IB, Lebak-Masyarakat Lebak selatan khususnya Kecamatan Bayah, Malingping dan sekitarnya kembali mengeluhkan kondisi listrik yang kerap braypet ditengah naiknya harga Tarif Dasar Listrik (TDL). Hal tersebut membuat wakil rakyat fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) geram dan mendatangi kantor PLN Rayon Malingping.
Agus Herawan anggota DPRD Lebak mengatakan, kedatangannya ke PLN Rayon Malingping untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kendala Byarpet yang belum juga terselesaikan untuk wilayah Lebak selatan.
"Hasil pertemuan untuk kenaikan TDL dan subsidi listrik itu kewenangan pemerintah pusat,"kata Agus kepada wartawan, Sabtu 28-Juli-2017.
Ia juga menanyakan mengenai buruknya pelayanan dengan sering matinya listrik di Lebak selatan dan sekitarnya sehingga membuat aktifitas masyarakat terhambat.
"Alasan pihak PLN yakni permasalahan sering terjadinya mati listrik/lampu dikarenakan selain faktor gangguan alam/cuaca juga kendala GI Kandangsapi yang pengerjaannya mangkrak sudah bertahun tahun sehingga belum terkoneksi dengan GI Bayah dan Saketi,"kata Agus menirukan ucapan Fredy kepala PLN Rayon Malingping.
Lanjut Agus, penyebab nya terletak di pembebasan lahan untuk jaringan sutet yang belum terselesaikan sehingga menggangu suplai listrik. Namun lanjut Agus, PLN menargetkan diawal tahun 2018 jaringan akan selesai dan GI Cijaku bisa berfungsi.
"Ditambah permasalahan kabel induk ke GI Bayah yang melintasi jembatan Cimadur Bayah masih ada kendala permasalahan dengan pihak Satker PUPR jalan nasional karena tidak di izinkan,"jelasnya