Kamis, 18 April 2024

HMI Laporkan Dugaan Korupsi Sejumlah Proyek di Dindikbud Banten ke Kejati

Massa HMI Badko Jabodetabeka-Banten saat di depan gerbang kantor Kejati Banten Pal empat Kota Serang pada Kamis, 2 Mei 2019.[Foto InilahBanten]
Jumat, 03 Mei 2019 | 13:37 WIB - Banten Hukum & Kriminal

lBC, Serang – Sejumlah massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Sejabotabeka-Banten mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten di jalan Serang-Pandeglang Pal Empat Kota Serang. Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan korupsi sejumlah proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten dengan nomor surat 056/B/SEK/08/1440.

 

Adapun sejumlah proyek tersebut yakni, pengadaan komputer tahun APBD 2017 dan tahun APBD 2018 di Dindikbud Provinsi Banten. Proyek pembebasan 9 titik lahan untuk membangun USB (unit sekolah baru) SMKN dan SMAN tahun APBD 2017 di Dindikbud Provinsi Banten. Kemudian proyek Pengadaan komputer UNBK tahun 2017.

 

Koordinator aksi, Aliga Abdillah memaparkan, bahwa dalam Dana Alokasi Khusus-DAK (bersumber dari APBN) tahun 2017 terdapat anggaran untuk Pengadaan Komputer UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) sebesar Rp25.000.000.000,- (dua puluh lima milyar rupiah). “Rencananya anggaran tersebut diberikan kepada Bidang SMA dan Bidang SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Banten,” tulis Aliga dalam surat laporan tersebut pada Kamis, 2 Mei 2019.

 

Sementara untuk engadaan komputer UNBK tahun 2018, lanjut Aliga, bahwa pada APBD Banten Tahun 2018, di Dinas Pendidikan Provinsi Banten terdapat anggaran Pengadaan Komputer UNBK senilai Rp25.000.000.000,- (dua puluh lima milyar rupiah). “Dana sebesar itu untuk pengadaan 100 paket (2.000 unit komputer, merek ASUS),”urainya.

 

Sedangkan untuk pengadaan lahan SMAN/SMKN tahun 2017, bahwa pada APBD tahun 2017, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten terdapat anggaran Belanja Modal dan Belanja Barang/Jasa Pengadaan Lahan untuk pembangunan Unit Sekolah Baru - USB SMAN dan SMKN sebesar Rp.40.000.000.000,- (empat puluh milyar rupiah) dan Rp.868.500.000,- (delapan ratus enam puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah). “Semua dugaan korupsi di Dindikbud Banten sudah semua kami masukan dalam laporan pengaduan ke Kejati Banten,”tegas Aliga yang juga Wasekum Bidang Eksternal Badko HMI Kabodetabek-Banten.

 

Sebelumnya puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi (HMI Badko) Jabodetabek-Banten kembali melakukan aksi unjukrasa di depan gerbang utama Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug Kota Serang pada Kamis, 2 Mei 2019. Dalam aksi bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), ada empat tuntutan yang di suarakan mahasiswa.

 

Koordinator aksi Aliga Abdillah mengatakan, ke empat tuntutan tersebut yakni pertama, Wahidin Halim dan Andika Hazrumi out! karena telah gagal menepati janji politiknya terhadap masyarakat Banten. Kedua usut tuntas dugaan keterlibatan Wahidin Halim dan kroni - kroninya yang ter-indikasi tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

 

"Ketiga tangkap dan adili mafia pendidikan era WH-Andika di Provinsi Banten. Dan  ke empat tolak segala bentuk nepotisme dalam upaya membentuk dinasti politik di Banten,” tegas Aliga disela-sela aksinya.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

HMI Laporkan Dugaan Korupsi Sejumlah Proyek di Dindikbud Banten ke Kejati
aulmummc zf

INILAH SERANG

1260 dibaca
Pemkab Serang jadi Pilot Project Arsitektur SPBE Nasional

HUKUM & KRIMINAL

2101 dibaca
Ratusan Hektar Tanah di KEK Tanjung Lesung Disoal

POLITIK

1747 dibaca
Kesbangpol Kabupaten Serang Deteksi Dini Kerawanan Jelang Pemilu
Top