Jumat, 19 Oktober 2018

Tak Ada yang Menang, Pilkada Kota Serang 2018 Draw

Suasana Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, di Alun-alun Kota Serang pada Senin, 14 Mei 2018.[Foto: Aden Hasanudin/lnilahBanten]
Senin, 14 Mei 2018 | 17:39 WIB - Serang Politik

lBC, Serang – Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota Serang 2018 draw atau sama tak ada yang menang. Tiga pasangan calon, yakni Vera-Nurhasan, Samsul Hidayat-Rohman dan Syafrudin-Subadri pada pemilihan kali ini dinyatakan draw.

Dimana masing-masing calon mendapat 69 suara pada Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, di Alun-alun Kota Serang pada Senin, 14 Mei 2018.

KPU Kota Serang telah membuat skenario untuk mengarahkan para pemilih, memilih calon yang sudah ditentukan KPU. “Kalau simulasi ini tidak diarahkan, nanti ada yang menang di Kota Serang. Kami skenariokan sama,” ungkap Kepala Divisi Teknis KPU Kota Srang Fierly Murdlyat Mabruri.

Ia melihat, bila tidak dinyatakan sama atau draw, ia khawatir akan terjadi perdebatan, meskipun hanya berupa simulasi. Pada 27 Juni nanti, KPU tidak mengarahkan pemilih untuk memilih salah satu calon. Menurutnya, pemilih yang berhak menentukan siapa calon yang mereka pilih.

Selain dinyatakan draw, simulasi Pilkada ini tidak dilakukan briefing dengan tim KPPS. Pasalnya, dalam simulasi ini, KPU ingin melihat kemungkinan salah dalam pemungutan suara.

“Pemilih dan KPPS ini (kami-red) hanya ingin melihat bagaimana mereka itu beradaptasi dengan norma baru 2018,” tuturnya.

KPU pun ingin melihat petugas KPPS dalam menulis formulir C dan C1. “Apakah ada kekeliruan dalam menuliskannya,” terangnya.

Ia menjelaskan dalam norma baru 2018 ini, pemilih wajib memperlihatkan KTP-Elektronik atau Suket asli kepada KPPS.

Sebanyak 966 TPS di Kota Serang, KPU Kota Serang mewajibkan para pemilih memperlihatkan KTP-E atau Suket asli kepada KPPS. Namun, untuk TPS kuhsus seperti TPS di Lapas dan Rutan, kemungkinan bisa dilakukan tanpa menunjukan KTP-Elektronik dengan izin tertulis dari Panwaslu Kota Serang.

“Warga binaan di rutan biasanya jarang membawa identitas kependudukan,” ungkapnya.

Awal diwajibkannya menunjukan KTP-elektronik kepada petugas KPPS, sejumlah warga sempat protes. Namun, kata Fierly, seiring intensitas sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Serang, masyarakat sudah paham dan mulai menerima norma baru tersebut.

Reporter: Aden Hasanudin
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Tak Ada yang Menang, Pilkada Kota Serang 2018 Draw

PEMERINTAHAN

220 dibaca
ASN Pemprov Banten jangan Main-main dalam Absen
271 dibaca
HUT Ke-492, Pemkab Serang Diminta Perkuat Ekonomi Desa
247 dibaca
Dilantik, Pj Walikota Serang Diminta Perbaiki Jalan

POLITIK

146 dibaca
Pemilu 2019, Andika Ajak Masyarakat Cek Data Diri Sebagai Pemilih
419 dibaca
Ratusan Buruh Cikoja Deklarasi Pemilu Damai 2019
328 dibaca
Serempak di 29 Kecamatan, KPU Kabupaten Serang Lakukan GMHP

HUKUM & KRIMINAL

292 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara
312 dibaca
Pengguna dan Pengedar Narkotika, Tiga Warga Cilegon Diringkus
217 dibaca
Alfamart Dibobol Maling, Uang Rp60 Juta Raib

PERISTIWA

156 dibaca
Polres Serang Kota Sita 3500 Lebih Botol Miras
186 dibaca
Tim PFA Dompet Dhuafa Pulihkan Anak-anak Pasca Gempa-Tsunami Sulteng
220 dibaca
Warga Petir Ditemukan Tewas Gantung Diri

EKONOMI & BISNIS

177 dibaca
MoU dengan DP3AKKB, Bank Banten Dukung Pemberdayaan Perempuan
187 dibaca
Andika Launching Toko Online Industri Rumahan Sijelita
Top