Minggu, 24 Januari 2021

Waspada! Karyawan WFH Jadi Sasaran Empuk Peretas

Ilustrasi/Antara Foto
Kamis, 07 Jan 2021 | 20:55 WIB - Teknologi

lBC, Jakarta - Kebiasaan baru bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak luput dari incaran para peretas untuk mencuri informasi.

WFH populer sejak pandemi virus corona, karyawan di berbagai sektor industri diminta untuk bekerja dari rumah demi mengurangi penyebaran virus corona.

Perusahaan keamanan komputasi awan Trend Micro, dalam laporan "Turning The Tide", memprediksi kejahatan siber tahun 2021 ini menargetkan rumah untuk mencuri data.

"Saat mulai memasuki dunia pasca pandemi, tren kerja jarak jauh kemungkinan akan tetap digunakan di banyak organisasi. Kami memprediksi serangan yang menargetkan data dan jaringan perusahaan akan lebih agresif," kata Country Manager Trend Micro Indonesia, Laksana Budiwiyono, saat jumpa pers virtual, Kamis.

Keamanan jaringan di rumah berbeda dengan jaringan perkantoran, yang umumnya diproteksi tinggi oleh tim teknologi informasi (TI). Peretas sebenarnya berusaha mencuri data-data perusahaan, namun, seiring dengan popularitas WFH, target serangan beralih ke jaringan karyawan di rumah, tidak lagi menyerang langsugn ke perusahaan.

Semakin tinggi jabatan seseorang dalam suatu perusahaan, semakin tinggi pula risiko dia mengalami serangan siber. Tapi, bukan hanya pejabat yang berisiko menjadi target, para karyawan yang memegang data perusahaan, seperti bidang sumber daya manusia (SDM) juga berisiko.

Untuk itu, Laksana menyarankan tim TI perusahaan perlu melindungi para karyawan yang bekerja dari rumah, misalnya memberikan VPN agar bisa tersambung ke jaringan yang aman.

Perusahaan juga perlu meningkatkan kontrol terhadap keamanan mereka dan menggunakan prinsip "zero trust", mencurigai aktivitas yang tidak lazim.

Berkaitan dengan maraknya penggunaan aplikasi di masa pandemi, Trend Micro juga menyoroti API, yang bisa menjadi titik masuk ke jaringan perusahaan jika tidak dilindungi dengan baik.

API yang terekspos akan menjadi pintu masuk untuk mengakses data, kode sumber dan layanan back-end.

Laksana melihat peretas cepat beraksi begitu menemukan celah keamanan baru.

Selain mengenai WFH, pandemi COVID-19 juga dimanfaatkan peretas untuk melancarkan serangan siber. Salah satu hal yang banyak ditemui adalah menggunakan kata kunci "COVID-19" atau informasi yang berhubungan dengan virus corona, misalnya melalui email.

Begitu email dibuka, perangkat akan disusupi malware.

Trend Micro melihat serangan siber juga menargetkan sektor kesehatan dan pemerintahan karena saat ini memegang data-data penting.

Serangan siber juga membayangi sistem cloud, seperti pembajakan, kesalahan konfigurasi sampai mengambil alih server.

Laksana berpendapat selain memperkuat perlindungan selama WFH, karyawan juga perlu diberi pemahaman mengenai cara menjaga keamanan ketika bekerja dari rumah.[lnilahkoran]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Instagram Akui Reels Belum Bisa Samai TikTok
Minggu, 24 Jan 2021 | 05:48 WIB
Instagram Akui Reels Belum Bisa Samai TikTok
Yamaha R15 Tampil dengan 3 Warna Baru
Rabu, 20 Jan 2021 | 11:08 WIB
Yamaha R15 Tampil dengan 3 Warna Baru
WhatsApp Tunda Pembaruan Fitur Bisnis Hingga Mei
Senin, 18 Jan 2021 | 07:39 WIB
WhatsApp Tunda Pembaruan Fitur Bisnis Hingga Mei

KOMENTAR

Waspada! Karyawan WFH Jadi Sasaran Empuk Peretas

INILAH BANTEN

71 dibaca
Polda Banten Kawal Distribusi Vaksin Sinovac ke Kabupaten/Kota
100 dibaca
Sambil Ngopi, Polda Banten Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

INILAH SERANG

69 dibaca
Laznas Chevron dan Dompet Dhuafa Banten Salurkan Paket Nutrisi
112 dibaca
KPU Tetapkan Tatu-Pandji Bupati dan Wakil Bupati Serang Terpilih

HUKUM & KRIMINAL

66 dibaca
Selundupkan Bibit Lobster, Dua Warga Pandeglang Dibekuk
81 dibaca
Usai Disetujui DPR, Komjen Listyo Sigit Siapkan Rencana Aksi

POLITIK

112 dibaca
KPU Tetapkan Tatu-Pandji Bupati dan Wakil Bupati Serang Terpilih
116 dibaca
KPU Pandeglang Siapkan Materi Gugatan di MK

PENDIDIKAN

173 dibaca
Nadiem Makarim Bicara Korban Sriwijaya Air
303 dibaca
Tenaga Pengajar Berstatus ASN di Pandeglang Masih Minim
Top