IB, Cilegon -- Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Banten meningkatkan kesiagaan cuaca buruk yang melanda kawasan perairan Selat Sunda sejak tiga hari terakhir. Terlebih, cuaca buruk berdampak pelayaran Merak-Bakauheuni menjadi terganggu.
Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, Kepala Basarnas Banten, Hairoe Amir Abyan mengatakan pihaknya terus meningkatkan pengawasan khususnya di wilayah perairan. “Kondisi cuaca memang sedang tidak stabil, puncaknya dikabarkan akan terjadi pada Februari ini hingga awal Maret. Sampai saat ini masih relatif aman, belum ada laporan insiden di perairan,” ujarnya kepada wartawan kemarin.
Heru menambahkan, untuk mengetahui langsung mengenai adanya potensi bahaya di perairan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Banten.
Sementara itu Humas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Mario Sardadi Oetomo mengatakan, cuaca buruk yang terjadi belakangan ini sudah berdampak pada sulitnya kapal untuk sandar dan melakukan aktivitas bongkar muat di dermaga.
“Saat ini kapal roll on-roll of (ro-ro) sulit bersandar mau pun lepas sandar akibat derasnya arus laut disertai angin kencang. Kami sudah minta kepada semua nahkoda kapal agar waspada menghadapi cuaca buruk seperti ini," ungkapnya pada Sabtu, 4 Februari 2017.
Meskipun kondisi cuaca yang tidak bersahabat, lanjutnya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak masih tetap mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya.
"Untuk jumlah kapal yang kita operasikan saat ini sebanyak 27 unit dan lima dermaga yang ada juga dioperasikan semua. Tapi, kalau cuaca terus memburuk, tidak menutup kemungkinan dermaga IV dan V kita tutup atau tidak dioperasikan sementara," jelasnya.
Adanya cuaca buruk di perairan Selat Sunda, juga berimbas terhadap proyek pembangunan dermaga VI pelabuhan Merak yang hingga saat ini masih terus berlangsung. Proyek yang sudah menelan anggaran APBN melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sekitar Rp168 miliar itu diproyeksi akan rampung pada Februari tahun ini.
PT ASDP meyakini, proyek yang digarap oleh PT Cemerlang Samudra Kontrindo (CSK) itu akan tuntas sesuai dengan jadwal pekerjaan. “Kalau tidak selesai sesuai dengan kontrak kerja, kita akan kenakan penalti ke PT CSK. Tapi kita lihat nanti. Karena sebelumnya mereka katakan progress pekerjaannya agak telat karena faktor cuaca juga,” kata Mario.
Adanya pengaruh cuaca terhadap proyek pembangunan Dermaga VI dibenarkan oleh Yusuf, selaku Pengawas Lapangan PT CSK. Ia mengatakan, dampak cuaca buruk yang tengah terjadi saat ini berpengaruh pada keberlangsungan pekerjaan.
“Cuaca ini memang sangat berpengaruh, apalagi disini (arah proyek dermaga VI) tidak ada break water. Kita akhir Februari itu jadwalnya diminta untuk tes sandar dermaga saja. Jadi kalau total (rampung) tidak. Meski saat ini pembangunan Dermaga VI Pelabuhan Merak sudah mencapai 70 persen. Tapi, yang menjadi kendala itu adalah kondisi cuaca buruk, sehingga pengerjaannya menjadi terganggu. Saya hanya berharap, mudah-mudahan selesai sesuai dengan target,” tuturnya.