IBC, Serang- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Bazary Syam, mengakui rencana pembangunan asrama haji tidak ada perkembangan. Hal itu disebabkan oleh masalah klasik yaitu belum adanya lahan untuk membangun gedung bagi calon tamu Allah tersebut.
Namun, pihaknya tetap akan memprioritaskan pembangunan yang diwacanakan sejak tahun 2011 silam itu. Menurutnya, keberadaan asrama haji sangat dibutuhkan mengingat jumlah jemaah haji asal Provinsi Banten lebih banyak dibandingkan daerah lain seperti DKI Djakarta dan Provinsi Lampung yakni 9.618 orang, sedangkan Lampung dan DKI hanya mencapai 7.000-an.
“Itu yang menjadi PR lama bagi Pemerintah Provinsi Banten dan Kementrian Agama. DKI Jakarta itu hanya 7000 lebih jamaahnya tapi mereka mempunya asrama, Lampung tidak nyampe 700 tetapi mempunyai asrama haji translit di Bandar Lampung, kita mempunyai jamaahnya lebih dari kedua provinsi itu tetapi Provinsi Banten tidak mempunyai asrama. Persoalannya kita ini kesulitan pengadaan tanah atau lahan,” kata Bazary Syam saat dihubungi IBC, Minggu 3-September-2017.
Bazary menuturkan, sampai saat ini, Pemerintah Kota Tangerang tidak bisa memastikan apakah tersedia atau tidak lahan untuk pembangunan asrama tersebut. Untuk itu, ia juga terbuka kepada daerah lain turut serta dalam menyediakan lahan untuk pembangunan asrama haji. Namun, tanah itu harus dihibahkan terlebih dahulu kepada pihaknya. Idealnya, ujar dia, memang harus dibangun di daerah Kota Tangerang agar pemberangkatan ke Bandara lebih cepat.
“Asrama ini tingkat provinsi, sebenarnya di manapun asrama haji itu harus dipakai oleh jemaah provinsi. Kalau di Kota Serang ya kita setuju, karena Ibu Kota Provinsi, kenapa harus dipersoalkan dari Tangsel Ke Serang atau dari Kota Tangerang ke Serang? ini bukan persoalan sepakat atau tidak sepakat yang jelas Pemkot Serang ini sudah siap belum, ready menyiapkan tanahnya secara utuh karena tanah itu harus diserahkan ke Kemenag,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Gubernur Banten, Wahidin Halim-pun sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenag mengenai realisasi pembangunan asrama haji yang ditaksir bakal menyedot anggaran lebih dari 1 triliun tersebut.
“Sebenarnya, target 2017 kita sudah ada action tapi malah begini, 2017 ini targetnya ada progress report. Kalau angaran dari Kemenag secukupnya kalau nembus 1 triliun mungkin ia apalagi ratusan milyar,” tuturnya.
Sebelumnya, Kemenag Kota Serang, Machdum Bachtiar menginginkan Kota Serang menjadi lokasi dibangunnya Asrama Haji Banten. Menurutnya, setiap daerah atau provinsi memang diperkenankan untuk memiliki asrama haji untuk transit ribuan jamaah haji asal Provinsi Banten.
Jika disepakati oleh pihak Kanwil Kemenag Banten dan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Banten bahwa Kota Serang menjadi lokasi dibangunnya gedung tersebut, ujar Machdum. Maka tekhnisnya adalah seluruh calon jemaah haji asal Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) bisa langsung berangkat ke Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta. Sedangkan, Jemaah asal Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak transit di Asrama Haji Banten.
“Makannya ini domainnya gubernur yang punya wilayah untuk mengajukan ke Kemenag, saya setuju sekali misalkan tempatnya belakang Gedung DDLAJ Serang, dulu kan rencannaya mau disitu,” kata Machdum kepada IBC, ditemui di Kantornya di Ciwaru Kota Serang, Jumat 4 Agustus 2017 lalu.
Ia menegaskan, Kota Serang siap jika disepakati oleh semua daerah untuk menjadi tempat dibangunnya tempat istirahatnya bagi tamu Allah tersebut. Ia menuturkan, pembahasan mengenai asrama haji sudah pernah dibahas termasuk oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten. Bahkan, Wali Kota Serang, ujar pria berkacamata ini, sudah menyepakati dan mempersilahkan jika pembangunan asrama haji ada di Kota Serang.
“Yang saya tahu memang ini pernah dibahas juga oleh Ketua Harian LPTQ, tapi karena itu masih rumor, ini bisa ditanyakan langsung ke Gubernur Banten,” Ucapnya.