lBC, Serang - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumi mengunjungi rumah singgah pasien miskin yang didirikan relawan FESBUK BANTEN News (FBN) kawasan Tegal Padang, Gelatik, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang pada Selasa, 26 Februari 2019.
Dalam kunjungan tersebut Andika diterima oleh relawan FBN, Lulu Jamaludin, Bogar dan Bule, serta disuguhi kopi pahit , gemblong dan gegodoh.
Kedatangan Andika ke pembangunan rumah singgah tersebut selain untuk melihat perkembangan pembangunan, juga akan membantu relawan melanjutkan pembangunan yang direncanakan tiga lantai. Saat ini rumah singgah baru satu lantai .
Dalam kesempatan tersebut, selain akan membantu pembangunannnya, Andika juga mengapresiasi niatan FBN mendirikan rumah singgah untuk pasien warga miskin.
"Insya Allah , selain akan membantu untuk melanjutkan pembangunan, juga akan membantu memberikan peralatan, perahu karet dan kendaraan untuk membantu warga miskin," ujar Andika.
Lulu Jamaludin Pendiri Relawan FBN mengatakan bahwa dengan dilakukannya pembangunan rumah singgah untuk pasien miskin ini berangkat dari kepedulian terhadap keluarga pasien miskin yang tidak memiliki tempat tinggal selama mengantarkan pasien berobat.
Sedangkan terkait kedatangan Wagub Banten, Andika Hazrumy, Lulu menilai suatu langkah kemajuan ada pejabat mau mengunjungi rumah singgah pasien miskin. Berarti ada kepedulian juga kepada warga miskin.
Lulu juga mengatakan, rumah singgah untuk keluarga pasien miskin ini diakui baru ada di Banten, khususnya di Serang. Rumah singgah pasien miskin ini dibangun di atas lahan milik warga yang rela menghibahkan tanahnya untuk rumah singgah bagi keluarga pasien miskin.
Rumah singgah pasien miskin dibangun di atas lahan seluas 170 meter persegi. Luas bangunan rumah singgah 145 meter dengan dua lantai ini memilki 4 kamar untuk 4 anggota keluarga pasien miskin dengan satu ruangan gudang untuk menyimpan buferstok bantuan bencana alam dan garasi satu unit ambulance. "Proses pembangunanya sudah 25 persen," kata Lulu Jamaludin.
Rumah singgah pasien miskin yang diinisiasi oleh relawan FBN ini dibangun dari dana donatur yang peduli terhadap pasien miskin.
Selama ini menurut Lulu, belajar dari pengalaman selama belasan tahun mendampingi pasien miskin, warga miskin yang berobat hampir sebagian besar tidak langsung ditangani oleh rumah sakit. Hal ini yang menyebabkan pihak keluarga sangat tidak mungkin untuk kembali kekampung.
“Dengan adanya rumah singgah untuk keluarga pasien miskin, setidaknya dapat dimanfaatkan oleh keluarga si pasien untuk melepas lelah dan menunggu pasien dapat penanganan rumah sakit,"tuturnya.