Sabtu, 20 April 2024

Usia Baru Seumur Jagung, BPJS TK Banten Duduki Peringkat 4 Nasional

Dieputi direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten, Teguh Purwanto saat memberikan pemaparan terkait program BPJS TK pada acara Pers gathering.(Foto-akew/inilahbanten)
Senin, 15 Jan 2018 | 06:50 WIB - Pandeglang Ekonomi & Bisnis

IBC, Pandeglang-Meski baru berusia 3-4 tahun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan  Kantor Wilayah Banten berhasil mencatatkan kinerja positif dengan membukukan iuran kepesertaan sebesar Rp4,09 triliun sepanjang tahun 2017 atau setara 101,27 persen dari target yang dicanangkan Rp4,039 triliun.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten Teguh Purwanto mengatakan, penerimaan iuran itu berasal dari iuran kepesertaan penerima upah (PU), bukan penerima upah (BPU), dan kepesertaan jasa konstruksi.

“Alhamdulillah pencapaian tahun 2017 kemarin cukup membanggakan,” ujar Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten Teguh Purwanto pada acara Press Gathering Kanwil BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Sabtu-Minggu  13/14- Januari-2018.

Ia menerangkan, hingga 2017 kemarin, penambahan perusahaan baru kepesertaan BPJS Ketanagakerjaan dari 6.470 perusahaan yang ditargetkan, saat ini sebanyak 7.489 perusahaan atau tumbuh 115,75 persen.

Kemudian, penambahan TK baru penerima upah (PU) dari 412.288 tenaga kerja yang ditargetkan, kini menjadi 456.648 TK atau tumbuh 110 ,76 persen.

Sedangkan penambahan TK baru bukan penerima upah (BPU) dari 146.229 TK yang ditargetkan baru mencapai 125.586 TK atau setara 85,88 persen dan penambahan jasa kontruksi dari 234.444 yang ditargetkan baru mencapai 46.786 atau setara 19,96 persen.

“Untuk secara nasional, kita peringkat nomor empat diatas Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Padahal, kita (BPJS Ketanagakerjaan Kanwil Banten baru sekitar 3-4 tahun terbentuk,”ungkap Teguh lagi.

Sementara itu, jumlah pekerja aktif penerima upah yang terdaftar telah mencapai 1.100.223 orang atau setara 97,23 persen dari 1.131.542 orang yang ditargetkan pada tahun 2017. Untuk pekerja aktif bukan penerima upah sebanyak 97.331 orang atau setara 74,70 persen dari target 130.296 pada tahun 2017.

“Untuk jumlah perusahaan aktif yang telah terdaftar kita tumbuh 109,60 persen. Dari target 16.714 perusahaan saat ini 18.319 telah terdaftar di BPJS Ketanagakerjaan,”  tambahnya.

Ditempat yang sama Asisten Deputi BPJS Ketanagakerjaan Kanwil Banten Didin Haryono mengungkapkan, dalam upaya menggenjot perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Wilayah Banten, pihaknya akan melakukan berbagai strategi yang jitu untuk meraih target yang istimewa ditahun 2018.

“Strategi itu kami akan lebih lebih masif dan terfokus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Khususnya pekerja rentan (pekerja informal ) seperti petani, nelayan, tukang ojek, buruh, pedagang pasar, guru 2 honorer, pekerja sosial dan pekerja lainnya yang rentan terkena risiko akan tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk membayar iuran,”kata Didin.

Disamping Sosialisasi dan edukasi,  pihaknya  juga akan fokus melakukan dan memaksimalkan Kolaborasi dengan semua pihak yang bisa membantu dalam mengakuisisi dan bisa memberikan perlindungan pada seluruh pekerja yg ada di wilayah Banten.

Tentu, jika sosialisasi, edukasi dan kolaborasi  yang ia lakukan masih juga tidak maksimal, maka  lembaganya akan lakukan strategi yang dosisnya lebih tinggi, yaitu melalui penegakkan hukum (Law enforcement) bagi pemberi kerja, lembaga, yayasan, organisasi  dan lain lain.

“Yang   membandel tidak mau mendaftarkan karyawannya atau pegawainya pada Badan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang ada di wilayah Banten, kita akan lakukan upaya dengan dosis yang lebih tinggi lagi,”kata Didin.

“Dari bidang pemasaran, saya ingin semua pekerja yang ada di Wilayah Banten baik pekerja formal  dan pekerja informal    tidak ada satupun yang tidak mendapatkan perlindungan / terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan.  Sebab program BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan mandatori negara yang wajib kita laksanakan”  tambah didin.

 

Reporter: Fahdi Khalid
Redaktur: Akew
Bagikan:

KOMENTAR

Usia Baru Seumur Jagung, BPJS TK Banten Duduki Peringkat 4 Nasional

BERITA TERKAIT

aulmummc zf

INILAH SERANG

1275 dibaca
Jangan jadi Masalah, ASN Harus Menjadi Bagian Solusi Bangsa

HUKUM & KRIMINAL

1378 dibaca
Karutan Rangkasitung Panen Cabai Keriting, Ini ceritanya

POLITIK

1658 dibaca
Cecep Sumarno Setorkan Silon Sebanyak 71.111, Jajuli di Tolak Daftar
Top