Sabtu, 16 Januari 2021

Wow! Jumlah Pengidap Sakit Jiwa di Lebak Capai 830 Orang

Ilustrasi
Rabu, 22 Nov 2017 | 13:44 WIB - Lebak Kesehatan

IBC,  Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat  sebanyak 803 warga Kabupaten Lebak mengalami sakit jiwa yang diakibatkan oleh depresi, masalah ekonomi, dan paktor keturunan. Paktor depresi dan ekonomi pemicu terbesar orang mengalami sakit jiwa dari tingkat rendah sedang sampai berat, sedangkan karena paktor keturunan hanya sebesar 10 persennya.

“Dari 803 warga sakit jiwa, sebanyak 483 diantaranya dinyatakan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Sedangkan sisanya mengalami sakit jiwa ringan,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit tidak menular dan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaaten Lebak  Nana Suhana di ruang kerjanya, Selasa 21-November-2017 .

Menurut Nana, jumlah warga sakit jiwa di Kabupaten Lebak sebetulnya tidak hanya 803 orang tetapi lebih dari 1.000 orang.  Hal ini terjadi karena belum semua puskesmas menyerahkan laporannya.

“Dari 44, baru 34 puskesmas sudah masuk laporannya di bulan Oktober. Untuk yang lainnya masih menunggu,” katanya.

Dikatakan Nana, berdasarkan laporan dari 34 puskesmas dari jumlah 803 jiwa sebanyak 286 orang diantaranya menjalani perawatan lanjutan. Entah itu di puskesmas dan rumah sakit.

“Kemudian sebanyak 52 orang lainnya dipasung di bawah pengawasan puskesmas yang artinya secara berkala ditengok untuk diberikan obat. Dan sisanya lagi menjalani pengobatan kepada dukun dan alternatif,” katanya.

Pengobatan kepada dukun dan alternatif masih tinggi karen dari pihak keluarga menduga sakit jiwa diakibatkan gangguan jin dan setan.  Serta menganggap orang sakit jiwa itu sebagai aib.

“Padahal mereka itu bisa sembuh dengan medis tapi tentunya harus dibantu juga oleh keluarga. Tapi sayangnya dilapangan  banyak kasus keluarga menolak kedatangan ODGJ sudah menjalani perawatan di rumah sakit maupun panti rehab dengan alasan malu dan takut penyakitnya kumat lagi,” katanya.

Dikatakan Nana, penyebab pasien ODGJ kembali kumat sebetulnya dari kondisi lingkungan keluarga sendiri yang mengasingkan dan tidak merawatnya.

“Perlu diketahui pasien ODGJ itu sekalipun sudah sembuh masih membutuhkan perhatian dan rutin diberikan obat. Jangan sampai lepas karena secara medisnya selama belum sembuh total maka diharuskan minum obat seumur hidup,” katanya.

Selanjutnya Nana mengatakan, terkait penanganan ODGJ, dari Dinas Kesehatan Lebak sementara ini secara berkala memberikan obat serta merujuk pasien ODGJ ke rumah sakit jiwa. Selain itu memberikan pelayanan kesehatan jiwa gratis di seluruh puskesmas di Kabupaten Lebak.

“Dalam waktu dekat ini kita juga akan membentuk kader kesehatan jiwa di setiap desa. Untuk menjalankan tugas mendeteksi warga diduga mengalami gangguan jiwa,” katanya

 

Reporter: Fahdi Khalid
Redaktur: Akew
Bagikan:

KOMENTAR

Wow! Jumlah Pengidap Sakit Jiwa di Lebak Capai 830 Orang

BERITA TERKAIT

INILAH BANTEN

72 dibaca
HPN 2021 SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi
194 dibaca
Kapolda: Jadilah Polisi yang Empati, Mengayomi dan Dekat Dengan Rakyat

INILAH SERANG

45 dibaca
Bupati Tatu Beberkan Reaksi Pasca Divaksin
109 dibaca
Lakalantas Dua Truk di Tol Tangerang-Merak, Satu Meninggal Dunia

HUKUM & KRIMINAL

120 dibaca
Jokowi Minta Aparat Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM soal FPI
923 dibaca
Sejumlah Pejabat Polres Serang Dimutasi dan Promosi, Ini Daftarnya

POLITIK

123 dibaca
Partisipasi Masyarakat di Pilkades Diprediksi Tinggi
363 dibaca
Kapan Pelantikan Bupati-Wabup Serang Terpilih, Ini Penjelasan Ketua KPU

PENDIDIKAN

103 dibaca
Nadiem Makarim Bicara Korban Sriwijaya Air
241 dibaca
Tenaga Pengajar Berstatus ASN di Pandeglang Masih Minim
Top