IBAN, Serang-- Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak dengan ketinggian air mencapai diatas 1 meter membuat prihatin semua masyarakat. Salah satunya, keprihatinan itu ditunjukan oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten.
Sebab, bencana banjir tidak hanya berdampak terhadap kerugian materiil tapi juga kerugian secara immateriil terutama trauma bagi masyarakat khususnya anak anak. Dengan banjir, akan mengancam keselamatan jiwa, yang biasanya aktivitas sehari-hari berjalan dengan lancar. Namun akibat banjir aktivitas mereka terhambat misalnya sekolah, bermain, dan aktifitas lainnya. Hal ini akan berdampak terhadap beban psikologis anak anak.
Oleh karena itu, LPA Provinsi Banten bersama Komunitas Sosial yang peduli dan cinta terhadap anak-anak akan terjun langsung ke beberapa titik banjir dengan mengadakan kegiatan Trauma Healing misalnya dengan bermain bersama dan memberikan layanan psikologis bagi anak anak.
“Harapan kami dengan kegiatan tersebut setidaknya dapat mengurangi beban psikis akibat banjir,”ungkap Ketua LPA Banten, M. Uut Lutfi melalui pesan tertulis yang diterima lnilahBanten pada Minggu, 19 Februari 2017.
Pihaknya meminta, kepada Gubernur Banten yang baru nanti untuk serius menangani persoalan banjir di Provinsi Banten. Jangan sampai ada kesan bahwa bencana banjir adalah bencana rutin tahunan. “Jelas dengan bencana banjir akan berdampak kerugian yang besar baik materiil maupun imateriil,” tambah Uut.
Sebelumnya, Uut mengaku sudah melakukan Rapat Konsolidasi dengan agenda persiapan Trauma Healing tersebut ke daerah Banjir di Kabupaten Pandeglang dan Lebak dan menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya:
1. Membentuk Organ Taktis dengan nama "Komunitas Cinta Anak" yang terdiri dari: LPA Prov Banten, PCM, Kumandang Komisariat (Untirta, UPI Serang, UNSERA), KSR UNTIRTA, Food Bank Regional Pandeglang, Forum Anak Nasional, Forum TAS Kab Serang, Yayasan IMD, Forum Anak Pandeglang, Yayasan Maulana Hasanuddin Cilegon, Komunitas Ketimbang Ngemis Pandeglang & Serang. Catatan: kami masih menerima komunitas lain yang ingin gabung.
2. Membentuk Tim Lapangan yang dikoordinatori oleh Sdr. Suhroji Adha.
3. Penyelenggaraan Trauma Healing direncanakan tgl 25 Februari 2017.
4. Membuka layanan donasi.
“Semoga kita semua dapat berperan dan berkontribusi bagi saudara saudara kita yang tertimpa bencana banjir,” harap Uut.