Selasa, 17 September 2019

Tatu Sebut Perda Pencegahan HIV/AIDS Dibutuhkan Masyarakat

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat di wawancarai wartawan di gedung paripurna DPRD Kabupaten Serang pada Rabu, 14 Agustus 2019.[Foto: lnilahBanten/Arif Soleh]
Rabu, 14 Agt 2019 | 22:29 WIB - Serang Kesehatan

lBC, Serang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang mengajukan Rancangan peraturan (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome). Mengingat, penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus atau biasa disingkat HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) terus meningkat.

Menanggapi raperda tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, perda HIV/Aids adalah yang dibutuhkan bagi masyarakat. Karena fenomena HIV/Aids biasanya hanya sedikit yang terungkap atau muncul ke permukaan.

“Terutama dari dinkes mengkhawatirkan, ini seperti persoalan gunung es, hanya sedikit terlihat di permukaan. Tapi di bawah banyak,” ujarnya kepada wartawan usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang dengan agenda Penyampaian jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap raperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2019 dan penetapan persetujuan dua macam raperda lainnya di gedung paripurna DPRD Kabupaten Serang pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Baca juga: DPRD Serang Ajukan Raperda tentang Pencegahan HIV/AIds

Karena, kata dia, penyakit ini penderitanya akan lebih banyak bungkam atau menyembunyikannya. Sehingga kemungkinan terdatanya akan sangat kecil. “Karena nggak mungkin penyakit ini disampaikan ke umum. Karena penderita malu,” ucapnya.

Dengan data seperti itu, maka perlu penanganan serius. Disinggung soal pencegahan di Dinas Kesehatan (Dinkes), Tatu mengatakan sudah melakukan melalui program. Namun yang dikhawatirkan, laju pertumbuhan program akan kalah cepat dengan bertambahnya penderita HIV/Aids di lapangan.

“Itu yang dikhawatirkan. Jadi kalau penangan harus masif, ini harus semua lini. Karena kalau bentuk perda yang terkait banyak bukan hanya pemda, jadi banyak stakeholder yang bisa ditarik untuk bersama sama,” tuturnya.

Sedangkan untuk pencegahan dari pemkab, kata dia hanya sebatas memberikan penyuluhan. Penyakit ini banyak terjadi karena adanya penyimpangan perilaku seksual dan obat-obatan.

“Sekarang kecenderungan lebih marak, mungkin pengaruh medsos, tadinya enggak tahu jadi tahu. Jadi untuk komunikasikan perilaku LGBT kalau dengan kondisi medsos sekarang lebih mudah mereka, kalau dulu agak sulit. Media yang bisa diakses lebih mudah jadi khawatir penyebarannya lebih mudah juga,” ucapnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Saka Bhayangkara Ikuti Pelatihan Kamtibmas
Minggu, 15 Sept 2019 | 19:52 WIB
Saka Bhayangkara Ikuti Pelatihan Kamtibmas
Kerap Lakukan Pemerasan di KP3B, 4 Pemuda Diringkus
Sabtu, 14 Sept 2019 | 15:48 WIB
Kerap Lakukan Pemerasan di KP3B, 4 Pemuda Diringkus
Kapolsek Ciruas Anjangsana ke Mess Siswa Asal Papua
Sabtu, 14 Sept 2019 | 14:57 WIB
Kapolsek Ciruas Anjangsana ke Mess Siswa Asal Papua

KOMENTAR

Tatu Sebut Perda Pencegahan HIV/AIDS Dibutuhkan Masyarakat

PEMERINTAHAN

179 dibaca
Bangun 28 Gedung OPD di Puspemkab Serang Butuh Dana Rp300 M
233 dibaca
Bangun Gedung Puspemkab, Pemprov Siap Kucurkan Bankeu
katarBanten1

POLITIK

691 dibaca
Pilkada Serang 2020, Tatu Berharap dapat Dukungan Partai Lain
997 dibaca
Pilkada Serang 2020, Tatu-Pandji Kembali Maju jadi Balon Bupati dan Wabup

HUKUM & KRIMINAL

375 dibaca
Kerap Lakukan Pemerasan di KP3B, 4 Pemuda Diringkus
914 dibaca
Diduga Peras Kades, Oknum LSM Terjaring OTT

PERISTIWA

906 dibaca
Duuh, Sepasang Kekasih di Cikande Dipaksa Preman Lepas Pakaian
1375 dibaca
Mengenaskan, Gadis Baduy Tewas Dibacok

EKONOMI & BISNIS

329 dibaca
Geram, Bupati Serang Ancam Sanksi Perusahaan yang Abaikan CSR
269 dibaca
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Andika Kunjungi Bank bjb Banten
Top