Minggu, 08 Desember 2019

Tertipu, Terus Maksiat tapi Yakin Allah Mengampuni

[foto ilustrasi]
Jumat, 29 Nov 2019 | 22:59 WIB - Mozaik Islami

BUKAN termasuk husnudzan kepada Allah, ketika seseorang mengharap pahala dari Allah, sementara dia tidak beramal. Sebagian remaja punya angan-angan, kecil bermain ria, muda foya-foya, mati masuk surga. Keyakinan ini bertentangan dengan banyak dalil yang menyebutkan bahwa Allah akan memberi hukuman untuk orang yang berbuat maksiat.

Ibnul Qoyim mengatakan, "Sangat jelas perbedaan antara husnudzan dengan ghurur (tertipu). Husnudzan kepada Allah yang mendorong dirinya untuk beramal, menggiringnya beramal, maka ini husnudzan yang benar. Namun jika husnudzan menyebabkan dirinya menjadi pengangguran, atau bahkan tenggelam dalam maksiat, ini ghurur (tertipu). Karena husnudzan adalah membangun harapan. Siapa yang harapannya menyebabkan dirinya semakin taat dan menjauhi maksiat, ini harapan yang benar. Sebaliknya, jika penganggurannya menjadi harapan dan harapannya menyebabkan dia pengagguran dan pelanggaran syariat, maka ini tertipu." (al-Jawab al-Kafi, hlm. 24).

Termasuk juga meyakini Allah akan mengampuninya, sementara dia tetap bertahan dalam kubangan maksiat. Sering kali ada orang yang diingatkan untuk meninggalkan maksiat, dia tidak mau meninggalkannya dan beralasan Allah Maha Pengampun, pasti akan mengampuni semua dosa hamba-Nya. Termasuk tidak mau beramal, karena meyakini Allah tidak akan menerima amalnya. Atau tidak mau berubah menjadi baik, karena anggapan Allah tidak akan menerima taubatnya.

Sering kita jumpai ada wanita yang tidak mau berjilbab, dengan alasan, dirinya kotor, tidak pantas jadi wanita solihah. Dia telah suudzan kepada Allah. Karena dia putus asa dengan rahmat Allah. Allah berfirman, "Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.." (QS. Yusuf: 87).

Orang kafir tidak punya harapan untuk mendapat rahmat Allah, karena mereka kafir. Karena itu, janganlah meniru orang kafir, yang pupus harapan untuk mendapat rahmat dari Allah. Diantara bentuk husnudzan adalah membangun harapan untuk mendapat pahala ketika beribadah, atau berharap besar agar doanya dikabulkan ketika berdoa. Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Allah Taala berfirman, "Aku sesuai sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku bersamanya, jika dia mengingat-Ku." (HR. Bukhari 7405 & Muslim 6981)

Allah memberi balasan dari amal baik hamba, sesuai persangkaan hamba kepada-Nya. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits/lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Pesan Ulama: 3 Hal Ini Harus Dijaga Setiap Orang
Kamis, 05 Des 2019 | 22:06 WIB
Pesan Ulama: 3 Hal Ini Harus Dijaga Setiap Orang
Ikhlas Perkara yang Sulit Dilakukan
Rabu, 04 Des 2019 | 21:20 WIB
Ikhlas Perkara yang Sulit Dilakukan
Sudah Siapkah Bekal Anda untuk Akhirat?
Rabu, 04 Des 2019 | 20:59 WIB
Sudah Siapkah Bekal Anda untuk Akhirat?
Fitnah Akan Datang seperti Malam Gelap Gulita
Rabu, 04 Des 2019 | 20:53 WIB
Fitnah Akan Datang seperti Malam Gelap Gulita

KOMENTAR

Tertipu, Terus Maksiat tapi Yakin Allah Mengampuni

PEMERINTAHAN

350 dibaca
Soal Aset, Bupati Serang Tegaskan Gubernur Tidak Perlu Mediasi
123 dibaca
Peringati Hari Korpri, Bupati Serang Minta ASN Berinovasi

POLITIK

143 dibaca
Hadiri Launching Pilbup Serang 2020, Pandji Pastikan ASN Netral
170 dibaca
KPU Launching Pilbup dan Wabup Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

332 dibaca
Polisi Limpahkan Tersangka Penambangan Ilegal ke Kejari Serang
213 dibaca
Ibu dan Ayah Pembuang Bayi di Pagelaran Ditetapkan Jadi Tersangka

PERISTIWA

114 dibaca
Pemkab Serang Siaga Hadapi Musim Penghujan
178 dibaca
Warga Pagelaran Dihebohkan Penemuan Mayat Bayi

EKONOMI & BISNIS

143 dibaca
Wagub Banten Minta Walikota/Bupati Evaluasi Regulasi Hambat InvestasiĀ 
157 dibaca
Inflasi di Kabupaten Serang Terendah di Banten
Top