lB, Lebak - Mengisi liburan Hari Raya Idhul Fitri 1438 Hijriyah tidak harus pergi ke pantai atau tempat tempat wisata saja. Namun, bagi warga Kampung Gunung Kidul, Desa Gunung Kencana, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, mengisi waktu liburan juga dapat dijadikan ajang untuk bersilaturahmi dengan warga setempat, serta menggunakan media permainan yang sangat sederhana dan tidak menghambur hamburkan biaya yang banyak.
Caranya pun cukup unik dan sederhana, masyarakat melalui ketua RT setempat selaku penanggung jawab menggelar berbagai perlombaan permainan rakyat yang kini hampir tidak lagi dilirik oleh masyarakat luas lantaran tergerus kemajuan zaman, karena seluruh jenis permainan dilakukan melalui gadget.
Menurut Ketua RT setempat, Suherman, setiap tahun jika memasuki liburan Idul Fitri, pihaknya menggelar berbagai perlombaan permainan rakyat semisal panjat pinang, tarik tambang, balap karung, adu panco, lomba makan kerupuk dan lain lain.
Kata dia, berbagai jenis perlombaan rakyat tersebut dirasakan cukup epektif untuk memupuk tali silaturahmi antar warga. Hal tersebut terlihat dari tingkat partisipasi peserta yang berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa.
"Masyarakat disini selalu mengisi liburan Idul Fitri dengan menggelar berbagai macam perlombaan permainan rakyat. Hal tersebut cukup epektif untuk menjalin tali silaturahmi antar warga, terbukti mulai dari anak anak sampai dengan orang dewasa berbaur tanpa ada sekat, serta di selingi canda tawa,"kata Suherman, kepada wartawan pada Senin, 26 Juni 2017.
Suherman menambahkan, dilaksanakannya perlombaan permainan rakyat tersebut juga sekaligus dijadikan ajang untuk melestarikan permainan rakyat milik warga Indonesia. Lantaran, di era glonalisasi saat ini, permainan rakyat tersebut kalah bersaing dengan permainan yang berasal dari komputerisasi atau gadget.
"Selain ajang tahunan, kita juga mencoba untuk melestarikan permainan rakyat yang kini makin termarjinalkan,"kata dia lagi.
Yaya Suharya, tokoh pemuda setempat menambahkan, jika seluruh hadiah yang diperebutkan juga berasal dari iuran masyarakat. Jadi, perlombaan ini sipatnya dari masyarakat untuk masyarakat. [Akew]