Jumat, 18 Januari 2019

Stroke Masih Menjadi Pembunuh Nomor Satu

[Foto Istimewa]
Jumat, 18 Mei 2018 | 23:40 WIB - Kesehatan Gaya Hidup

lBC, Jakarta - Saat ini, stroke menjadi salah satu pembunuh nomor satu di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menemukan bahwa 25,8 persen masyarakat Indonesia menderita hipertensi. Namun, hanya sepertiga yang terdiagnosa, dan hanya 0,7 persen kasus yang dikontrol dengan obat.

Memperingati Hari Hipertensi Sedunia pada 17 Mei, saat ini, stroke merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, dengan angka kematian 19.79 persen dari total kematian dan tingkat kematian hingga 186,29 per 100.000 orang. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi nomor satu di dunia.

Seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018, Indonesia Stroke Registry, sebuah studi berbasis rumah sakit yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) bekerjasama dengan Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menemukan bahwa hipertensi merupakan faktor resiko stroke terbesar pada 77 persen.

"Tekanan darah yang tinggi akan merusak dinding arteri di seluruh tubuh, pembuluh darah yang rusak akibat hipertensi akan rentan tersumbat dan juga mudah pecah. Sehingga penderita penyakit tekanan darah tinggi akan memiliki risiko yang tinggi terserang stroke baik stroke penyumbatan pembuluh darah (iskemik) atau stroke pecahnya pembuluh darah. Karenanya, sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah untuk menurunkan resiko stroke," kata dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS.

"Pada umumnya hipertensi tidak memiliki gejala yang khas, sehingga banyak orang tidak mengetahui bahwa dia telah menderita hipertensi. Di lain pihak kesadaran masyarakat untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin sangat rendah. Sebagian besar masyarakat baru mengetahui bahwa dia menderita hipertensi setelah terkena penyakit akibat hipertensi. Untuk mencegah penyakit akibat hipertensi sangat diperlukan kesadaran akan pentingnya memeriksakan diri secara rutin dalam rangka deteksi dini," tambahnya.

Masih menurut Dr. Mursyid, pentingnya mengurangi garam dan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran.

"Kita juga sebaiknya menjaga berat badan pada angka ideal dan berolahraga teratur. Untuk mereka yang sudah terkena hipertensi, sebaiknya segera mendapatkan perawatan dan rajin memonitor tekanan darah," paparnya.[lnilahcom]

Redaktur: Didi Rosadi
Bagikan:

LAINNYA

Daun Mimba dapat Dijadikan Obat Tradisional
Rabu, 05 Des 2018 | 11:58 WIB
Daun Mimba dapat Dijadikan Obat Tradisional
Penemuan Dini Kanker Anak Cegah Risiko Kematian
Selasa, 16 Okt 2018 | 22:50 WIB
Penemuan Dini Kanker Anak Cegah Risiko Kematian
LAZ Harfa Rubah 45 Ribu Warga Banten Terapkan PHBS
Selasa, 02 Okt 2018 | 16:35 WIB
LAZ Harfa Rubah 45 Ribu Warga Banten Terapkan PHBS
Kohati Lebak Bantu Randu Penderita Hidrosefalus
Selasa, 25 Sept 2018 | 21:42 WIB
Kohati Lebak Bantu Randu Penderita Hidrosefalus

KOMENTAR

Stroke Masih Menjadi Pembunuh Nomor Satu

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

87 dibaca
Andika Sebut Kepercayaan Publik pada Pemprov Banten Meningkat
223 dibaca
Lantik 223 Pejabat, Bupati Serang Sebut Agar Kinerja Lebih Baik
181 dibaca
Pertama di Indonesia, Inspektorat Kabupaten Serang Integrasikan Dua ISO

POLITIK

3950 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu
845 dibaca
Dukung Prabowo-Sandi, Caleg PBB di Banten Bentuk Pass Lantang
153 dibaca
Debat Capres Bisa untuk Curi Perhatian Rakyat

HUKUM & KRIMINAL

219 dibaca
Mayat Wanita di Cipocok Jaya Ternyata Dibunuh
106 dibaca
Polisi Ringkus Pelaku Curanmor, Penadah dan Pengoplos
332 dibaca
Diduga Otak Pengeroyokan Santri, MH Terancam Dijemput Paksa

PERISTIWA

121 dibaca
Peran Media Penting dalam Sosialisasi Millennial Road Safety Festival
140 dibaca
Gubernur Berikan Bantuan Seragam Sekolah untuk Korban Tsunami

EKONOMI & BISNIS

104 dibaca
Sri Mulyani Jamin Usaha Kecil Digital Bebas Pajak
196 dibaca
Pulihkan Anyer, Pemprov Banten Tinjau Pelarangan Rapat di Hotel
Top