Selasa, 27 Oktober 2020

Syahwat Jimak Disukai Para Nabi dan Orang Saleh

Kamis, 24 Sept 2020 | 20:04 WIB - Mozaik Islami

RASULULLAH Shallallahu alaihi wa sallam menyarankan kepada kaum muslimin untuk menyalurkan syahwatnya dengan cara halal.

Karena ini merupakan cara paling ampuh, agar manusia tidak menginginkan sesuatu yang haram. Dari Ibnu Masud Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jika seorang lelaki melihat wanita cantik yang menarik hatinya, hendaknya dia segera mendatangi istrinya. Karena apa yang ada di istrinya sama seperti yang ada di wanita itu." (HR. Ad-Darimi 2270 dan dishahihkan Husain Salim Asad).

Karena alasan ini, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyebut hubungan badan yang dilakukan pasangan suami istri, sebagai amal soleh yang bernilai sedekah. Sebagaimana ketika itu disalurkan dengan cara yang haram, bisa bernilai dosa. Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Dalam hubungan badan kalian, bernilai sedekah." Mendengar ini, para sahabat bertanya, "Apakah ketika kami melampiaskan syahwatnya (dengan istri), kami akan mendapatkan pahala?" Jawab Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, "Bukankah jika kalian salurkan dengan cara yang haram, kalian mendapatkan dosa?. Seperti itu pula ketika kalian salurkan dengan cara yang halal, kalian akan mendapatkan pahala." (HR. Muslim 2376).

Berdasarkan hadis ini, Imam an-Nawawi menyatakan bahwa menyalurkan syahwat jimak merupakan syahwat yang disukai para nabi dan orang soleh. An-Nawawi menyebutkan beberapa alasan untuk itu. Beliau mengatakan, "Sadari bahwa syahwat jimak adalah syahwat yang disukai para nabi dan orang-orang shalih. Mereka menjelaskan, karena dalam jima terdapat berbagai mashalat agama dan dunia, seperti menundukkan pandangan, meredam syahwat dari zina, mendapatkan keturunan, sehingga dunia semakin makmur, dan memperbanyak jumlah umat islam sampai kiamat. Mereka juga menjelaskan, semua syahwat bisa mengeraskan hati jika disalurkan kecuali syahwat ini. Karena syahwat ini bisa melembutkan hati." (Syarh Arbain an-Nawawi, hlm. 76. Penjelasan hadis ke-25).[lnilahkoran]

Bagikan:

LAINNYA

Mengerikan, 7 Neraka Ini Menanti Manusia
Senin, 26 Okt 2020 | 21:06 WIB
Mengerikan, 7 Neraka Ini Menanti Manusia
Hidup Sederhana Teladani Rasulullah
Minggu, 25 Okt 2020 | 17:28 WIB
Hidup Sederhana Teladani Rasulullah
Rasulullah Pelurus Nurani dan Penyinar Mata Hati
Minggu, 25 Okt 2020 | 14:52 WIB
Rasulullah Pelurus Nurani dan Penyinar Mata Hati

KOMENTAR

Syahwat Jimak Disukai Para Nabi dan Orang Saleh

PEMERINTAHAN

89 dibaca
Libur Panjang, Sekda : Mending Sama Keluarga
124 dibaca
Pemkab Serang Raih Penghargaan 5 Kali Opini WTP dari Kemenkeu

POLITIK

214 dibaca
Ucapan Terima Kasih Warga, Ratu Tatu Dihadiahi Bontot Pontang
276 dibaca
Ciptakan Pilkada Kabupaten Serang Aman Damai Sehat dan sejuk

HUKUM & KRIMINAL

91 dibaca
Dua Residivis Sindikat Curanmor Dibekuk Polisi
171 dibaca
Belum Dapat Untung jadi Pengedar Pil Heximer, Dua Pemuda Ditangkap

PERISTIWA

65 dibaca
Libur Panjang, Polres Serang Terjunkan 143 Personil di Pusat Keramaian
69 dibaca
Sajadah Pengimaman Mesjid Al-Falah Dibakar Diduga ODGJ

EKONOMI & BISNIS

80 dibaca
Waduh, Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik
594 dibaca
Kemendag-Facebook Berdayakan UMKM Indonesia
Top