Senin, 20 Januari 2020

Tatu Sebut Perda Pencegahan HIV/AIDS Dibutuhkan Masyarakat

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat di wawancarai wartawan di gedung paripurna DPRD Kabupaten Serang pada Rabu, 14 Agustus 2019.[Foto: lnilahBanten/Arif Soleh]
Rabu, 14 Agt 2019 | 22:29 WIB - Serang Kesehatan

lBC, Serang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang mengajukan Rancangan peraturan (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome). Mengingat, penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus atau biasa disingkat HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) terus meningkat.

Menanggapi raperda tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, perda HIV/Aids adalah yang dibutuhkan bagi masyarakat. Karena fenomena HIV/Aids biasanya hanya sedikit yang terungkap atau muncul ke permukaan.

“Terutama dari dinkes mengkhawatirkan, ini seperti persoalan gunung es, hanya sedikit terlihat di permukaan. Tapi di bawah banyak,” ujarnya kepada wartawan usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang dengan agenda Penyampaian jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap raperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2019 dan penetapan persetujuan dua macam raperda lainnya di gedung paripurna DPRD Kabupaten Serang pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Baca juga: DPRD Serang Ajukan Raperda tentang Pencegahan HIV/AIds

Karena, kata dia, penyakit ini penderitanya akan lebih banyak bungkam atau menyembunyikannya. Sehingga kemungkinan terdatanya akan sangat kecil. “Karena nggak mungkin penyakit ini disampaikan ke umum. Karena penderita malu,” ucapnya.

Dengan data seperti itu, maka perlu penanganan serius. Disinggung soal pencegahan di Dinas Kesehatan (Dinkes), Tatu mengatakan sudah melakukan melalui program. Namun yang dikhawatirkan, laju pertumbuhan program akan kalah cepat dengan bertambahnya penderita HIV/Aids di lapangan.

“Itu yang dikhawatirkan. Jadi kalau penangan harus masif, ini harus semua lini. Karena kalau bentuk perda yang terkait banyak bukan hanya pemda, jadi banyak stakeholder yang bisa ditarik untuk bersama sama,” tuturnya.

Sedangkan untuk pencegahan dari pemkab, kata dia hanya sebatas memberikan penyuluhan. Penyakit ini banyak terjadi karena adanya penyimpangan perilaku seksual dan obat-obatan.

“Sekarang kecenderungan lebih marak, mungkin pengaruh medsos, tadinya enggak tahu jadi tahu. Jadi untuk komunikasikan perilaku LGBT kalau dengan kondisi medsos sekarang lebih mudah mereka, kalau dulu agak sulit. Media yang bisa diakses lebih mudah jadi khawatir penyebarannya lebih mudah juga,” ucapnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Tatu Sebut Perda Pencegahan HIV/AIDS Dibutuhkan Masyarakat
x.ackd

PEMERINTAHAN

228 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat
322 dibaca
Lantik 277 Pejabat, Bupati Serang Minta Pemerintah Kecamatan Siaga Bencana

POLITIK

246 dibaca
Buka Pendaftaran Calon PPK, KPU Pastikan Tak Ada Titipan 
462 dibaca
KPU Kabupaten Serang Buka Pendaftaran Calon Anggota PPK

HUKUM & KRIMINAL

75 dibaca
Resmob Polda Banten Ringkus Pelaku Curanmor dan Penadah

PERISTIWA

209 dibaca
Banjir, Ratusan Rumah di Kecamatan Kasemen Terendam

EKONOMI & BISNIS

192 dibaca
Andika: Banten Siap Dukung Kebijakan Strategis OJK
Top