Jumat, 18 Januari 2019

Smart City Kangge Wong Cilik Hadir di Kota Serang

Wakil Walikota Serang Sulhi Choir Meletakan atu Pertama Perumahan Griya Kartika Indah, Taktakan, Kota Serang pada Jumat, 18 Mei 2018.[Foto: Aden Hasanudin/lnilahBanten]
Jumat, 18 Mei 2018 | 21:44 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

lBC, Serang – Perumahan Griya Kartika Indah Serang dengan konsep Smart City Kangge Wong Cilik hadir di Kota Serang. Perumahan ini pun akan difasilitasi kloset duduk bagi penghuni rumah tersebut.

Hal itu diungkapkan Direktur PT. Akar Kaniis Indonesia, Sanurdiwati usai Launching dan Peletakan Batu Pertama Perumahan Griya Kartika Indah, Taktakan, Kota Serang pada Jumat, 18 Mei 2018.

Jelas dia, konsep smart city ini baru pertama kali diterapkan untuk rumah bersubsidi. Biasanya, konsep smart home dikenal hanya bagi masyarakat menengah ke atas. “Kami mencoba merealisasikan konsepSmart City bagi kalangan menengah ke bawah,” ujarnya.

Sanurdiwati juga menjelaskan, bahwa pihaknya akan membangun 720 unit rumah bersubsidi type 30 dengan harga Rp131 juta. Katanya, rumah tersebut bisa dicicil Rp800 ribu per bulan. “Rumah smart city ini bukan hanya suami saja yang bisa membayar tapi istri pun bisa membayar,” terangnya.

Ia menegaskan akan memprioritaskan rumah bersubsidi bagi kalangan menengah ke bawah. “Kami targetkan 720 unit, nanti ada area pengembangan 30 hektare. Kami akan plot pertama 16 ruko, area komersial 44 unit dan sisanya rumah subsisdi,” ungkapnya. Seraya memastikan, pihaknya juga menyiapkan bagi rumah subsidi menggunakan korset duduk, semuanya.

Direktur Operasional PT. Akar Kaniis Indonesia Muhamad Yusup menjelaskan rumah subsidi ini akan berkonsep smart city. Kata dia, smart home yang diterapkan pun akan menggunakan kunci kartu yang terintegrasi.

“Kami juga menyediakan rumah subsidi untuk  pedagang bakso dan penghuni ibu-ibu non skill akan kami buat pelatihan home industy, sehingga bukan hanya suaminya saja yang bisa membayar, melainkan istrinya pun bisa membayar, karena mendapat penghasilan,” paparnya. 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Tentang Rumah subsidi ini, sambungnya, bahwa  rumah subsidi ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dengan gaji pokok di bawah 4 juta yang harus disertai surat keterangan tidak memiliki rumah dari Kelurahan.

"Jika tiga bulan oleh PUPR dikontrol ke lapangan rumahnya tidak diisi, maka akan dipasang stiker. Subsidinya dicabut,” pungkasnya.

Wakil Walikota Serang Sulhi Choir mengatakan, di dalam melaksanakan niat yaitu membangun kesejahteraan masyarakat kurang mampu, patut bersyukur dengan hadirnya perumahan bersubsidi di Kota Serang.

"Perumahan bersudsidi ini akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Saya yakin perumahan ini akan menambah ramainya daerah ini dan akan menambah hidupnya suasana Kecamatan Taktakan,” kata dia.

"Taktakan ini tempat tinggal seperti puncak, udaranya masih dingin, kemudian alam sekitarnya masih asri. Pohonnya harus dipertahankan supaya asri. Diharapkan menjadi perumahan percontohan masyarakat yang bebas narkoba,” tandasnya.

Reporter: Aden Hasanudin
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Smart City Kangge Wong Cilik Hadir di Kota Serang

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

87 dibaca
Andika Sebut Kepercayaan Publik pada Pemprov Banten Meningkat
223 dibaca
Lantik 223 Pejabat, Bupati Serang Sebut Agar Kinerja Lebih Baik
181 dibaca
Pertama di Indonesia, Inspektorat Kabupaten Serang Integrasikan Dua ISO

POLITIK

3952 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu
847 dibaca
Dukung Prabowo-Sandi, Caleg PBB di Banten Bentuk Pass Lantang
153 dibaca
Debat Capres Bisa untuk Curi Perhatian Rakyat

HUKUM & KRIMINAL

219 dibaca
Mayat Wanita di Cipocok Jaya Ternyata Dibunuh
107 dibaca
Polisi Ringkus Pelaku Curanmor, Penadah dan Pengoplos
333 dibaca
Diduga Otak Pengeroyokan Santri, MH Terancam Dijemput Paksa

PERISTIWA

125 dibaca
Peran Media Penting dalam Sosialisasi Millennial Road Safety Festival
140 dibaca
Gubernur Berikan Bantuan Seragam Sekolah untuk Korban Tsunami

EKONOMI & BISNIS

105 dibaca
Sri Mulyani Jamin Usaha Kecil Digital Bebas Pajak
197 dibaca
Pulihkan Anyer, Pemprov Banten Tinjau Pelarangan Rapat di Hotel
Top