IB, Merseyside - Sebelum Tom Hicks dan George Gillet mundur dari jajaran manajemen Liverpool keduanya diketahui sempat menawarkan penjualan mayoritas saham The Reds kepada bos Microsoft, Bill Gates.
Informasi tersebut terungkap dalam sebuah dokumen terkait advokasi hukum antara sebuah perusahaan bernama Mill Financial dan Gill serta Royal Bank of Scotland.
Hicks dan Gillet sepakat untuk menjual Liverpool pada April 2010 lalu saat mereka tak mampu membayar pinjaman yang dipakai untuk membeli klub asal Merseyside tersebut pada 2007.
Barclays Capital ditunjuk sebagai pihak berwenang untuk mencari pembeli potensial. Dari sinilah diketahui ada dokumen yang dikeluarkan oleh New York County Supreme Court mengenai upaya Hicks dan Gillet mendekati Bill Gates untuk mengakuisisi mayoritas saham Liverpool.
Menurut Sir Martin Broughton yang merupakan salah satu jajaran manajemen klub Liverpool penawaran kepada taipan asal Amerika Serikat itu serta Bob Kraft merupakan pilihan terakhir terbaik. Ia pun mendukung rencana Hicks dan Gillet.
Sayangnya, Bill Gates dan Kraft menolak tawaran dari Hicks dan Gillet untuk membeli Liverpool. Mereka memilih menginvestasikan uang di industri komunikasi. Setelah itu, Barclays Capital sempat menjajaki penjualan Liverpool kepada investor asal Hong Kong dan Norwegia.
New England Sports Ventures yang dikenal sebagai Fenway Sports Group akhirnya menjadi investor baru The Reds. Mereka membeli Liverpool dengan nilai 300 juta Pounds (5 triliun Rupiah) pada Oktober 2010.
Sumber: ESPN