Selasa, 23 Juli 2019

Siap-siap, Buzzer Medsos Kampanye di Masa Tenang Bakal Dipidana

Ketua Badan Pengawas Pemilu, Abhan-[Foto istimewa]
Sabtu, 13 Apr 2019 | 20:47 WIB - Teknologi

lBC, Jakarta - Bawaslu dan Kemenkominfo melarang iklan kampanye di ranah publik dan siber selama masa tenang. Platform media sosial akan diawasi agar tidak terjadi pelanggaran.

Akan ada dua sanksi yang diberikan bagi pelanggar di masa tenang. Ketua Badan Pengawas Pemilu, Abhan, mengatakan bahwa sanksi bukan hanya untuk peserta pemilu, tapi juga setiap orang yang melanggar aturan larangan kampanye di masa tersebut.

"Bisa pidana, masuk kategori di luar jadwal karena sudah kemarin. Kalau ada sebuah kegiatan yang kami kategorikan kampanye itu bagian dari kampanye di luar jadwal yang sudah dikeluarkan. Itu bisa sanksi pidana," ujarnya di kantor Bawaslu, Jakarta, 13 April 2019. 

Selain sanksi pidana, bakal ada sanksi administrasi. Jika terjadi di media sosial, sanksi ini antara lain berupa take down konten yang di-posting

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, menjelaskan ada dua fenomena yang terjadi di media sosial. Pertama mengenai konten seperti mengunggah berita bohong di platform. Ada juga behaviour, di mana pengguna mengunggah sesuatu secara berlebihan. 

"Mem-posting sesuatu berlebihan itu bagian dari buzzer. Sedangkan masa ini adalah masa tenang," kata Fritz. 

Dia menjelaskan bahwa menyebarkan informasi secara masif tentang peserta pemilu dimasukkan dalam kategori kampanye. Aksi itu dianggap bisa memaksa suatu hal yang bisa menguntungkan atau merugikan orang lain.

"Platform juga bisa melihat pola tidak wajar dari penggunanya," ujar Fritz. "Satu akun misalnya akun Fritz biasanya diam saja kok tiba-tiba tanggal 14 ramai, terus kan terdeteksi ada gerakan untuk menyebarkan post untuk orang lain," dia menjelaskan.[Viva]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Siap-siap, Buzzer Medsos Kampanye di Masa Tenang Bakal Dipidana

PEMERINTAHAN

697 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1849 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1712 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

893 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1939 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1780 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

110 dibaca
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Alami Peningkatan
2414 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1466 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus

PERISTIWA

1882 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1959 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1735 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

72 dibaca
Capai Target, Investasi di Kabupaten Serang Serap 1.152 Tenaga Kerja
439 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
Top