Selasa, 11 Agustus 2020

Duuh, Sepasang Kekasih di Cikande Dipaksa Preman Lepas Pakaian

[Foto ilustrasi/net]
Senin, 02 Sept 2019 | 16:39 WIB - Serang Peristiwa

lBC, Serang - Sepasang kekasih atau muda-mudi yang sedang nongkrong di Kawasan Industri Modern Cikande Kabupaten Serang menjadi korban persekusi kawanan preman. Dalam kejadian itu, korban dipaksa melepas pakaian dan dalam kondisi tak berbusana, kedua korban ini di foto dan gambarnya disebar melalui facebook.

Kejadian yang memilukan ini dialami Wahyu (22 tahun), dan Putri (21 tahun), (keduanya nama samaran) warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Akibat perbuatan para preman ini, kedua korban mengalami depresi karena foto bugilnya tersebar di media sosial. Kasus persekusi saat ini telah dilaporkan dan sudah ditangani Satuan Reskrim Polres Serang.

Diperoleh keterangan, peristiwa persekusi ini terjadi Kamis, 22 Agustus 2019 sekitar pukul 21.00 WIB. Malam kejadian itu, korban sedang berduaan duduk diatas sepeda motor di pinggir jalan Kawasan Industri Modern Cikande. Pada saat itu, korban didatangi 4 pelaku dan merampas handphone yang dimiliki korban.

Setelah itu, para pelaku membawa paksa korban ke tempat sepi dan diminta untuk melepas seluruh pakaiannya. Dibawah ancaman, korban dengan terpaksa melepas pakaiannya hingga bugil. Tak puas sampai disitu, kedua korban dipaksa untuk melakukan hubungan badan namun ditolak. Begitupun saat dipaksa untuk melalukan oral, kedua korban tetap menolak. Karena terus menolak, salah seorang pelaku sempat menampar korban.

Tanpa ada belas kasihan, para pelaku kemudian mengambil gambar kedua korban yang tanpa busana dengan menggunakan handphone milik korban. Dengan foto bugil itulah, para pelaku kembali mengancam akan menshare ke media sosial jika tidak memberikan uang sebesar Rp 5 juta.

Karena tak memiliki uang, korban kembali menolak dan akhirnya pelaku melaksanakan ancamanannya dengan menyebar foto bugil korban melalui akun facebook milik korban. Usai melakukan aksinya ini, pelaku lalu pergi dengan membawa handphone korban. Sementara korban yang stres karena fotonya banyak diketahui teman facebook akhirnya melaporkan kasus ini ke Mapolres Serang.

Kepala Satuan Reskrim Polres Serang AKP Maryadi membenarkan pihaknya telah menerima laporan atas kasus persekusi tersebut. Menurutnya, kasus persekusi ini menjadi atensi pimpinan untuk segera diungkap. Oleh karenanya, pihaknya telah membentuk tim khusus yang dipimpinnya sendiri untuk memburu para pelaku dan berharap kasus ini bisa segera diungkap.

"Kasus ini menjadi atensi pimpinan untuk menangkap para pelaku. Kami juga mengingatkan kepada teman-teman facebook korban, tidak ikut menyebarkan foto-foto tanpa busana korban dan saya minta untuk membantu menghapus," tegas AKP Maryadi ditemui di kantornya pada Senin, 2 September 2019.

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Duuh, Sepasang Kekasih di Cikande Dipaksa Preman Lepas Pakaian

PEMERINTAHAN

137 dibaca
Permudah Koordinasi, Ombudsman Banten Kunjungi Pemkab Serang
224 dibaca
Pemkot Bengkulu dan Pemkab Serang MoU Program Keagamaan

POLITIK

251 dibaca
Siap Menangkan Tatu-Pandji, Barata Fokus Perkuat Akar Rumput
136 dibaca
FSKP Baros Bantah Dukung Nasrul-Eki di Pilkada Kabupaten Serang
196 dibaca
Relawan Baret Sebut Tatu-Pandji Terbukti, Tak Mau Coba-coba

HUKUM & KRIMINAL

278 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja di Tol Tangerang-Merak
365 dibaca
Duh, Bocah 13 Tahun di Pontang Dicabuli Ayah Tirinya

PERISTIWA

331 dibaca
Simulasi, Polisi Tangani Gangguan Pilkada Kabupaten Serang
2414 dibaca
Ustadz di Pontang Meninggal Dunia Saat Menyembelih Hewan Kurban

EKONOMI & BISNIS

182 dibaca
Shopee Ikut Serta dalam ASEAN Online Sale Day 2020
216 dibaca
Atasi Kelangkaan LPG Melon, Pertamina Gerak Cepat
Top