Rabu, 05 Agustus 2020

TAPD Tak Boleh Pangkas Anggaran Tanpa Seizin KPU dan Bawaslu

[foto ilustrasi/net]
Minggu, 18 Agt 2019 | 15:16 WIB - Serang Pemerintahan

lBC, Serang – Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), untuk duduk bersama membahas anggaran yang di ajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hal itu sebagai mengantitpasi tidak adanya kesalahan atau kendala pihak KPU dan Bawaslu dalam melaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang yang dimulai pada Sepetember 2019, sedangkan pelaksanaan Pilkada Serentak akan dihelat 2020 mendatang.

“KPU dan Bawaslu kemarin saya minta masih duduk dengan TAPD, saya sudah wanti-wanti TAPD tidak boleh memangkas anggaran tanpa seizin tanpa sepengetahuan KPU dan Bawaslu, khawatir pemangkasan itu salah,”kata Tatu kepada wartawan di pendopo bupati, kemarin.

Baca juga: Pilkada Serang 2020, KPU Kembali Ajukan Anggaran Rp81 Miliar

Misalnya, sebut Tatu, pemangkasan harusnya kegiatan di KPU dan Bawaslu itu harus ada tapi tidak ada. Kalau itu untuk efisiensi harus duduk bersama mana yang bisa dikurangi harus kesepakatan kedua belah pihak antara pemda, KPU dan Bawaslu.

“Kalau saya dapat informasi dari Bappeda, Bawaslu sudah final dengan KPU. Pokoknya saya minta ke KPU, Bawaslu dan TAPD harus duduk bersama sampai final kesepakatanya,”terangnya.

Baca juga: September, Anggota DPRD Kabupaten Serang Periode 2019-2024 Dilantik

Ditanya berapa nilai anggaran KPU dan Bawaslu yang disetujui, jelas Tatu, meski sudah final pembahasannya tapi tidak serta merta anggaran final ditetapkan. “Kalau anggaran belum final. Mencari kesepakatan bukan berarti langsung mengurangi anggaran begitu saja. TAPD juga menyesuaikan dengan anggaran yang ada, tapi pilkada juga harus dilaksanakan tapi boleh berkurang. Tinggal sedikit lagi hampir selesai,”tegas Tatu yang bakal maju kembali sebagai Calon Bupati Serang periode 2020-2025.

Baca juga: Pilkada Serang 2020, PAN Pastikan Usung Kader

 

Sebelumnya KPU Kabupaten Serang kembali mengajukan anggaran kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sebesar Rp81 miliar. Sebelumnya KPU mengajukan anggaran senilai Rp85 miliar, namun adanya rasionalisasi dari pemkab menyanggungi hanya Rp50 miliar.

Divisi Sosialiasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Serang, Siti Maryam mengungkapkan, pengajuan anggaran tersebut sebagai upaya dalam rangka mengejar target partisipasi pemilih atau masyarakat lebih dari 70 persen. Meski harapannya mencapai 80 persen.

“Karena sebelumnya Pilkada Serang tahun 2015 partisipasi pemilih sangat rendah dibawah 60 persen. Itu karena minim sosialisasi, kedua masyarakat (mungkin) sudah bosan,”kata Siti Maryam kepada lnilahBanten saat ditemui di Sekretariat KPU Kabupaten Serang Jalan Kitapa Cilame Kota Serang pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Dijelaskan dia, atas pengajuan kembali anggaran sebesar Rp81 miliar tersebut akan lebih digunakan didominasinya untuk sosialisasi guna mengejar target peningkatan partisipasi pemilih. Maka pihaknya juga pada pengajuan awal, menyantumkan anggaran untuk perekrutan relasi atau relawan demokrasi bila idealnya satu desa satu orang dengan jumlah desa di Kabupaten Serang sebanyak 326 desa.

“Tapi yang kita ajukan kita ajukan kemaren cuma 55 orang relawan demokrasi meski harapannya di semua desa ada, ternyata masuk efisiensi dari pihak pemda pengajuan perekrutan relasi itu hilang,”ujar Siti Maryam menyayangkan.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

TAPD Tak Boleh Pangkas Anggaran Tanpa Seizin KPU dan Bawaslu
kadis2

PEMERINTAHAN

575 dibaca
Lantik Pejabat Eselon II, Bupati Serang: Segera Bekerja  jangan Berleha-leha
181 dibaca
TPID Kabupaten Serang Pastikan Kebutuhan Masyarakat Berupa Sembako Tak Terganggu
kadis

POLITIK

228 dibaca
Kapolres Sebut Ada Dua Kerawanan di Pilkada Kabupaten Serang
462 dibaca
Hadapi Pilkada Kabupaten Serang, Kader Golkar Jangan Terpancing Fitnah
496 dibaca
Golkar Kota Serang Turun Menangkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang

HUKUM & KRIMINAL

95 dibaca
Duh, Bocah 13 Tahun di Pontang Dicabuli Ayah Tirinya
74 dibaca
Beli Ganja Lewat Medsos, Warga Pandeglang Diciduk Polisi

PERISTIWA

2207 dibaca
Ustadz di Pontang Meninggal Dunia Saat Menyembelih Hewan Kurban
379 dibaca
Polda Banten : 2 Korban Tewas di Pelabuhan Merak Diduga Keracunan Karbon Monoksida
Top