Selasa, 13 November 2018

XL Axiata Terus Fokus Implementasikan Strategi 3R

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini. [Foto Ist]
Kamis, 01 Nov 2018 | 17:31 WIB - Teknologi

lBC, Serang - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih pertumbuhan pendapatan yang positif di kuartal ke-3 tahun ini, tumbuh 6% dibanding kuartal sebelumnya. Pada saat yang sama juga berhasil meningkatkan daya tarik lebih pada layanan Data. Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan layanan Data yang meningkat sebesar 6% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pendapatan layanan data tersebut menjadi penyumbang terbesar pada total pendapatan layanan XL Axiata saat ini, yaitu sebesar 80%, meningkat dari 71% pada kuartal yang sama tahun lalu. Persentase ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pencapaian secara industri. Pencapaian ini juga membuat XL Axiata mampu mengatasi dampak negatif dari penurunan layanan “legacy” SMS dan percakapan secara lebih baik daripada operator lain. Di kuartal ke-3 ini pula, EBITDA juga mampu meningkat 9% QoQ dengan marjin naik menjadi 37%, didorong oleh peningkatan pada pendapatan dan efisiensi biaya.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, strategi transformasi yang kami implementasikan telah membantu membangun bisnis yang lebih kuat, yang tercermin pada kinerja positif hingga saat ini. XL Axiata masih mampu untuk meningkatkan kinerja perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.

“Meskipun semester 1 tahun ini cukup berat, kami tetap mampu meningkatkan pendapatan di kuartal ke-3 ini sebesar 6% dibandingkan kuartal sebelumnya,”ujarnya melalui siaran pers pada Kamis, 1 November 2018.

Menurut Dian, sepanjang kuartal ke-3 ini, XL Axiata telah menyesuaikan tarif layanan data secara berhati-hati, antara lain dengan cara mengurangi diskon, komisi, dan beberapa elemen yang mempengaruhi tarif lainnya. Setelah pelaksanaan kewajiban registrasi kartu prabayar dan periode persaingan harga yang ketat di semester pertama tahun ini, terlihat adanya ruang untuk lebih menyehatkan kondisi industri, sehingga memungkinkan XL Axiata untuk menaikkan tarif secara selektif.

Sampai dengan periode 9 bulan di tahun 2018 ini, XL Axiata mencatat total pendapatan sebesar Rp 16,9 triliun. Pencapaian total pendapatan ini relatif sama dengan pencapaian di periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk neraca, XL Axiata tetap kuat dengan utang bersih terhadap EBITDA di 1.5x.

Konsumsi data dan penetrasi smartphone meningkat pesat

Menurut Dian, pencapaian XL Axiata sepanjang 9 bulan tahun ini merupakan hasil langsung dari proposisi yang kuat atas produk layanan Data melalui strategi dual brand, yang didukung oleh investasi secara berkelanjutan pada jaringan. Perpaduan kedua hal ini terbukti mampu meningkatkan manfaat dan pengalaman penggunaan layanan data XL Axiata yang lebih baik, serta meningkatkan monetisasi data di pasar.

Strategi dual-brand, dengan merek XL dan AXIS, berhasil mengatasi segmen pasar yang terdiferensiasi melalui penawaran produk layanan Data yang inovatif dan menarik. Kombinasi monetisasi Data ini mampu menghasilkan kinerja yang kuat selama kuartal ini.

Pada kuartal ketiga ini, produk XL meraih sukses melalui penawaran paket bundling smartphone 4G Xtream Ultima. Produk ini mampu meningkatkan adopsismartphone dan di saat yang sama juga mendorong penggunaan data. Sementara itu pada AXIS, ada program penambahan kuota gratis untuk akses ke layanangames dan streaming musik melalui paket 4G Owsem Bronet.

Pada layanan pascabayar, XL Prioritas juga berhasil meningkatkan daya tarik melalui programShopping Point yang mempermudah pelanggan untuk mendapatkan paket bundling dengan smartphone atau gadget pilihan.

Keberhasilan dalam penawaran berbagai produk tersebut tak bisa dilepas dari dukungan kinerja jaringan data yang kuat. Untuk memperkuat jaringan data ini, XL Axiata terus melanjutkan program investasi jaringan guna meningkatkan pengalaman penggunaan layanan data bagi pelanggan.

Hasilnya, jaringan 4G XL Axiata sekarang telah menjangkau 387 kota/kabupaten di berbagai penjuru wilayah di Indonesia dengan lebih dari 28.000 BTS 4G. Jaringan Data juga ditopang oleh lebih dari 50.000 BTS 3G. Jumlah total BTS XL Axiata kini lebih dari 116.000 BTS.

