Kamis, 22 Oktober 2020

Tersangka Penembakan di Belanda Ditangkap

[foto:BBC]
Selasa, 19 Mar 2019 | 11:51 WIB - Internasional

 

IBC, Utrecht--Polisi di Belanda menangkap seorang laki-laki yang diduga menewaskan tiga orang dalam insiden penembakan di atas trem di kota Utrecht, hari Senin 18 Maret 2019 waktu setempat, demikian BBC melaporkan, Selasa 19 Maret 2019.

Unit antiteror kepolisian mengepung satu gedung dan melakukan sejumlah penggerebekan sebelum menangkap laki-laki tersebut.

Sebelumnya polisi menyebar foto laki-laki berusia 37 tahun kelahiran Turki bernama Gokmen Tanis.

Jaksa mengatakan Tanis pernah berurusan dengan polisi.

Insiden penembakan di Utrecht, yang terjadi hanya beberapa hari setelah penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 orang, mendorong pihak berwenang setempat memperketat pengamanan di seluruh negeri.

Selain menewaskan tiga orang, tersangka pelaku juga menyebabkan beberapa lainnya luka-luka.

Pengamanan yang diperketat meliputi sekolah, masjid, terminal dan gedung-gedung pemerintah.

Layanan kereta dan tram di Utrecht untuk sementara dihentikan. Ancaman keamanan di Utrecht dinaikkan ke level tertinggi.

Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan ia sangat prihatin dan pemerintah menggelar rapat darurat untuk menangani peristiwa itu.

Para pejabat mengatakan Tanis melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mengendarai mobil.

Wali Kota Utrecht Jan van Zanen mengatakan peristiwa itu digolongkan sebagai serangan teror.

Jaksa mengatakan meski demikian motif yang sebenarnya belum diketahui dan ada kemungkinan insiden ini terkait dengan masalah keluarga.

Universitas Utrecht menutup seluruh gedung di kampusnya dan melarang orang masuk atau keluar lingkungan.

"Seorang pria menembak secara membabi buta," tutur seorang saksi mata kepada situs berita Belanda, NU.nl.

Seorang saksi mata lainnya mengatakan ia melihat seorang perempuan luka, tangannya berdarah yang juga mengenai pakaiannya.

"Saya membawanya ke mobil dan memberikan bantuan kepadanya," ujarnya kepada lembaga penyiaran NOS.

Seorang pengusaha setempat kepada BBC mengatakan Tanis pernah bergabung dengan kelompok bersenjata di Chechnya.

Di kawasan ini ada beberapa kelompok radikal, beberapa di antaranya menyatakan berafiliasi dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

"Ia pernah ditahan polisi karena punya hubungan (dengan ISIS) tapi ia kemudian dibebaskan," kata pengusaha tersebut. [inilah]

 

Bagikan:

LAINNYA

Dunia Diserang Campak
Selasa, 16 Apr 2019 | 21:24 WIB
Dunia Diserang Campak

KOMENTAR

Tersangka Penembakan di Belanda Ditangkap
dewan

PEMERINTAHAN

306 dibaca
PT HGP Serahkan Fasos Fasum Perumahan BCP ke Pemkab Serang
303 dibaca
Susun RKA 2021, Pemkab Serang Gunakan Aplikasi SIPD
xcddcvfsv cvn

POLITIK

77 dibaca
Ciptakan Pilkada Kabupaten Serang Aman Damai Sehat dan sejuk
139 dibaca
Dzikir Bersama, Ratu Tatu Gelar Tasyakuran Golkar Bareng Ulama

HUKUM & KRIMINAL

497 dibaca
Jual Obat Keras Heximer Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun

PERISTIWA

83 dibaca
Sepeda Motor Wartawan di Kota Serang Raib Dicuri Maling
Top