Selasa, 18 Januari 2022

Ulama Banten Waspadai Paham Komunis dan Radikalisme

Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman (tengah) bersama para ulama dan tokoh NU di Banten saat peringatan hari lahir ke-91 Nahdlatul Ulama sekaligus Haul Gus Dur di Alun-Alun Barat, Kota Serang, Selasa (31/1/2017).
Selasa, 31 Jan 2017 | 20:17 WIB - Serang Peristiwa

IB, Serang--Kaum Nahdliyin nampaknya menganggap penting persoalan komunisme dan radikalisme karena dianggap sebagai ancaman bagi bangsa saat ini. Di Banten, para ulama meminta masyarakat untuk mewaspadai berkembangnya paham komunis dan radikalisme, karena dianggap dapat memecah belah bangsa dan kerukunan umat beragama.

Demikian hal tersebut diungkapkan Koordinator Majelis Pesantren Salafi (MPS) Provinsi Banten KH Matin Syarkowi saat acara istigosah akbar dalam rangka peringatan hari lahir ke-91 Nahdlatul Ulama sekaligus Haul Gus Dur yang diselenggarakan di Alun-Alun Barat, Kota Serang pada Selasa, 31 Januari 2017.

Menurut KH Matin, persoalan komunisme, bukan hanya sebatas pada persoalan orang yang tidak mempunyai tuhan. Seseorang yang memaksakan kehendak dan berupaya memecah belah antar sesama, kata dia, termasuk kategori komunis.

“Sifat-sifat komunis antara lain mengadu domba. Jadi, jika berbicara soal komunisme, mungkin saja terjadi dalam diri kita,” kata Matin Syarkowi.

Matin yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang meminta masyarakat Banten mewaspadai gerakan-gerakan yang terindikasi pada paham komunis.

“Maka sampai hari, sampai kapanpun, NU akan tetap eksis menjaga keutuhan NKRI, menjaga keberagaman dan tetap setia terhadap ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa,” tuturnya.

KH Matin berharap agar pada Pilkada Banten 2017 ini bisa berlangsung damai, tidak ada gejolak yang bisa menimbulkan permusuhan sesama umat. Ia meminta masyarakat untuk memilih calon pemimpin secara dewasa.

“Tidak ada untungnya bagi rakyat untuk bergejolak, yang penting kita ciptakan pilkada damai,” ujar KH Matin.

NU Membentengi NKRI

Selain itu, KH Matin juga menyoroti ormas Islam yang ingin mendirikan negara Khilafah di Indonesia. Menurut KH Matin, hal itu justru dinilai akan merusak keberagaman dan pemecah umat beragama yang telah lama terjalin di negeri ini.

“Kita mengajak seluruh elemen bangsa untuk bisa menahan diri mewaspadai bentuk-bentuk ajakan untuk berkhilafah. NU adalah bagian dari pendiri republik ini, maka siapapun, dari ormas apapun, baik kanan maupun kiri yang hendak memporak porandakan keberagaman, NU wajib mencegahnya,” ujarnya.

Matin menegaskan, siapapun boleh mendirikan Khilafah dengan catatan belum ada negara. Sementara, Republik Indonesia ini sudah ada dan kemerdekaan sudah dideklarasikan pada 17 Agustus 1945.

“Haram hukumnya, karena kita sudah bernegara. Itu sama dengan bughat (pemberontak-red). Mendirikan negara di dalam negara adalah haram,” ucap KH Matin.

Acara ini dihadiri Abuya KH Muhtadi serta para ulama dan pimpinan pondok pesantren salafi di Provinsi Banten. Hadir juga Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman dan pimpinan organisasi GP Ansor.

Reporter: Vredo Nm
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Ulama Banten Waspadai Paham Komunis dan Radikalisme

BERITA TERKAIT

INILAH SERANG

29 dibaca
Bupati Beri Semangat, Vaksinasi Anak di Kabupaten Serang Dimulai
37 dibaca
Begini Kronologi Pembuangan Bayi di Areal Pesawahan Pontang
85 dibaca
Tekan Harga, Diskopumindag Kabupaten Serang Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

HUKUM & KRIMINAL

37 dibaca
Begini Kronologi Pembuangan Bayi di Areal Pesawahan Pontang
121 dibaca
Polres Serang Tangkap Dua Pelaku Pembuang Bayi di Pontang
333 dibaca
Penemuan Bayi di Areal Sawah Gegerkan Warga Pontang

POLITIK

336 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2024, KPU Ajukan Anggaran Rp107 Miliar
1054 dibaca
Pendukung Anies Dideklarasikan di Banten
1305 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Ajak IPPNU Sinergi Adakan Literasi Digital

PENDIDIKAN

308 dibaca
Ratusan Kepala Sekolah di Pandeglang Dilantik
197 dibaca
Pemkab Serang Berikan Bantuan Sepatu untuk Siswa SDN Ujungtebu 3
Top