Selasa, 19 Februari 2019

Tujuh Strategi Iblis untuk Menjebak Manusia

[foto ilustrasi]
Senin, 13 Agt 2018 | 01:59 WIB - Mozaik Islami

IBN Qayyim Al Jauziyyah merupakan seorang ulama besar. Dia banyak menelurkan karya berharga bagi dunia Islam. Warisan ilmunya patut dipelajari oleh generasi masa kini.

Di antaranya, Ibnu Qayyim membedah tujuh strategi Iblis dalam menjebak manusia. Setiap jebakan dilakukan bertahap, disesuaikan dengan jenis manusia yang dihadapinya.

Untuk manusia yang selangkah lagi menjadi kawannya, iblis bakal memggunakan strategi kasar dan tegas, katanya. Sedangkan jurus pamungkas digunakan bagi orang-orang berkadar iman tinggi. Suatu jurus lembut nan halus, namun mematikan lawan.

Berikut tujuh strategi Iblis versi Ibnu Qayyim:

Jebakan pertama. Iblis menawarkan kekufuran, mengajak orang untuk menolak keberadaan Tuhan, risalah para Rasul dan kebenaran kitab suci. Iblis bakal menggaungkan anggapan kalau agama adalah candu, dan hanya berupa sekumpulan aturan yang merusak kehidupan bebas manusia. Iblis menggambarkan, orang-orang tanpa agama mencapai kemajuan, sedangkan orang-orang beragama terbelakang.

Jebakan kedua. Jika tawaran kekufuran gagal, jebakan kedua berupa sajian bidah, yakni segala sesuatu yang bertentangan dengan sunah Rasulullah. Iblis bakal menukar sunah menjadi bid'ah dan sebaliknya.

Ajaran nabi menyebutkan jika terjadi silang pendapat soal sunah, Muslim perlu mengedepankan rasa saling menghormati perbedaan. Bidahnya adalah memaksakan kehendak dan mengkafirkan orang berbeda sefaham. Manusia disibukkan dengan keinginan memaksakan keinginan dan menjauhkan diri dari saling menghormati.

Jebakan ketiga. Tawaran dosa-dosa besar. Iblis menawarkan perzinahan sebagai pergaulan masa kini, korupsi dengan dalih kepedulian untuk membantu orang-orang lemah. Zina dikenalkan secara perlahan. Mula-mula yang bukan muhrim disuguhi kenyamanan berduaan di tempat sepi. Kemudian sentuhan-sentuhan kecil dan seterusnya hingga berakhir penyesalan.

Jebakan keempat. Tawaran dosa-dosa kecil. Ketika dosa besar bisa dihindari, maka dosa kecillah yang ditawarkan. Umumnya manusia menganggap dosa adalah hal manusiawi, sesekali tak masalah. Toh Allah Maha Pengampun. Padahal, dalam hadis, dosa besar terjadi karena menganggap remeh dosa-dosa kecil.

Jebakan kelima. Menyibukkan manusia dengan hal-hal mubah dan melupakan hal yang wajib. Ini seperti ibu rumah tangga yang sibuk di luar dan melupakan kewajibannya di rumah. Kesibukannya di luar dipandang lebih penting daripada mengurus keluarga.

Jebakan keenam. Tawaran sibuk dengan ibadah utama namun melupakan ibadah yang lebih utama. Inilah jebakan halus Iblis dalam menjerumuskan manusia. Manusia sibuk berzikir namun melupakan tetangga yang kelaparan. Manusia melupakan perbedaan kecil dalam ibadah, sedangkan persatuan dalam kehidupan sosial terlupakan.

Jebakan terakhir dan terhalus adalah jebakan khusus orang-orang bertakwa. Inilah jebakan tercanggih Iblis, sehingga Iblis mengerahkan semua bala tentaranya dari golongan jin dan manusia untuk menggoda orang yang bertakwa.

Orang saleh itu akan difitnah dan dicaci maki. Ajarannya dianggap dusta, pribadinya dianggap pembohong, layaknya para nabi kala berdakwah kepada umatnya.

Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu turuti langkah-langkah setan! Dan siapa yang menuruti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan kesalahan. Dan kalau tiada kemurahan Allah dan kasih sayang-Nya kepadamu, maka untuk selamanya tiada seorang pun di antara kamu yang bersih, tetapi Allah mensucikan orang-orang yang disukainya; dan Allah itu Maha Mendengar dan Mengetahui. (QS An Nur: 21).[Islamindonesia/lnilah] 

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Memuji Allah dan Shalawat untuk Nabi sebelum Doa
Senin, 18 Feb 2019 | 21:33 WIB
Memuji Allah dan Shalawat untuk Nabi sebelum Doa
Duit Cepat Habis? Santai Saja, Tanda Mau Ada Lagi
Senin, 18 Feb 2019 | 21:18 WIB
Duit Cepat Habis? Santai Saja, Tanda Mau Ada Lagi
Sahabat Berwajah Buruk yang Dicintai Rasulullah
Senin, 18 Feb 2019 | 09:31 WIB
Sahabat Berwajah Buruk yang Dicintai Rasulullah
Bahayakan Orang Lain, Allah Akan Membahayakannya
Senin, 18 Feb 2019 | 09:15 WIB
Bahayakan Orang Lain, Allah Akan Membahayakannya

KOMENTAR

Tujuh Strategi Iblis untuk Menjebak Manusia

PEMERINTAHAN

212 dibaca
Pj Sekda Ajak ASN Tingkatkan Pemahaman Tupoksi
582 dibaca
Ketua dan Pengurus PPDI Kecamatan Jawilan Dilantik
446 dibaca
Tahun Ini, Dana Desa Pemprov Banten Tembus Rp61,9 Miliar

POLITIK

343 dibaca
KPU Kabupaten Serang Target Satu Relawan Demokrasi 1000 Pemilih
250 dibaca
Warga Belum Paham Berpartisipasi pada Pemilu 2019
4243 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu

HUKUM & KRIMINAL

127 dibaca
Buron Curanmor Pingsan Saat Persembunyiannya Digerebag
95 dibaca
Diringkus, Dua dari Enam Bandit Jalanan Ditembak
510 dibaca
BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Pelabuhan Bojonegara

PERISTIWA

317 dibaca
Jelang Pemilu, Pejabat Polres Serang Gencar Kunjungi Ponpes dan Ulama
327 dibaca
Suhendar Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kontrakan

EKONOMI & BISNIS

87 dibaca
Jetstar Perluas Boarding Prioritas Kepada Lebih Banyak Penumpang
429 dibaca
Kabupaten Serang Berpotensi Jadi Sentra Udang Vaname
Top