Sabtu, 18 April 2026

Fokal IMM: Dampak Mega Proyek, Jangan Korbankan Masyarakat Kecil

Suasana diskusi dalam acara silaturahmi dan laporan program kerja Fokal IMM Banten pada Sabtu, 5 Agustus 2017 di Majlis Yatim Soleh Idris Center, Kaligandu-Serang. (Foto Istimewa)
Sabtu, 05 Agt 2017 | 14:46 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

lB, Serang - Hadirnya rencana mega proyek di Banten, seperti jalan tol Serang - Pandeglang, bandara, KEK (kawasan ekonomi khusus) dan lainnya memiliki tujuan bagus. Namun, jangan sampai adanya proyek tersebut berdampak mengorbankan masyarakat kecil.

Hal itu dikatakan Ketua Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Banten, Solihin Abas saat diskusi dalam acara silaturahmi dan laporan program kerja Fokal IMM Banten pada Sabtu, 5 Agustus 2017 di Majlis Yatim Soleh Idris Center, Kaligandu-Serang.

Meski demikian, pihaknya menyambut baik dengan rencana pembangunan jalan tol Serang-Pandeglang dan bandara yang direncanakna akan segera di lasanakan. Namun menurutnya, ia melihat masih ada ketidak siapan pemerintah provinsi dan kabupaten yang terkena dampak, yaitu konsep pemberdayaan masyarakta kecil.

"Saya melihat belum ada perencanaan yang serius untuk pemberdayaan masyarakat kecil yang terkena dampak langsung, seperti akibat pengbebasan lahan untuk jalan tol. Hal itu kan tidak bisa dibiarkan begitu saja, esensi pembangunan kan untuk masyarakat jangan sampai masyarakat terkena dampak negatif munculnya mega proyek pembangunan, dampak positifnya minus?" Kata Solihin.

Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota mestinya tak hanya fokus misal pada pembebasan lahan, atau hal teknis lainnya walau itu penting. Tapi yang tak kalah pentingnya juga konsep pemberdayaan masyarakat yang terkena dampak langsung itu menjadi fokus perencanaan dan target pelaksanaan.

"Pemerintah provinsi harus seimbang antara melaksanakan pekerjaan teknis untuk pembangunan dengan target pemberdayaan yang akan dilakukan untuk masyarakat kecil yang terkena dampak langsung, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat untuk mencegah efek negatif dari konsekwensi pembangunan," tambah solihin.

Solihin menuturkan, sementara ini ada sekitar 8800 kepala keluarga (KK) dari 12 desa yang tersebar di 4 kecamatan Kabupaten Lebak yang terkena dampak pembebasan lahan untuk jalan tol. Sementara kita belum melihat apa rencana pemerintah provinsi dan kabupaten untuk melakukan pemberdayaan. Tutur solihin.

Reporter: Abdul Rahman Ahdori
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Fokal IMM: Dampak Mega Proyek, Jangan Korbankan Masyarakat Kecil

BERITA TERKAIT

INILAH SERANG

563 dibaca
Balon Bupati Serang Andika Hazrumy Ajak Caleg Golkar Serap Aspirasi Warga
1516 dibaca
Desakan Ranta Mundur dari Jabatan Sekda Banten Berlanjut

HUKUM & KRIMINAL

695 dibaca
Minimarket di Jawilan Disatroni Perampok
575 dibaca
Jual Mobil Kredit, Nasabah PT OM Ditetapkan jadi Tersangka

POLITIK

2357 dibaca
Jelang Pilkada, Danrem 064/MY Pastikan Banten Tetap Aman
2108 dibaca
Survei LSP Indonesia: WH-Andika Diprediksi Menang di Pilkada Banten

PENDIDIKAN

374 dibaca
Pemkab Serang dan Yayasan Astra Teken PKS Peningkatan Kualitas Guru
Top