Sabtu, 30 Mei 2020

Terdampak Tol Serang-Panimbang, Relokasi 3 SDN di Cikeusal Belum Jelas

[Foto: InilahBanten.co.id/Arif Soleh]
Kamis, 19 Sept 2019 | 20:31 WIB - Serang Pendidikan

lBC, Serang – Rencana relokasi tiga SDN di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang yakni SDN Cilayang Guha, SDN Inpres, dan SDN Seba hingga kini belum jelas. Ketiga SDN tersebut yang akan mengalami penggusuran atau relokasi terdampak dari proyek nasional pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

Koordinator Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Banten, Amin Rohani mengatakan bahwa pihaknya bersama YAPPIKA-Actionaid sejak awal 2019 mendampingi pihak dari tiga SDN melakukan upaya atau kepastian untuk relokasi tiga sekolah yang kondisinya sudah memprihatinkan. Diketahui, pembangunan jalan tol Serang-Panimbang dimulai sejak Februari 2017 dan ditargetkan selesai pada November 2019.

“Sementara ketiga SDN yang akan direlokasi sampia saat ini belum terlihat jelas progress yang pasti. Hal ini membuat resah masyarakat dan komunitas sekolah,”kata Amin Rohani saat konfrensi pers di salah satu rumah makan di Kota Serang pada Kamis, 19 September 2019.

Sambungnya, beberapa poin yang membuat resah masyarakat meliputi jarak pembangunan tol yang sangat dekat dengan sekolah mengkhawatirkan para orangtua akan keselamatan anaknya yang tengah menimba ilmu pendidikan. Kondusifitas kegiatan belajar dan mengajar pun terganggu.

“Kemudian mengeringnya sumber air sehingga terhambatnya sanitasi sekolah. Mirisnya para siswa membawa air masing-masing dari rumah menggunakan botol mineral untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) nya. Bangunan ruang kelas yang terancam rusak dan roboh akibat getaran alat berat. Ironisnya ketidakpastian relokasi sekolah mengakibatkan siswa banyak yang mutasi atau pindah,”terang Amin Rohani.

Sebelumnya, sebut dia, Pattiro Banten bersama komunitas sekolah pada Juni 2019 lalu sudah melakukan dialog kebijakan stakeholder terkait. Dengan tujuan, adanya kepastian tahapan progress proses relokasi tiga SDN tersebut. Selain itu, Pattiro bersama komunitas sekolah  juga telah emenmui pihak penanggung jawab tim pembebasan lahan tol Serang-Panimbang.

“Dalam pertemuan tersebut, pihaknya telah menargetkan akan menyelesaikan relokasi pada akhir tahun ini. Sedangkan sampai saat ini prosesnya baru sampai pengukuran tanah dan bangunan sekolah yang akan digusur,”jelas Amin.

Dengan belum adanya kejelasan kapann direloaksi ketiga SDN tersebut, maka Pattiro Banten dan Komunitas Sekolah SDN Cilayang Guha, SDN Inpres, dan SDN Seba menytakan empat tuntutan meliputi Kesatu Segera direlokasinya ketiga SDN Cilayang Guha, SDN Inpres, SDN Seba, Kedua Jangan ada pihak-pihak yang mengambil kepentingan pribadi dan kelompok sehingga menghambat proses relokasi.

Ketiga Proses pembelian lahan pengganti untuk gedung sekolah yang baru dilakukan secara transparan dan jujur. Dan Keempat Jika tuntutan ini tidak segera dilaksanakan bukan tidak mungkin masyarakat/komunitas ketiga sekolah akan melakukan demontrasi.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Didi Rosadi
Bagikan:

LAINNYA

Kapolres Serang Serahkan Bantuan Sembako dan APD
Jumat, 29 Mei 2020 | 21:00 WIB
Kapolres Serang Serahkan Bantuan Sembako dan APD
Salah Sasaran, Warga Tanara Kena Bacok
Kamis, 28 Mei 2020 | 20:51 WIB
Salah Sasaran, Warga Tanara Kena Bacok

KOMENTAR

Terdampak Tol Serang-Panimbang, Relokasi 3 SDN di Cikeusal Belum Jelas

PEMERINTAHAN

148 dibaca
Pakai Protokol Kesehatan, Pemkab Serang Gelar Halabihalal Terbatas
550 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Satgas Ketahanan Pangan Daerah

POLITIK

1084 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
1175 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

86 dibaca
Salah Sasaran, Warga Tanara Kena Bacok
67 dibaca
Kantongi Sabu, Seorang Pemuda di Cilegon Diciduk Polisi

PERISTIWA

74 dibaca
Diduga Stres, Mahasiswi Bina Bangsa Gantung Diri
510 dibaca
Warga Curug Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai

EKONOMI & BISNIS

480 dibaca
Sekretaris Bapenda: Bank Banten Gagal Bayar Disebabkan Utang ASN dan DPRD
559 dibaca
Bupati Serang Sebut Bantuan Beras Harus Serap Petani Lokal
Top