Sabtu, 18 Januari 2020

Soal Aset, Bupati Serang Tegaskan Gubernur Tidak Perlu Mediasi

Selasa, 03 Des 2019 | 21:06 WIB - Serang Pemerintahan

lBC, Serang - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menegaskan tidak perlu adanya mediasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang akan difasilitasi oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Mediasi tersebut persoalan pelimpahan aset.

"Soal aset sebetulnya tidak ada persoalan, dari pengalihan aset bukan berarti belum ada pengalihan aset. Pengalihan (aset) sudah dua, tiga tahap diberikan ke Pemkot Serang dan itu didampingi oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Banten),"ujar Tatu menjawab pertanyaan soal rencana mediasi usai menghadiri Peringatan Maulid Nabi SAW yang digelar Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Baros di Lapangan Desa Sukamanah pada Selasa, 3 Desember 2019.

Sambungnya, jika saat ini ada aset yang diminta oleh Pemkot Serang belum diberikan oleh Pemkab Serang karena masih digunakan untuk pelayanan kepada masyarakat. Maka, bukan berarti tidak adanya komunikasi antara Pemkot Serang dan Pemkab Serang dalam hal ini Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wali Kota Serang, Syafrudin.

"Tidak perlu di mediasi (Gubernur Banten), karena saya juga dengan Pak Wali Kota sudah berkomunikasi dengan baik. Hanya saja persoalannya kalau ini (aset) diserahkan Pemda Serang tidak punya kantor kan jadi sama terganggu (pelayanannya),"katanya.

Sekarang misalnya, Tatu mencontohkan aset yang saat ini masih digunakan oleh Pemkab Serang dan diserahkan kepada Pemkot Serang akhirnya Pemkab Serang yang tidak memiliki kantor sama saja moderat. "Sering sekali saya sampaikan aset yang masih dugunakan (Pemkab Serang) buat pelayanan kepada masyarakat, bukan kepentingan pribadi,"tegas Tatu.

Tatu yang mengenakan baju gamis dipadu kerudung putih ini kembali menegaskan, persoalan aset ini direncanakan akan dimediasi oleh Gubernur Banten Wahidin Halim bukan berarti antara Pemkab dan Pemkot Serang tidak bisa komunikasi.

"Bukan itu persoalannya. Serah terima aset itu sudah berjalan, silahkan tanyakan ke BPK berapa aset yang sudah diserahkan sejak zaman bupati periode sebelumnya sudah diserahkan,”tandasnya.

Meski diserahkan aset secara bertahap, jelas Bupati perempuan pertama di Kabupaten Serang ini tidak semua aset milik Pemkab Serang diserahkan seluruhnya kepada Pemkot Serang. Diantaranya Pendopo Bupati dan RSUD dr Drajat Prawiranegara yang bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) akan tetap aset milik Pemkab Serang.

"Jadi begini logikanya, apa iya serah terima aset harus semua diserahkan, berarti di neraca Pemkab Serang asetnya nol kan, gak mungkin juga. Menurut saya gak mungkin. Masa ada pemekaran (wilayah) aset diserahkan daerah induk tidak punya aset lagi, gak mungkin,”tukasnya.

"Jadi aset yang di serahkan ke Pemkot Serang sudah tidak digunakan Pemkab Serang. Kalau masih digunakan diserahkan moderat dong pemkab tidak punya kantor. Berarti kita harus pengadaan kantor, nanti anggaran untuk masyarakat berkurang,”terangnya.

Oleh karena itu, pastinya ada aset yang masih tetap milik Pemkab Serang meski berada di wilayah Kota Serang. Terlebih, aset berupa gedung misalnya mempunyai nilai ekonomisnya yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bisa menghasilkan PAD.

"Pasti Pemkab Serang berhitung, oh sumber ini bisa jadi sumber PAD. Jadi ini kesepakatan internal pemda nya untuk membangun Kabupaten Serang dari segala sisi mendapatkan PAD. Misalnya pariwisata apalagi yang bisa di ambil bersumber PAD. Intinya kalau gedung bisa di bisniskan dikelola untuk PAD,”papar Tatu.

Diketahui Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyambut rencana Gubernur Banten Wahidin Halim yang akan memediasi pelimpahan aset antara pemkot dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Sebab, Pemkot Serang masih kekurangan aset, terutama gedung perkantoran.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Soal Aset, Bupati Serang Tegaskan Gubernur Tidak Perlu Mediasi
x.ackd

PEMERINTAHAN

226 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat
315 dibaca
Lantik 277 Pejabat, Bupati Serang Minta Pemerintah Kecamatan Siaga Bencana

POLITIK

379 dibaca
KPU Kabupaten Serang Buka Pendaftaran Calon Anggota PPK
192 dibaca
Sekda Kabupaten Serang: Kita Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada

HUKUM & KRIMINAL

73 dibaca
Cabuli Anak Tiri Warga Kelurahan Unyur Diamankan Polisi

PERISTIWA

388 dibaca
Tak Mampu Penuhi Mahar Janda Idamannya, Pria Ini Tewas Gantung

EKONOMI & BISNIS

141 dibaca
Andika: Banten Siap Dukung Kebijakan Strategis OJK
Top