Sabtu, 18 April 2026

Rasulullah Melarang Meniup Minuman?

(foto ilustrasi)
Jumat, 21 Apr 2017 | 18:30 WIB - Mozaik Islami

BANYAK hal yang disabdakan Rasulullah, baik berupa informasi, perintah maupun larangan- baru diketahui hikmah atau penjelasan ilmiahnya setelah beberapa abad kemudian. Salah satunya adalah larangan meniup minuman.

Mengapa Rasulullah melarang meniup minuman? Di zaman sahabat Nabi, tidak ada pertanyaan ini. Apalagi bagi Abu Bakar yang bergelar Ash Shidiq. Senantiasa membenarkan dan mematuhi Rasulullah; tanpa reserve. Dan itulah derajat keimanan tertinggi. Begitu seseorang sudah mengakui bahwa Muhammad adalah Rasulullah, selesai semua urusan. Ia tidak perlu mempertanyakan sabda beliau atau berusaha mengkritisinya.

"Dan tidaklah dia -Muhammad- itu berbicara dari hawa nafsunya, tidaklah yang diucapkannya itu melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya." (QS. An-Najm: 2-3)

Begitu Rasulullah melarang sesuatu, para sahabat kemudian mematuhi larangan itu. Pun saat Rasulullah melarang meniup-niup minuman, larangan itu dipatuhi tanpa perlu mengkritisi. Larangan itu dijaga tanpa perlu mencari apa alasannya. Cukuplah alasannya, karena Rasulullah telah mensabdakannya.

Barulah pada generasi sesudahnya mulai dicari apa hikmahnya. Meskipun bukan sebuah keharusan bagi seorang muslim untuk sampai pada tingkatan mengetahui hikmah di balik larangan dan perintah, tersingkapnya hikmah dapat kian menguatkan keimanan. Bahwa ajaran Islam ternyata selaras dengan ilmu pengetahuan. Seperti kata Hasan Al Banna, "Pandangan syari dan pandangan logika memiliki wilayahnya masing-masing yang tidak dapat saling memasuki secara sempurna. Namun demikian, keduanya tidak pernah berbeda dalam masalah yang qathi (absolut). Hakikat ilmiah yang benar tidak mungkin bertentangan dengan kaidah-kaidah syariat yang tsabitah (jelas)."

Pun dengan larangan meniup minuman ini. Dengan semakin berkembangnya sains kemudian diketahui bahwa ketika manusia bernafas, ia menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksia (C02). Artinya, ketika seseorang meniup sesuatu, sebenarnya ia mengeluarkan CO2. Sementara itu, makanan atau minuman yang panas mengeluarkan uap air (H2O). Dan bukankah yang biasa ditiup orang hanya makanan atau minuman yang panas?

Apa yang terjadi jika minuman panas ditiup? Bertemulah H20 dengan CO2. Jadilah H2CO3. H2CO3 merupakan senyawa asam karbonat (Carbonic Acid) yang berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman (pH) di dalam darah. Mengkonsumi makanan/minuman yang mengandung H2CO3 membuat keasaman dalam darah meningkat (asidosis). Jika terus-terusan mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung H2C)3, maka kinerja ginjal pun jadi menurun atau bahkan tidak berfungsi normal akibat asidosis berat.

Karena itulah para dokter dan ahli kesehatan di abad modern merekomendasikan menunggu minuman/makanan panas tanpa meniupnya. Padahal sejak abad ketujuh, Rasulullah telah menyampaikan hal senada dalam sabdanya:

Dari Abu Said Al Khudri bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang meniup minuman (HR. Tirmidzi)

Masya Allah ternyata setelah berabad-abad baru diketahui penjelasan ilmiahnya. Maha Benar Allah dan semakin terbuktilah kebenaran agama Islam.[bersamadakwah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Rasulullah Melarang Meniup Minuman?

BERITA TERKAIT

INILAH SERANG

621 dibaca
Kapolres Serang Anjangsana ke Purnawirawan Polisi Jelang Peringatan Hari Bhayang...
706 dibaca
Personil Polsek Carenang Amankan Puluhan Pelajar yang Hendak Tawuran

HUKUM & KRIMINAL

1580 dibaca
Dugaan Korupsi ADD Binangun, Kerugian Negara Rp491 Juta
319 dibaca
Buat Modal Nikah, Seorang Duda Warga Gunungsari Nekat Jualan Sabu

POLITIK

2024 dibaca
Milad ke-20, PKS Banten Siap Hadapi Pemilu 2019
1707 dibaca
Gatot Beri Sinyal Masuk Dunia Politik Usai Pensiun

PENDIDIKAN

3362 dibaca
PPDB SMA/SMK Secara Online di Lebak Dikeluhkan
Top