Fokus perluasan jaringan data ini termasuk juga ditujukan ke wilayah luar Pulau Jawa.  Peningkatan investasi di luar Jawa ini terus berlanjut dan kini sudah terasa hasilnya, yaitu terus meningkatnya trafik pemakaian dan juga pertumbuhan pendapatan di wilayah luar Jawa, yang selanjutnya berkontribusi signifikan terhadap kinerja kuat XL Axiata.

Dengan dukungan jaringan data yang semakin kuat dan penawaran program-program data yang menarik, penetrasi smartphone XL Axiata telah meningkat 8 poin persentase menjadi 78% pada akhir periode 9 bulan tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini berarti, XL Axiata terus berhasil meyakinkan masyarakat untuk menggunakan produk XL Axiata guna mendapatkan layanan data yang benar-benar dibutuhkan. 

Saat ini XL Axiata memiliki total 53,9 juta pelanggan, di mana 42 juta pelanggan di antaranya merupakan pengguna smartphone. Jumlah pengguna smartphone ini meningkat 14% dari periode yang sama di tahun lalu. Adapun pelanggan XL Axiata yang aktif menggunakan layanan data saat ini juga telah mencapai 80% dari total pelanggan.

Pada periode 9 bulan ini, EBITDA turun 1% YoY menjadi Rp 6,2 triliun karena adanya pengeluaran yang lebih tinggi untuk biaya proses pendaftaran SIM prabayar. Meskipun demikian, EBITDA kuartal ketiga ini meningkat 9% QoQ seiring membaiknya  kondisi industri. XL Axiata juga mencatat kerugian sebesar Rp 145 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat laba sebesar Rp 238 miliar.

XL Axiata juga telah melakukan pembayaran kembali pinjaman bank sebesar Rp 1,5 triliun, pinjaman USD 50 juta, dan Rp 1.040 miliar untuk sukuk melalui kombinasi pendanaan kembali dan dana internal. Per 30 September 2018, semua pinjaman eksternal XL Axiata dalam USD sepenuhnya telah dilindungi (fully hedged) hingga jatuh tempo.

Selama periode 9 bulan ini, XL Axiata juga telah berhasil memenangkan beberapa penghargaan dalam ajang Frost & Sullivan 2018 Asia Pacific ICT Awards, termasuk sebagai “Penyedia Layanan Data Seluler Asia Pasifik 2018”, “Penyedia Layanan Data Seluler Tahun 2018 Indonesia”, dan “Penyedia Layanan Seluler Tahun 2018 Indonesia”.

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Google Hadirkan YouTube di Nintendo Switch
Senin, 12 Nov 2018 | 22:23 WIB
Google Hadirkan YouTube di Nintendo Switch
Disney , Layanan Video Streaming dari Disney
Minggu, 11 Nov 2018 | 11:05 WIB
Disney , Layanan Video Streaming dari Disney
Daftar 20 Smartphone Xiaomi yang Kebagian MIUI 10
Kamis, 08 Nov 2018 | 23:04 WIB
Daftar 20 Smartphone Xiaomi yang Kebagian MIUI 10
Di Masa Depan, Otak Manusia Nyaman Bisa Diretas
Kamis, 08 Nov 2018 | 05:47 WIB
Di Masa Depan, Otak Manusia Nyaman Bisa Diretas

KOMENTAR

XL Axiata Terus Fokus Implementasikan Strategi 3R

PEMERINTAHAN

235 dibaca
Puluhan Pejabat Fungsional Pemprov Banten Dilantik
1029 dibaca
Perintah Perpres 16/2018, LPSE Dibentuk dalam Satu Badan/Dinas
217 dibaca
Lokakarya, Pemprov Bahas Pengurangan Kawasan Kumuh di Banten

POLITIK

264 dibaca
Caleg Golkar Dilarang Saling Menjelekkan dan Menjegal
210 dibaca
Dikukuhkan, Karya Nyata ICMI Ditunggu Masyarakat Banten
290 dibaca
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS

HUKUM & KRIMINAL

146 dibaca
Di Pandeglang, Seorang Anak Bacok Ibu Tirinya Hingga Meninggal
632 dibaca
Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Petir Ditangkap
340 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara

PERISTIWA

106 dibaca
Melalui ARDEX-18, Provinsi Banten Siap Atasi Dampak Bencana
1183 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
1782 dibaca
Di Waringinkurung, Polisi dan TNI Ini Kompak Gotong Keranda Mayat

EKONOMI & BISNIS

80 dibaca
Andika Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten
102 dibaca
Selama Oktober 2018, Nilai Tukar Petani di Banten Alami Kenaikan
Top