Selasa, 23 Juli 2019

Suami Tegas, Istri tak Mau Berjilbab ya Ceraikan

[foto ilustrasi]
Selasa, 25 Jun 2019 | 19:02 WIB - Mozaik Islami

PERTANYAAN tersebut beberapa kali disampaikan umat kepada Syeikh Prod DR Yusuf Qaradhawi. Beliau menjawabnya sebagai berikut:

Adalah kewajiban bagi wanita Muslim untuk mengenakan jilbab (yaitu, menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan, dan kaki menurut beberapa madzhab fiqih).Hal ini secara bulat telah disepakati di kalangan ulama Muslim bahwa tidak halal bagi seorang wanita Muslim untuk memperlihatkan setiap bagian dari tubuhnya selain wajah dan tangan (dan kaki menurut beberapa madzhab fiqih).

Karena itu, haram bagi seorang wanita untuk memperlihatkan rambutnya, atau lengan, atau dada atau kaki kepada laki-laki nonmahram. Mengenakan pakaian yang mengungkapkan bagian tubuh seorang wanita adalah benar-benar dilarang agama.

Seorang suami Muslim berkewajiban menasihati istrinya untuk mengenakan jilbab. Allah Subhanahu wa Taala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim: 6)

Allah Subhanahu wa Taala juga berfirman: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (Thaha: 132)

Seorang istri Muslimah harus mematuhi suami mereka dan mengenakan jilbab. Jika seorang wanita tidak mematuhi suaminya, dalam hal ini suami harus mengambil keputusan yang serius mengenai masalah ini jika mereka masih di awal pernikahan mereka.

Ketika seorang pria Muslim menyarankan pada seorang wanita yang tidak mengenakan jilbab, ia harus menetapkan bahwa dia harus memakainya segera setelah mereka menikah. [Sebagai contoh] dia bisa mengatakan padanya, "Saya adalah seorang Muslim yang berkomitmen. Aku takut Allah Subhanahu wa Taala. Saya tidak ingin tidak mematuhi Dia Yang Maha Tinggi. Yang saya inginkan adalah untuk menyenangkan-Nya. Karena itu, saya tidak bisa menerima bahwa istri saya menjadi mutabarrajah (perempuan yang tabarruj) atau menampilkan pesonanya di depan umum tanpa berkomitmen pada dirinya untuk berpakaian Islam yang benar."

Dengan memperjelas sikapnya dalam hal itu dari awal, tunangannya akan diwajibkan untuk mengenakan jilbab segera setelah mereka menikah.

Perlu dicatat bahwa seorang wanita Muslimah pada prinsipnya wajib memakai jilbab, karena Allah Subhanahu wa Taala telah menetapkannya untuk melakukannya. Suaminya memerintahkan dia untuk memakainya adalah semacam menekankan kewajiban itu.

Seorang pria mungkin menikahi seorang wanita yang tidak memakai jilbab sebelum menikah, tanpa berdiskusi dengannya akan pentingnya memakai jilbab, karena dia (suami) belum menjadi pengikut yang kuat dari ajaran Islam. Kemudian, ketika Allah Subhanahu wa Taala membimbingnya ke jalan yang benar, ia ingin istrinya untuk bertobat bersama dia dan mengenakan jilbab. Jika istri ragu-ragu dalam hal itu, ia mencoba lembut lagi dan lagi sampai ia bisa meyakinkannya, sehingga dia mendapat hidayah ke jalan yang benar juga.

Namun, jika istri tidak taat kepada-Nya dan dia telah kehilangan semua harapan meyakinkan dirinya mengenakan jilbab, ia harus, lebih tepatnya, menceraikannya jika mereka masih di awal kehidupan perkawinan mereka (dan belum memiliki anak). Kehidupannya tidak akan tenteram antara suami yang teguh dalam iman dan seorang istri yang tidak taat kepada-Nya dan tidak peduli untuk menaati Allah Subhanahu wa Taala.

Juga, jika seorang suami mungkin kembali ke jalan yang kebenaran setelah ia telah tinggal dengan istri yang tidak berkomitmen atas dirinya pada pakaian yang tepat untuk wanita selama bertahun-tahun dan telah melahirkan anak-anak darinya. Jika suami kemudian ingin dia mengenakan jilbab, suami mencoba meyakinkan dirinya dengan lembut tentang masalah ini. Namun, jika dia bersikeras tidak mengenakan jilbab, ia tidak menceraikannya sehingga keluarga mereka tidak hancur. Sebaliknya, ia harus bersabar dan mencoba lagi dan lagi untuk menasihatinya. Wallahu alam bish shawab.[lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Waspadalah! Tercabutnya Nikmat Akibat Maksiat
Minggu, 21 Jul 2019 | 21:05 WIB
Waspadalah! Tercabutnya Nikmat Akibat Maksiat
MendekatI Zina, Curhat dengan Suami Orang
Minggu, 21 Jul 2019 | 20:46 WIB
MendekatI Zina, Curhat dengan Suami Orang
Anda Boleh Berbuat Dosa Asal Ada Lima Syarat Ini
Minggu, 21 Jul 2019 | 13:29 WIB
Anda Boleh Berbuat Dosa Asal Ada Lima Syarat Ini

KOMENTAR

Suami Tegas, Istri tak Mau Berjilbab ya Ceraikan

PEMERINTAHAN

633 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1849 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1710 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

829 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1878 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1778 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

2349 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1404 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus
1451 dibaca
Miliki Catatan Kriminalitas, Dua Perampok Asal Malaysia Tak Bisa Dibawa ke Indonesia

PERISTIWA

1822 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1959 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1734 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

377 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
542 dibaca
Inilah Gadis di Balik Uang Digital Facebook
Top