 Pedagang saja.
Ia menuturkam 500 kios yang sudah didirikan oleh Pemerintah Provinsi Banten saat ini terkendala akses jalan masuk, yang masih berupa tanah merah. Selain itu, belum tersedianya listrik dan airnya. Hal tersebut harus segera disediakan agar pedagang dan pembeli merasa nyaman.
"Sebetulnya masyarakat sudah memaklumi dan siap jika harus pindah. Namun, harus dengan cara manusiawi dan diberikan fasilitas yang layak dilokasi tujuan pindah. Jadi menurut saya sebelum mereka dipindahkan memang harus ada tempat dimana dipindahkannya," ucapnya saat ditemui di Banten Lama Kecamatan Kasemen, Kota Serang pada Sabtu, 30 Juni 2018.
Saat ini, Abbas mengatakan jumlah PKL di kawasan Banten Lama berjumlah sekitar 1.000 PKL. Ia sangat berharap dalam tahap pertama, pemerintah segera merelokasi 500 PKL terlebih dahulu sesuai kapasitas kios yang tersedia. Sedangkan, sisanya akan dipindahkan pada tahap kedua.
"Target saya 500 kios yang dipindahkan itu yang didepan alun-alun dulu, sisanya nanti. Kan ada tahap dua," ujarnya.
Saroh, Pedagang di Banten Lama mengatakan, pada prinsipnya pedagang disekitar kawasan Banten Lama siap untuk dipindahkan. Tetapi menurutnya harus ada kejelasan terlebih dahulu dari pemerintah.
"Kalau tempatnya sudah ada kita siap, Kita pindah bareng-bareng biar gak cemburu," katanya.
Ia menjelaskan, selama ini mereka diminta untuk pindah akan tetapi lokasinya fasilitas tujuan merek pindah belum terbilang layak. Selain itu, menurutnya pemerintah juga harus mempertimbangkan lokasi tujuan. Apakah lokasinya bisa seramau dilokasi saat ini, karena orientasi pedagang adalah pembeli.
"Pemerintah juga harus mikirin, kita kan nyari duit. Kalau sepi ya akhirnya pada pindah lagi nanti, kan sayang," pungkasnya.