Sabtu, 26 September 2020

Subhanallah, Kita Lelah Saja Disukai Oleh Allah

[foto ilustrasi]
Sabtu, 18 Jan 2020 | 00:24 WIB - Mozaik Islami

SETIDAKNYA ada delapan (8) kelelahan manusia yang disukai Allah SWT dan RasulNya. Kedelapan kelelahan tersebut adalah :

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika Anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika Anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orangtua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam mencari nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: "Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah."

Rasulullah saw menjawab: "Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya dan kesombongan, maka dia di jalan setan." (Al-Mundziri, At-Targhb wa At-Tarhb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. "Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt."

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan mendidik anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya bingung dan bertanya: "Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?" Dikatakan kepada mereka: "Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Quran kepada anak-anakmu."

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya "gagal" karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda: "Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu."

Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya: "Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna." [lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Nikmat dan Berpahala; Inilah Adab Berjima
Kamis, 24 Sept 2020 | 22:34 WIB
Nikmat dan Berpahala; Inilah Adab Berjima
Syahwat Jimak Disukai Para Nabi dan Orang Saleh
Kamis, 24 Sept 2020 | 20:04 WIB
Syahwat Jimak Disukai Para Nabi dan Orang Saleh
3 Gaya Hubungan Suami-Istri yang Dianjurkan Islam
Kamis, 24 Sept 2020 | 19:44 WIB
3 Gaya Hubungan Suami-Istri yang Dianjurkan Islam

KOMENTAR

Subhanallah, Kita Lelah Saja Disukai Oleh Allah

PEMERINTAHAN

409 dibaca
Pemkab Serang jadi Pilot Project Arsitektur SPBE Nasional
530 dibaca
Jelang Pilkada, Pemkab Serang Antisipasi Konflik Sosial

POLITIK

216 dibaca
Dapat Nomor Urut 1, Tatu-Pandji Siap Tuntaskan Pembangunan
160 dibaca
Terapkan Prokes Covid, KPU Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati dan Wabup Serang
331 dibaca
KPU Tetapkan Dua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Serang

HUKUM & KRIMINAL

37 dibaca
Dua Gadis ABG Digilir Tujuh Pemuda
262 dibaca
Polres Serang Berhasil Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi

PERISTIWA

269 dibaca
Curi Kotak Amal, TSP jadi Bulan-bulanan Warga
436 dibaca
Razia Prokes, Gugus Tugas Kabupaten Serang Sanksi Puluhan Pelanggar

EKONOMI & BISNIS

59 dibaca
Dukung Ketahanan Pangan, Polda Banten PT. IP Budidaya Ikan
Top