Senin, 27 Januari 2020

Sosok AKBP Asep Dibalik Pengungkapan Deretan Kasus Besar di Banten

Kasubdit Jatanras AKBP Asep Sukandarisman.[Foto: InilahBanten/Haji Imat]
Selasa, 12 Nov 2019 | 18:16 WIB - Serang

lBC, Serang - Pengungkapan kasus kriminal di wilayah hukum Polda Banten mendapat atensi positif dari Kapolda Banten maupun masyarakat di Provinsi Banten. Namun siapa yang tahu, di balik semua itu, ada Kasubdit Jatanras AKBP Asep Sukandarisman yang berperan besar dalam pengungkapan kasus, khususnya kasus pembunuhan.

Dalam catatan ada 12 kasus pembunuhan yang terjadi di beberapa wilayah di Banten dan semua kasus tersebut terungkap. Pertama, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh selingkuhan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, depan kantor BNNP Banten, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, pada 12 Januari 2019 dengan tersangka satu orang.

Kemudian, seorang suami secara sadis menghabisi istrinya di Kampung Cisaat, Telaga Bakti, Desa Curug Goong, Padarincang, Kabupaten Serang pada 15 Mei 2019. Pembunuhan di Jembatan Kali Cibanten, Lingkungan Kaujon, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang pada 30 Juli 2019.

Selanjutnya, pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang pada 13 Agustus 2019. Pembunuhan balita oleh ibu kandungnya di Lingkungan Bentola, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon pada 20 Agustus 2019.

Lainnya, kasus pembunuhan dua orang dalam karung yang ditemukan di dua lokasi pada 7 April 2019 di Kampung Tegal Papak, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang di pesisir pantai Karibea, dan pada 10 April 2019 di Jembatan Muara Sungai Ciseukeut, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Kemudian, perampokan yang menewaskan sopir truk air mineral di Jalan Raya Serang Km 25, Kampung Kosambi, Desa Balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang pada 27 Maret 2019. Pembunuhan korban tumbal pesugihan yang ditemukan membusuk di semak-semak, Kampung Cigereuwek, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak pada 24 Agustus 2019.

Serta pembunuhan sadis terhadap Sawi, seorang gadis Baduy berusia 13 tahun yang terjadi di tengah ladang di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jumat (30/8/2019) lalu yang dilakukan oleh tiga orang pelaku.

AKBP Asep Sukandarusman merupakan sosok anggota Korps Bhayangkara berprestasi yang banyak diteladani oleh junior-juniornya. Kemampuannya bekerja dalam tim untuk mengungkap kasus-kasus besar di Banten membuatnya sangat dikenal dan dihargai oleh anggota kepolisian di Polda Banten.

Apalagi, banyak kasus-kasus yang ditangani tergolong kasus berat, yang merupakan limpahan sejumlah Polres karena mengalami jalan buntu dalam upaya pengungkapan, berhasil dipecahkan berkat kerja kerasnya dalam memimpin Tim Resmob dan Jawara Polda Banten.

Pengalaman yang paling berkesan selama adalah saat melakukan pengungkapan kasus pembunuhan seorang gadis Baduy berusia 13 tahun yang terjadi di tengah ladang di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

"Saat pembunuhan terjadi, saya sedang berada di tanah suci untuk menjalani ibadah haji," ungkap AKBP Asep Sukandarusman.

Disela-sela menjalankan rukun haji, kata Asep, dirinya terus berdoa di Masjidil Haram agar kasus yang menjadi atensi pimpinan ini bisa segera terungkap dan seluruh personil diberikan perlindungan keselamatan. Melalui komunikasi jarak jauh, iapun terus memberikan semangat.

"Alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama, Tim Resmob dan Jawara berhasil menangkap ketiga pelakunya," Kasubdit Jatanras AKBP Asep Sukandarusman saat ditemui di ruangannya.

Mantan Kapolsek Cipanas ini mengatakan, sepak terjang tim Jatanras dalam mengungkap kasus-kasus berat, tidak terlepas dari peran pimpinan atas yaitu Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Pol Novri Turangga dan Wadirreskrimum AKBP Dedi Supriadi dalam memberikan strategi pengungkapan kasus. Tak hanya itu, dukungan dan dorongan keduanya menjadi penyemangat personil di lapangan.

"Jadi intinya, kami bekerja sebagai tim, keberhasilan dalam mengungkap kasus tidak terlepas dari peran pimpinan atas dalam memberikan strategi pengungkapan ataupun dukungan. Kami sebagai personil Subdit Jatanras hanya sebagai pelaksana dari perintah pimpinan atas," tandasnya.

Disisi lain, Asep pun merasa bangga terhadap seluruh personil Tim Resmob dan Jawara yang telah bekerja tidak mengenal lelah dalam menjalankan tugas yang menjadi atensi pimpinan. Bahkan rela meninggalkan isteri dan anak-anak sampai berhari hari lamanya demi menjalankan tugas-tugas Polri sebagai pelayanan masyarakat.

"Saya bangga dengan kegigihan dan keikhlasan personil Resmob dan Jawara dalam mengemban tugas, meski harus meninggalkan keluarga," kata Asep.

Terkait potensi kriminal di wilayah Provinsi Banten, Asep mengimbau masyarakat Banten untuk lebih berhati-hati. Potensi kejahatan di masa ekonomi yang sulit patut diwaspadai dan beberapa kejahatan yang banyak terjadi di Banten yaitu jambret, pencurian, penodongan, perampokan hingga pembunuhan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Banten agar berhati-hati," tandas Asep yang juga mantan Kasat Intelkam Polres Lebak dan Cilegon.

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Sosok AKBP Asep Dibalik Pengungkapan Deretan Kasus Besar di Banten

PEMERINTAHAN

243 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat
344 dibaca
Lantik 277 Pejabat, Bupati Serang Minta Pemerintah Kecamatan Siaga Bencana

POLITIK

107 dibaca
Juni, KPU Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup Serang
209 dibaca
Puji Program Infrastruktur, Tatu Direkomendasikan ke DPP Berkarya

HUKUM & KRIMINAL

186 dibaca
Bosan Pelayanan Istri, Kakek di Pandeglang Cabuli 2 Bocah
255 dibaca
Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pedagang Pakaian Ditangkap

PERISTIWA

280 dibaca
Banjir, Ratusan Rumah di Kecamatan Kasemen Terendam
482 dibaca
Tak Mampu Penuhi Mahar Janda Idamannya, Pria Ini Tewas Gantung

EKONOMI & BISNIS

219 dibaca
Andika: Banten Siap Dukung Kebijakan Strategis OJK
160 dibaca
Produksi Pertanian Surplus, Bupati Serang Kampanyekan Beras Jaseng
Top