IB, Cilegon - Seorang pria paruh baya ditemukan tak bernyawa dikediamannya pada Selasa, 14 Februari 2017. Pria yang diketahui bernama Fatoni (60 tahun), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Diperoleh informasi, diduga karena terlilit masalah ekonomi dengan nekat mengakhiri hidupnya warga Jalan H Umar Temu Putih RT 004 / 002 Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon ini pertama kali ditemukan oleh putrinya Rini Nuraeni (31 tahun), sekitar pukul 07:30 WIB. Rini mengaku terkejut saat pertama kali melihat jenazah ayahnya dalam posisi tergantung dikamar atas.
“Biasanya bapak tidur dibawah, cuma semalem bilang mau tidur diatas biar adem katanya. Terus paginya saya niat mau bangunin bapak karena tumben sudah jam 7 belum turun dari atas. Gak tahunya pas nyampe atas saya kaget lihat bapak dalam posisi tergantung dan sudah tak bernyawa,” ungkap Rini anak korban dilokasi.
Korban yang diketahui sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan tersebut, ditemukan dalam keadaan tergantung dengan kain panjang. Dimana pada bagian leher korban, ditemukan luka sayat akibat benda tajam.
“Informasinya, dia (korban-red) nekat melakukan bunuh diri karena terdorong masalah ekonomi. Korban melakukan bunuh diri dengan menggunakan kain. Karena tidak mempan, akhirnya korban menggorok lehernya sendiri dengan golok,” ungkap Ifan salah satu warga yang ditemui dilokasi.
Menurut informasi yang beredar ditempat tinggal korban, Fatoni nekat mengakhiri hidupnya karena diduga depresi akibat kondisi sang istri yang mengalami lumpuh sejak lama.
"Istrinya kan lumpuh tuh. Ya mungkin dia (korban-red), depresi dengan keadaan yang dialaminya. Apalagi korban ini tidak ada pekerjaan tetap atau kuli lepaslah," ungkap Habib warga lainnya.
Petugas Polsek Cilegon dan Polres Cilegon yang datang langsung mengevakuasi korban dan memasang garis polisi di lokasi kejadian.
Kapolsek Cilegon Kompol Dudung Djunaedi mengatakan, di lokasi pihaknya menemukan sebuah golok yang diduga digunakan korban untuk menggorok leher. "Barang bukti golok sudah kita amankan. Ada pun kasus ini kini sudah ditangani Satreskrim Polres Cilegon," jelasnya.
Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, jasad korban kini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Drajat Prawiranegara Serang untuk di otopsi.