Rabu, 14 November 2018

Irnawati, Penerima Jamsosratu Ini Produksi Wedang Jahe Instan

Irnawati dan suami Ruhiyat.[Foto Istimewa]
Selasa, 10 Jul 2018 | 21:07 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

lBC, Serang - Irnawati seorang ibu rumah tangga istri dari, Ruhiyat tercatat sebagai penerima bantuan Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Sosial (Dinsos) yakni Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu). Irnawati warga Kampung Soge RT 012 RW 004, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang mendapatkan bantuan Jamsosratu sejak tahun 2016-2018.

Dengan memanfaatkan waktu, Irnawati kini bisa memproduksi Wedang Jahe Instan. Awalnya, Irnawati mengikuti proses belajar membuat produk jahe emprit sejak tahun 2018. Dengan semangat belajar dan berusaha untuk membangun usaha kecil, Irnawati mengikuti pelatihan pengemasan pada bulan Mei 2018 di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten.

Meski tidak adanya bantuan modal, hanya bantuan keterampilan packing yang diperoleh dan pembinaan manajemen. Produk jahe emprit hasil produksi Irnawati saat ini, aktif sebagai binaan di Dinkop dan UMKM Kabupaten Tangerang.

Kepala Seksi (Kasi) Jamsoskel pada Dinsos Provinsi Banten, Budi Darma mengaku merasa bangga dan sangat bahagia melihat adanya kemauan dan kemampuan penerima manfaat jamsosratu untuk berusaha bangkit dari keterpurukan.

“Semoga Ibu Irnawati menjadi motivator bagi penerima program jamsosratu untuk maju dan bekerja keras menjadi pelaku usaha yang sukses di masa depan,” kata Budi Darma di Kota Serang pada Selasa, 10 Juli 2018.

Berdasarkan hasil wawancara pihaknya dengan Irnawati, sebut Budi Darma, bahwa wedang jahe instan dipasarkan jika ada pesanan sehingga belum setiap hari memproduksinya.

“Untuk perbungkusnya 1 ukuran 100 gram Rp10 ribu, 500gram Rp50 ribu. Masih baru dan mulai dipasarkan melalui media sosial WA (Whatsapp) dan facebook. Biasa terjual yang 100 gram 10 dalam sebulan, yg 500 gram 5 bungkus aja,”terangnya.

“Setidaknya ini membuktikan bahwa perubahan mindset ini ada berkat program (jamsosratu) ini, seperti diketahui bersama bahwa bantuan sejenis baik itu jamsosratu maupun PKH memang salah satunya bertujuan untuk merubah mindset warga kurang mampu penerima manfaat untuk bangkit dari keterpurukan,”papar Budi Darma.

Diketahui, Program Jamsosratu sampai 2017 besarannya yakni Rp2,25 juta/pertahun diberikan 3 kali dalam setahun. Pada tahun 2018 ini mengalami penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah jadi Rp1.665.000/pertahun.

Budi Darma menambahkan, bahwa Irnawati yang memiliki satu buah hati bernama, Rasya Putra 9 tahun saat ini tengah menimba ilmu Kelas IV di SDN Renged II Desa Renged. Rasya Putra juga tercatat sebagai siswa yang berprestasi selalu menduduki rangking ke dua dan ketiga di kelasnya.

“Anak-anaknya juga pintar dan termotivasi oleh syarat-syarat program yang mewajibkan anak-anak penerima manfaat rajin bersekolah,”tutur pria berkacamata dan murah senyum ini.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Didi Rosadi
Bagikan:

KOMENTAR

Irnawati, Penerima Jamsosratu Ini Produksi Wedang Jahe Instan

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

75 dibaca
APBD Banten Tahun 2019 Ditarget Menyentuh Rp12,31 Triliun
237 dibaca
Puluhan Pejabat Fungsional Pemprov Banten Dilantik
1032 dibaca
Perintah Perpres 16/2018, LPSE Dibentuk dalam Satu Badan/Dinas

POLITIK

267 dibaca
Caleg Golkar Dilarang Saling Menjelekkan dan Menjegal
211 dibaca
Dikukuhkan, Karya Nyata ICMI Ditunggu Masyarakat Banten
290 dibaca
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS

HUKUM & KRIMINAL

68 dibaca
Meresahkan, Tiga Warga Lebak Tersangka Curanmor Diringkus
248 dibaca
Di Pandeglang, Seorang Anak Bacok Ibu Tirinya Hingga Meninggal
636 dibaca
Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Petir Ditangkap

PERISTIWA

107 dibaca
Melalui ARDEX-18, Provinsi Banten Siap Atasi Dampak Bencana
1193 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
1782 dibaca
Di Waringinkurung, Polisi dan TNI Ini Kompak Gotong Keranda Mayat

EKONOMI & BISNIS

148 dibaca
Andika Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten
106 dibaca
Selama Oktober 2018, Nilai Tukar Petani di Banten Alami Kenaikan
Top