Minggu, 24 Maret 2019

Terlaknat Orang yang Datangi Istri dari Duburnya!

[foto ilustrasi]
Kamis, 14 Mar 2019 | 22:03 WIB - Mozaik Islami

NASH yang ada justru menyatakan bahwa seks lewat anus (anal) hukumnya haram, bukan makruh. Bahkan bukan sekedar haram, tetapi mandapat laknat dari Allah Ta'ala. "Terlaknatlah orang yang mendatangi istri dari duburnya (melakukan anal seks)." (HR Ahmad)

Namun bukan berarti hasrat seorang suami jadi tidak ada penyalurannya saat isteri haid. Yang diharamkan adalah melakukan penestrasi, sedangkan percumbuan yang tidak sampai terjadinya hal itu tetap dibolehkan, bahkan dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan istrinya saat mendapat haid. Sebagaimana penjelasan dari Aisyah radhiallahu 'anha tentang hal itu: `Dari Aisyah berkata, "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam memerintahkan aku untuk memakai kain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haid." (HR Muslim)`.

Wanita yang sedang mendapat haid haram bersetubuh dengan suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Alquran Al-Kariem berikut ini: `Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: `Haid itu adalah suatu kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS. Al-baqarah:222)

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya. Azhab Hanabilah membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab: `Dari Anas bahwa Orang yahudi bisa para wanita mereka mendapat haid, tidak memberikan makanan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan." (HR Muslim)`.

Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang haid ini tetap belangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak cukup hanya selesai haid saja tetapi juga mandinya. Sebab di dalam al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat al-Malikiyah dan as Syafi`iyah serta al-Hanafiyah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Ahmad Sarwat, Lc/lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Hukum Memikirkan Banyak Hal saat Salat
Sabtu, 23 Mar 2019 | 21:41 WIB
Hukum Memikirkan Banyak Hal saat Salat
Tiap Istri Miliki Potensi Menjadi "Malaikat"
Jumat, 22 Mar 2019 | 23:14 WIB
Tiap Istri Miliki Potensi Menjadi "Malaikat"
Jika Terlintas Kemaksiatan dalam Hati dan Pikiran
Jumat, 22 Mar 2019 | 21:12 WIB
Jika Terlintas Kemaksiatan dalam Hati dan Pikiran

KOMENTAR

Terlaknat Orang yang Datangi Istri dari Duburnya!

PEMERINTAHAN

6740 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5891 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB
1715 dibaca
Ini 202 Nama Pejabat Pemprov Banten yang Dilantik
dvvdv wagub

POLITIK

524 dibaca
Gubernur Wahidin Ajak Warga NU Banten Dukung Ma'ruf Amin di Pilpres
466 dibaca
Pelapor ASN Dukung Calon DPD RI Anak Gubernur Banten Diperiksa Bawaslu
193 dibaca
Survei Demokrat: Masyarakat Tidak Puas atas Kinerja Gubernur dan Wagub Banten

HUKUM & KRIMINAL

203 dibaca
Personil Polsek Cikande Berhasil Selamatkan Uang Nasabah Rp80 Juta
240 dibaca
Kepergok Akan Mencuri, Warga Lampung Tewas di RSUD Serang

PERISTIWA

225 dibaca
BNN Banten Musnahkan 10 Kg Sabu Senilai Rp10 Miliar
Top