Sabtu, 18 April 2026

Tiap Tempat Miliki Hukum Sendiri terkait Puasa

[foto ilustrasi]
Minggu, 05 Mei 2019 | 20:53 WIB - Mozaik Islami

ADA orang berpendapat agar menyatukan semua matha (terbitnya bulan) dengan mathla Makkah karena dia mengingingkan kesatuan umat dan masuk bulan Ramadan yang penuh berkah dan lain-lain secara bersama-sama.

 

Fenomena semacam ini bila ditinjau dari sudut pandang ilmu falak tidak mungkin, karena mathla hilal (tempat terbitnya hilal), seperti yang dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, berbeda-beda menurut kesepakatan para ilmuwan di bidangnya. Jika mathla-nya berbeda, maka berdasarkan dalil atsari (berdasarkan nash) maupun dalil nadzari (berdasarkan logika) menunjukkan bahwa setiap tempat mempunyai hukumnya sendiri-sendiri.

 

Berdasarkan dalil atsari, Allah Subhanahu wa Taalaberfirman, "Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu." (QS. al-Baqarah: 185).

 

Jika realitasnya bahwa manusia di ujung bumi tidak menyaksikan bulan (hilal) dan penduduk Makkah menyaksikan hilal, bagaimana mengemukakan isi kandungan ayat ini kepada orang-orang yang belum menyaksikan bulan? Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 

"Berpuasalah kamu karena kamu melihatnya (hilal) dan berbukalah kamu karena kamu melihatnya." (HR. Muttafaqalaih).

 

Jika misalnya orang Arab telah melihat hilal, mungkinkah kita memaksa orang-orang Pakistan dan orang-orang Timur lainnya untuk berpuasa, sementara kita tahu bahwa hilal belum muncul di ufuk mereka, padahal Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengaitkan puasa dan berbuka dengan ruyah (melihat bulan).

 

Sedangkan dalil nadzari (logika) yaitu dengan qiyas yang benar yang tidak mungkin ditentang; kita tahu bahwa fajar muncul dulu dari arah timur sebelum barat. Jika fajar muncul di arah timur apakah kita harus menahan diri dari makan, padahal pada saat itu kita masih berada di waktu malam? Jawabannya tentu tidak. Jika matahari sudah tenggelam di bumi bagian timur, tetapi di tempat kita masih siang, apakah kita boleh berbuka pada saat itu? Jawabnya adalah tidak. Begitu juga hilal, peredaran hilal persis seperti peredaran matahari. Perhitungan waktu pada hilal sifatnya bulanan, sedangkan perhitungan waktu matahari adalah harian.

Allah yang berfirman,

 

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu ber-itikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa." (QS. al-Baqarah: 187) juga berfirman,

 

"Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu." (QS. al-Baqarah: 185).

 

Berdasarkan kandungan dalil baik dalil atsari, maupun dalil nadzari di atas menunjukkan, bahwa setiap tempat mempunyai hukumnya sendiri-sendiri yang berkaitan dengan puasa dan hari raya. Hal itu juga berhubungan dengan tanda-tanda indrawi yang diciptakan Allah di dalam Kitab-Nya dan menjadikan Nabi-Nya, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam berada dalam Sunnah-Nya, yaitu menyaksikan bulan dan menyaksikan matahari.

 

[Sumber: Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007/lnilah]

Bagikan:

KOMENTAR

Tiap Tempat Miliki Hukum Sendiri terkait Puasa

INILAH SERANG

1497 dibaca
Program Pendidikan Gratis Sudah Final
998 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Gencar Sosialisasikan Literasi Digital

HUKUM & KRIMINAL

1986 dibaca
Sadis, Gadis di Tangerang Digagahi Tiga Pemuda Secara Bergantian
2597 dibaca
Tiga Pasangan Mesum di Lebak Diamankan Polisi

POLITIK

1888 dibaca
Besok, IJTI Pengda Banten Gelar Musda ke III
1880 dibaca
Sosialisasi, KPU Kabupaten Serang Sambangi Daerah Terpecil

PENDIDIKAN

2275 dibaca
Jelang UNBK, Siswa SMPN 3 Rangkasbitung Antusias Ikuti Motivasi UNBK
Top