IBC, Lebak - Resep suksesnya pelaksanaan Pilkada Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali tahun 2016 lalu nampaknya mulai terkuak. Soalnya, salah satu item yang menjadi bagian penting pada pelaksanaan Pilkada adalah pengamanan yang dilakukan oleh Kepolisian dan dibantu TNI dianggap sebagai salah satu faktor yang ikut andil dalam lancarnya proses Pilkada pada saat pra tahapan, pelaksanaan sampai dengan pelantikan nanti.
Namun di balik semua itu, ada yang mencolok serta mendapatkan sorotan dari peserta kunjungan kerja asal Kabupaten Lebak. Lantaran, pada saat Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Made Joni memaparkan resep jitu pengamanan Pilkada yang dilakukan oleh kepolisian dan dibantu oleh TNI ternyata menghabiskan anggaran yang cukup besar.
Mengingat, kata Kabag Ops, unsur kepolisian diberikan kucuran dana hibah dari Pemda Buleleng sebesar Rp14 Miliar, dan Rp2,6 Miliar untuk TNI. “Kami 24 jam selama lima bulan selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat Buleleng agar tertib dan menghindari pelbagai macam kegiatan yang dapat membuat suasana tidak kondusif," kata Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Made Joni, ketika memberikan pemaparan pada acara kunjungan kerja KPU Lebak ke KPU Buleleng yang berlangsung di aula KPU Buleleng pada Jumat-Sabtu, 25-26 Agustus 2017.
"Tentu saja hal tersebut sudah menjadi tugas kami sebagai aparat keamanan, namun dibalik semua itu kami pihak keamanan diberikan hibah dana pengamanan sebesar Rp14 miliar untuk kepolisian, dan Rp2,6 Miliar untuk back up keamanan yang dilakukan oleh unsur TNI dari Kodim 1609 Buleleng," papar kabag ops.
Tentu saja, mendengar besaran anggaran yang diperuntukan bagi pengamanan Pilkada Kabupaten Buleleng tersebut membuat peserta kungker asal Lebak menjadi kebingungan. Lantaran, di Lebak, pemerintah daerah hanya mengalokasikan dana untuk keamanan sebesar Rp700 juta.
Bahkan Wakil Ketua DPRD Lebak, HM Yogi Rahmat, meminta kepada KPU dan pemerintah daerah agar mau mendorong untuk mengalokasikan dana tambahan untuk pengamanan. Mengingat luas wilayah Kabupaten Lebak lebih besar dari pada Kabupaten Buleleng.
“Ini sangat penting, mengingat betapa pentingnya keamanan bagi semua pihak. Apakah ada kemungkinan bagi pemerintah daerah untuk menambah anggaran untuk keamanan Pilkada Lebak,”kata Yogi dengan nada tanya.
Sementara Alkadri, Asisten daerah (Asda) 1 Pemkab Lebak pada kesempatan itu berjanji akan menyampaikan laporan kepada Bupati terkait hasil kunjungan ke KPU Buleleng, termasuk soal anggaran pengamanan.
”Kita akan sampaikan kepada Bupati apapun hasil kunjungan ini, termasuk soal anggaran pengamanan, apakah perlu adanya tambahan. Semua itu kita laporkan,”kata Alkadri.