Rabu, 26 September 2018

Wartawan Senior: Djoko Layak jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

Wartawan senior Aat Surya Safaat (kiri) bersama mantan Panglima TNI Djoko Santoso (kanan). [Foto Istimewa]
Rabu, 12 Sept 2018 | 14:16 WIB - Nasional Politik

IBC, Jakarta - Wartawan senior Aat Surya Safaat mengapresiasi bakal calon Presiden Prabowo Subianto yang telah menunjuk mantan Panglima TNI Djoko Santoso untuk memimpin Tim Pemenangan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno pada Pilpres 2019.

"Sepanjang yang saya amati, Djoko Santoso adalah jenderal yang sangat berdedikasi, mempunyai
kemampuan lobi yang mumpuni, dan bisa diterima di semua kalangan, tetapi dia dikenal tetap rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri,” katanya di Jakarta pada Rabu, 12 September 2018 dalam siaran pers. 

Penulis buku “Djoko Santoso Bukan Jenderal Kancil” itu mengemukakan keterangan tersebut menanggapi penunjukan Djoko Santoso sebagai ketua Tim Pemenangan Pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019 sebagaimana dikemukakan Prabowo pada ulang tahun Djoko
Santoso pekan lalu.

Aat lebih lanjut mengemukakan, Djoko Santoso adalah sosok yang bisa berfikir jernih dan tajam untuk berbagai urusan, mulai dari strategi tempur, manajemen pengelolaan
massa, reformasi TNI, penciptaan perdamaian, sampai mendorong kembali gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional.

"Djoko Santoso juga berpegang pada adagium jawa ‘Sepi ing pamrih rame ing gawe’, alias karya nyata yang diutamakannya ketimbang berwacana sampai berbusa-busa di depan media untuk kepentingan pencitraan,” kata mantan Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA yang juga pernah menjadi Kepala Biro ANTARA di New York itu. 

Menurut Aat, Djoko Santoso sendiri berulangkali menyatakan ingin memberikan kontribusi nyata
dalam membayar hutang sejarahnya sebagai rakyat yang meniti karier militer mulai dari bawah hingga menduduki posisi tertinggi di TNI, yakni sebagai Panglima TNI.

Ia jugam enjelaskan, Djoko Santoso adalah tokoh yang mampu meredam konflik di Ambon pada 2002. Sebelumnya banyak kalangan berpendapat, konflik berdarah-darah yang berrnuansa SARA dan sangat mengerikan itu akan selesai dalam 50 tahun.

Dua Pangdam XVI/Pattimura sebelumnya gagal meredam konflik tersebut. Tetapi ketika Djokoa Sntoso menjadi Pangdam Pattimura, konflik Ambon dapat diselesaikan dalam enam bulan. Para tokoh agama di Ambon, apakah Kristen, Katolik atau Islam mengakui prestasi gemilang putera Solo kelahiran 8 September 1952 itu.  

Sebelumnya, saat menjadi Danrem 072/Pamungkas di Yogya pada 1998, Djoko Santoso juga berhasil menjadikan demo sejuta massa untuk menjatuhkan Soeharto berjalan aman dan damai, bahkan tak satupun kaca retak, sementara Jakarta, Makassar, bahkan Solo saat itu bergolak, rusuh, dan mencekam. 

Tentang Djoko Santoso, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj beberapa kali mengatakan, Djoko Santoso adalah jenderal yang
bersih dari pelanggaran HAM dan korupsi. Dia juga adalah tokoh di balik reformasi TNI. Dia juga bisa tegas terhadap Malaysia, bahkan terhadap Amerika, saat menjabat sebagai Panglima TNI.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Kampanye Hitam Kapolri Siap Tindak Tegas
Senin, 24 Sept 2018 | 23:35 WIB
Kampanye Hitam Kapolri Siap Tindak Tegas
Pilpres 2019, HRS Dinilai Miliki Pengaruh Besar
Rabu, 19 Sept 2018 | 22:51 WIB
Pilpres 2019, HRS Dinilai Miliki Pengaruh Besar

KOMENTAR

Wartawan Senior: Djoko Layak jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

BERITA TERKAIT

germas4 germas3 germas2 germas

PEMERINTAHAN

284 dibaca
Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Periode 2018 – 2023 Dilantik
pmi

POLITIK

213 dibaca
Andika: Pemilu 2019 di Banten Harus Bersih, Aman, dan Damai

HUKUM & KRIMINAL

362 dibaca
Bandit Spesialis Pecah Kaca dan Ban Mobil Ditembak
Top