IBC, Cilegon - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali melakukan kunjungan ke Provinsi Banten. Kali ini Presiden ke 7 ini menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke-93 Al-Khairiyah diKecamatan Citangkil, Kota Cilegon pada Jumat, 11 Mei 2018.
Presiden tiba di Al-Khairiyah sekitar pukul 11.12 WIB didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin dan langsung disambut oleh Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali Mujahidi. Hadir juga pada kunjungan presiden ini Menteri Agama Lukmah Hakim Syaifudin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariyadi, Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, para ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.
Presiden Jokowi beristirahat sejenak di salah satu ruangan untuk bersantap bersama pengurus Al-Khairiyah dan sejumlah ulama. "Assalamualaikum,” ujar Jokowi menyapa ulama yang menyambutnya sambil menebar senyum.
Sebelum menghadiri acara Harlah Al-Khairiyah, Presiden melaksanakan salat Jumat berjemaah di masjid An-Najah yang berada di Kawasan Kampus Al-Khairiyah.
Saat bersilaturahmi dengan para ulama, Presiden mengingatkan masyarakat Indonesia untuk saling menjaga persatuan dan menghilangkan rasa kebencian, terutama jelang perhelatan pilkada serentak 2018, pendaftaran Capres-cawapres pada Agustus mendatang dan Pemilu 2019.
Dihadapan ribuan masyarakata yang hadir, Presiden menyampaikan Indonesia memiliki 263 juta jiwa yang tinggal di 17 ribu pulau, dengan 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, 524 kabupaten dan kota, hingga 34 provinsi.
“Kita lupa kalau kita ini saudara, yang seharusnya Islamiyyah nya kita perkuat. Insya Allah, sampai kiamat, kita akan bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat untuk saling menjaga persatuan dan menghilangkan kebencian jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.
"Mari kita sadari bersama-sama, kita ini saudara sebangsa setanah air. Beda pilihan silakan, karena ini pesta demokrasi. Jangan sampai karena beda pilihan, jangan sampai kita retak atau tidak saling menyapa antar tetangga," katanya.[SubagLiputan]