Jumat, 07 Mei 2021

Bahaya Jika Remaja Kegemukan dan Obesitas

[Foto Istimewa]
Selasa, 15 Mei 2018 | 19:04 WIB - Gaya Hidup

lBC, Jakarta - Kegemukan dan obesitas menjadi salah satu masalah yang timbul pada remaja. Hal ini dapat menimbulkan penyakit tidak menular yang sangat serius.

Pola makan remaja yang tergambar dari data Global School Health Survey tahun 2015, antara lain: Tidak selalu sarapan sekitar 65,2 persen, sebagian besar remaja kurang mengonsumsi serat sayur buah, sekitar 93,6 persen dan sering mengkonsumsi makanan berpenyedap 75,7 persen.

"Selain itu, remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life, sehingga kurang melakukan aktifitas fisik 42,5 persen. Hal-hal ini meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas," ujar Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Masih menurutnya, obesitas meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoporosis dan lain-lain yang berimplikasi pada penurunan produktifitas dan usia harapan hidup.

"Pada prinsipnya, sebenarnya obesitas remaja dapat dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan dan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak melakukan aktivitas fisik, hindari stres dan cukup tidur," tambahnya.

Dalam paparannya, dia menegaskan bahwa seluruh masyarakat perlu memahami pentingnya gizi untuk kesehatan dalam setiap siklus kehidupan, karena gizi adalah investasi bangsa.[lnilahcom]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Bahaya Jika Remaja Kegemukan dan Obesitas

BERITA TERKAIT

hut cilegon pa aef

INILAH SERANG

14 dibaca
Lagi, Polres Serang Ringkus Pengguna dan Pengedar Sabu

HUKUM & KRIMINAL

14 dibaca
Lagi, Polres Serang Ringkus Pengguna dan Pengedar Sabu

POLITIK

247 dibaca
Dinilai Sudah Tak Sehat, Pengurus Bapera Tangsel Membubarkan Diri

PENDIDIKAN

246 dibaca
Pemkab Serang Mulai Pembelajaran Tatap Muka Dimasa Pandemi
Top