Senin, 23 September 2019

Soal Pemilu, 108 Purnawirawan TNI-Polri: Kedaulatan Rakyat Dirampas

[Foto Viva]
Senin, 20 Mei 2019 | 21:01 WIB - Nasional

lBC, Jakarta – Sebanyak 108 purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa menyatakan berada di pihak rakyat, yang hak kedaulatannya sedang diselewengkan.

Ketua Acara Front Kedaulatan Bangsa, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto mengatakan, saat ini bangsa dan negara sedang mengalami kondisi politik yang tidak stabil. Sebab, hak kedaulatan rakyat dalam kehidupan demokrasi dirampas.

"Bagaikan Ibu pertiwi yang sedang diperkosa. Dengan terjadinya kecurangan Pemilu 2019 yang terstruktur, sistematis, dan massif, ditambah dengan keadaan ekonomi yang sangat membebani rakyat yang dapat melumpuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Tyasno saat konferensi pers di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menyerukan seluruh masyarakat bersama dalam semangat kebangkitan nasional untuk menyelamatkan kedaulatan negara dan masa depan bangsa Indonesia, dari bahaya konflik suku, agama, golongan yang dapat memicu disintegrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Tyasno juga mengajak para purnawirawan TNI-Polri tetap konsisten sebagai patriot bangsa, yang bertaqwa bagi Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan dalam kondisi damai maupun genting, demi bangsa dan negara. 

"Kita harus selalu bersama dan berpihak kepada rakyat yang sekarang ini hak kedaulatannya sedang diselewengkan. Kami sebagai generasi pendahulu, berpesan kepada prajurit TNI- Polri saat ini bahwa kita adalah anak kandung rakyat Indonesia yang selalu dituntut membela rakyat, untuk memperjuangkan hak kedaulatannya," kata Tyasno.

Menurut mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) itu, ini saatnya TNI menunjukkan pada rakyat jati diri sebagai Tentara Rakyat dan Polri sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat. Ia mengingatkan pesan moral 8 Wajib TNI dan Polri untuk tidak sekali-kali merugikan rakyat dan tidak sekali-kali menakuti, serta menyakiti hati rakyat.

"Secara khusus kami sampaikan kepada pihak-pihak tertentu, agar tidak memanfaatkan Pemilu 2019 untuk keuntungan dan kepentingan diri sendiri serta kelompoknya. Karena rakyat Indonesia semakin cerdas dan mengetahui apa yang sesungguhnya sedang terjadi," kata Tyasno.[Viva]

Bagikan:

LAINNYA

Andika Minta Dukungan Perbankan ke Agribisnis
Minggu, 22 Sept 2019 | 17:01 WIB
Andika Minta Dukungan Perbankan ke Agribisnis
DPR Target Sahkan RUU KUHP 26 September 2019
Senin, 09 Sept 2019 | 20:57 WIB
DPR Target Sahkan RUU KUHP 26 September 2019

KOMENTAR

Soal Pemilu, 108 Purnawirawan TNI-Polri: Kedaulatan Rakyat Dirampas

PEMERINTAHAN

265 dibaca
Tatu Lantik Ratusan Pejabat Pemkab Serang
213 dibaca
Bangun 28 Gedung OPD di Puspemkab Serang Butuh Dana Rp300 M
242 dibaca
Bangun Gedung Puspemkab, Pemprov Siap Kucurkan Bankeu

POLITIK

196 dibaca
Kembalikan Formulir Balon Bupati Serang, Tatu Optimis Diusung PDIP
894 dibaca
Pilkada Serang 2020, Tatu Berharap dapat Dukungan Partai Lain
1205 dibaca
Pilkada Serang 2020, Tatu-Pandji Kembali Maju jadi Balon Bupati dan Wabup

HUKUM & KRIMINAL

103 dibaca
Ungkap Sindikat Curanmor, Resmob Tangkap 4 Pelaku dan Penadah
144 dibaca
Wanita Paruh Baya Berhasil Menangkap Maling
102 dibaca
Jual Obat-obatan Terlarang, MY Ditangkap Polisi AB DPO

PERISTIWA

132 dibaca
Kapolres Serang Imbau Calon Kades Kalah Harus Terima
950 dibaca
Duuh, Sepasang Kekasih di Cikande Dipaksa Preman Lepas Pakaian

EKONOMI & BISNIS

341 dibaca
Geram, Bupati Serang Ancam Sanksi Perusahaan yang Abaikan CSR
285 dibaca
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Andika Kunjungi Bank bjb Banten
Top