Jumat, 18 Januari 2019

Untukmu yang Angkuh dan Enggan Memaafkan

[foto istimewa]
Rabu, 09 Jan 2019 | 20:46 WIB - Mozaik Islami

MUNGKIN pernah tentang suatu saat datang ke kita untuk meminta maaf atas apa yang telah dilakukan orang tersebut. Lalu, saya pernah melihat seseorang yang berlagak sombong seraya berkata, "Akhirnya dia meminta maaf juga, sudah aku duga, saya tidak memberi maaf". Hehehehe.

Saya hanya ingin sampaikan itu memang kesalahan yang dibuat sangat buruk, namun adakah seseorang yang tidak salah? Lalu dia beranikan diri untuk memelas meminta maaf pada kita, apakah sudah dipastikan karena diri kita? "Belum Tentu"

Bisa jadi orang yang meminta maaf ini datang karena meminta akan kesalahan yang diperbuat kepada orang yang belum ditangani, mungkin jika berbuat dosa kepada Allah Taala, dipastikan Allah Taala Yang Maha Pemurah akan lebih mudah memaafkan kecuali untuk mencari, bahaya. Bisa jadi kesalahan yang belum dimintakan keridaan akan menjadi beban di yaumul Hisab. Pada akhirnya, pulihlah terus-menerus dari orang-orang yang tersakiti.

Saya pernah mendengar dari seorang ustaz yang menasihati saya dan kawan-kawan lainnya. "Janganlah kamu mempersiapkan musuh-musuhmu sampai akhirat, karena mereka akan menjadi sebab kamu mendapatkan siksa". Demi Allah saya pun jadi gemetaran

Selanjutnya, cukuplah dosa yang terbawa sedangkan dosa ini belum ditakukan dan Allah Taala belum mendapati dirimu layak mendapatkan pengampunan, sehingga terbawa ke akhirat menjadi sebab seseorang mendapatkan siksaan.

Oleh menerima seseorang Saleh membatalkan kematian, hanya dua hal yang diinginkan, yaitu: diampuni dosanya dan dilipatgandakan pahala amal salehnya, tentu karena Allah Taala.

Maka dari itu, ada yang datang dengan penuh dan keikhlasan untuk meminta maaf dan sangat setuju untuk mendapatkan kesalahannya di dunia yang terdiri dari rasa malu, sulit dipermalukan, seyogyanya kita memaafkan. Janganlah mempersoalkan sombong dengan berlagak angkuh di depan orang tersebut, karena boleh jadi, kedatangannya ke hadapan kita untuk meminta maaf menjadi salah satu bukti dihadapan Allah Taala akan upayanya mentolerir dosanya di dunia, dan Allah Taala mendapati sebab orang-orang ini mendapatkan pengampunan yang diharapkan. memaafkan. Namun demikian, orang-orang ini telah menyelesaikan sebagian besar dari mereka di dunia.

Sedangkan untuk kita yang berlaku sombong, insya Allah sudah cukup menjadi bukti dihadapan Allah Taala bahwa diri kita memendam keangkuhan walau sebesar biji zarah, dan menjadi tidak terampuninya dosa kita oleh Allah Taala di yaumil hisab, dan penghalang hadirnya Kasih Sayang Allah Taala di saat kita membutuhkan Kasih Sayang Nya, hanya menyangkut diri kita yang jauh dari sikap terima kasih kepada orang lain di dunia.

Memang saya sadari, tidak mudah memaafkan atas kesalahan seseorang yang terlalu fatal pada diri kita. Namun biarlah Allah Taala yang menilai besar diri kita, kebesaran hati untuk memaafkan, dengan harapan Allah Taala meninggikan diri kita di akhirat dengan mengampuni segala dosa kita dan menjauhkan kita dari segala suatanya hanya dengan kebesaran hati kita untuk memaafkan.

Demi Allah Taala, tidak ada satu jiwa pun yang tidak pernah membawa salah. Namun hanya orang tua yang berjiwa besar yang bisa datang untuk meminta maaf dan memaafkan segala kesalahan, dan lagi lagi alasannya bukan karena dunia, tetapi karena akhirat. Khawatir dosa terbawa ke yaumul hisab, bagi yang meminta maaf, dan bagi yang memaafkan mempercayai Allah Taala tidak memberi ampunan di yaumul hisab hanya karena kita pun berat memberi maaf (ampunan) bagi sesama di dunia.

Nasihat ini merupakan curahan hati saya pribadi, dan saya sampaikan untuk diri saya. Untuk saudara-saudaraku sekalian. Wallahu a'lam. [Maulana Ishak, S.Pi, Alumni MSP IPB angkatan 43, Manajemen Hubungan Rumah Zakat, Staf EX Khusus Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Menjadi Pemimpin Umat itu Harus Rajin Membaca
Kamis, 17 Jan 2019 | 06:26 WIB
Menjadi Pemimpin Umat itu Harus Rajin Membaca
Awas! Jangan Makan Uang Haram Jelang Pemilu
Rabu, 16 Jan 2019 | 20:13 WIB
Awas! Jangan Makan Uang Haram Jelang Pemilu
Bonus Pengembalian Utang Tetap Riba Meski Ikhlas
Rabu, 16 Jan 2019 | 18:09 WIB
Bonus Pengembalian Utang Tetap Riba Meski Ikhlas
Setiap Jiwa tak Mati Sampai Rezekinya Sempurna
Rabu, 16 Jan 2019 | 11:31 WIB
Setiap Jiwa tak Mati Sampai Rezekinya Sempurna

KOMENTAR

Untukmu yang Angkuh dan Enggan Memaafkan

PEMERINTAHAN

87 dibaca
Andika Sebut Kepercayaan Publik pada Pemprov Banten Meningkat
223 dibaca
Lantik 223 Pejabat, Bupati Serang Sebut Agar Kinerja Lebih Baik
181 dibaca
Pertama di Indonesia, Inspektorat Kabupaten Serang Integrasikan Dua ISO

POLITIK

3953 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu
847 dibaca
Dukung Prabowo-Sandi, Caleg PBB di Banten Bentuk Pass Lantang
153 dibaca
Debat Capres Bisa untuk Curi Perhatian Rakyat

HUKUM & KRIMINAL

219 dibaca
Mayat Wanita di Cipocok Jaya Ternyata Dibunuh
107 dibaca
Polisi Ringkus Pelaku Curanmor, Penadah dan Pengoplos
333 dibaca
Diduga Otak Pengeroyokan Santri, MH Terancam Dijemput Paksa

PERISTIWA

129 dibaca
Peran Media Penting dalam Sosialisasi Millennial Road Safety Festival
140 dibaca
Gubernur Berikan Bantuan Seragam Sekolah untuk Korban Tsunami

EKONOMI & BISNIS

105 dibaca
Sri Mulyani Jamin Usaha Kecil Digital Bebas Pajak
197 dibaca
Pulihkan Anyer, Pemprov Banten Tinjau Pelarangan Rapat di Hotel
Top