Jumat, 18 Januari 2019

Tak Ada yang Menang, Pilkada Kota Serang 2018 Draw

Suasana Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, di Alun-alun Kota Serang pada Senin, 14 Mei 2018.[Foto: Aden Hasanudin/lnilahBanten]
Senin, 14 Mei 2018 | 17:39 WIB - Serang Politik

lBC, Serang – Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota Serang 2018 draw atau sama tak ada yang menang. Tiga pasangan calon, yakni Vera-Nurhasan, Samsul Hidayat-Rohman dan Syafrudin-Subadri pada pemilihan kali ini dinyatakan draw.

Dimana masing-masing calon mendapat 69 suara pada Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, di Alun-alun Kota Serang pada Senin, 14 Mei 2018.

KPU Kota Serang telah membuat skenario untuk mengarahkan para pemilih, memilih calon yang sudah ditentukan KPU. “Kalau simulasi ini tidak diarahkan, nanti ada yang menang di Kota Serang. Kami skenariokan sama,” ungkap Kepala Divisi Teknis KPU Kota Srang Fierly Murdlyat Mabruri.

Ia melihat, bila tidak dinyatakan sama atau draw, ia khawatir akan terjadi perdebatan, meskipun hanya berupa simulasi. Pada 27 Juni nanti, KPU tidak mengarahkan pemilih untuk memilih salah satu calon. Menurutnya, pemilih yang berhak menentukan siapa calon yang mereka pilih.

Selain dinyatakan draw, simulasi Pilkada ini tidak dilakukan briefing dengan tim KPPS. Pasalnya, dalam simulasi ini, KPU ingin melihat kemungkinan salah dalam pemungutan suara.

“Pemilih dan KPPS ini (kami-red) hanya ingin melihat bagaimana mereka itu beradaptasi dengan norma baru 2018,” tuturnya.

KPU pun ingin melihat petugas KPPS dalam menulis formulir C dan C1. “Apakah ada kekeliruan dalam menuliskannya,” terangnya.

Ia menjelaskan dalam norma baru 2018 ini, pemilih wajib memperlihatkan KTP-Elektronik atau Suket asli kepada KPPS.

Sebanyak 966 TPS di Kota Serang, KPU Kota Serang mewajibkan para pemilih memperlihatkan KTP-E atau Suket asli kepada KPPS. Namun, untuk TPS kuhsus seperti TPS di Lapas dan Rutan, kemungkinan bisa dilakukan tanpa menunjukan KTP-Elektronik dengan izin tertulis dari Panwaslu Kota Serang.

“Warga binaan di rutan biasanya jarang membawa identitas kependudukan,” ungkapnya.

Awal diwajibkannya menunjukan KTP-elektronik kepada petugas KPPS, sejumlah warga sempat protes. Namun, kata Fierly, seiring intensitas sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Serang, masyarakat sudah paham dan mulai menerima norma baru tersebut.

Reporter: Aden Hasanudin
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Tak Ada yang Menang, Pilkada Kota Serang 2018 Draw

PEMERINTAHAN

87 dibaca
Andika Sebut Kepercayaan Publik pada Pemprov Banten Meningkat
223 dibaca
Lantik 223 Pejabat, Bupati Serang Sebut Agar Kinerja Lebih Baik
181 dibaca
Pertama di Indonesia, Inspektorat Kabupaten Serang Integrasikan Dua ISO

POLITIK

3951 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu
846 dibaca
Dukung Prabowo-Sandi, Caleg PBB di Banten Bentuk Pass Lantang
153 dibaca
Debat Capres Bisa untuk Curi Perhatian Rakyat

HUKUM & KRIMINAL

219 dibaca
Mayat Wanita di Cipocok Jaya Ternyata Dibunuh
107 dibaca
Polisi Ringkus Pelaku Curanmor, Penadah dan Pengoplos
333 dibaca
Diduga Otak Pengeroyokan Santri, MH Terancam Dijemput Paksa

PERISTIWA

121 dibaca
Peran Media Penting dalam Sosialisasi Millennial Road Safety Festival
140 dibaca
Gubernur Berikan Bantuan Seragam Sekolah untuk Korban Tsunami

EKONOMI & BISNIS

104 dibaca
Sri Mulyani Jamin Usaha Kecil Digital Bebas Pajak
196 dibaca
Pulihkan Anyer, Pemprov Banten Tinjau Pelarangan Rapat di Hotel
Top