Senin, 18 Januari 2021

Serbu Areal PT. Mayora, Warga Bakar Gudang dan Beko

Kondisi beko usai dibakar pengunjukrasa. (foto Ist)
Senin, 06 Feb 2017 | 21:57 WIB - Pandeglang Peristiwa

IB, Pandeglang--Ratusan warga yang diduga warga Kecamatan Baros, Kabuapten Serang ngamuk di arela pabrik pengolahan air kemasan PT Mayora, di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang pada Senin, 6 Februari 2017. Dalam insiden keributan ini, sejumlah fasilitas perusahan dirusak, termasuk diantaranya gudang dan kendaraan beko dibakar. Tak ada korban jiwa dalam keributan ini, petugas gabungan Polres Pandeglang, Polres Serang Kota dan Brimobda Banten telah mengamankan lokasi keributan.

Diperoleh keterangan, aksi anarkis ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Diketahui sebelumnya, massa berniat menemui Bupati Pendeglang Irna Narulita untuk beraudensi soal aktifitas pabrik pengolahan air kemasan oleh PT Mayora. Sesampai di Pendopo Bupati Pandeglang, massa dengan sabar menunggu diterima Bupati.

Bupati Irna Narulita nampak belum berkenan untuk menemui warga Baros, sehingga warga akhirnya bergerak ke lokasi pabrik PT Mayora. Setiba di lokasi puluhan personil Polres Pandeglang ternyata sudah melakukan pengaman di gerbang perusahaan. Karena tak diijinkan masuk sempat terjadi aksi dorong. Namun karena jumlah massa yang begitu banyak, petugas kewalahan menghadapi desakan massa untuk masuk ke areal perusahaan.

Secara bersamaan, warga berhasil merobohkan gerbang perusahaan. Setelah berhasil masuk halaman, massa terus merengsek ke dalam gedung. Didalam gedung ada tujuh karyawan dan berhasil diamankan petugas dari amukan massa. Meski demikian, massa terus merengsek dan mengobrak-abrik gudang perusahan dan membakarnya.

Tak puas sampai disitu, massa yang kesal bahkan melemparkan bom molotov hingga menyebabkan kendaraan beko yang terpakir di halaman terbakar. Bahkan massa sempat melarang wartawan untuk meliput. Aksi massa baru bisa dihentikan setelah penambahan personil kepolisian tiba di lokasi. Massa berhasil dibubarkan dan saat ini petugas masih mengamankan lokasi keributan.

Seperti diketahui, pabrik pengemasan air mineral PT Mayora ini berdiri di atas tanah seluas 75 hektare, 50 hektare berada di wilayah Kabupaten Pandeglang, sedangkan 25 hektare di Kabupaten Serang. Dalam perjalanan, PT Mayora akhirnya mendapatkan ijin usaha dari Pemkab Pandeglang, sedangkan Pemkab Serang belum mengeluarkan ijin disebabkan adanya penolakan dari warga Kecamatan Baros.

Warga beranggapan berdirinya pabrik pengolahan air mineral akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Tidak hanya itu, dampak dari penjualan air oleh pihak swasta ini dikhawatirkan akan merugikan warga yang sebagian besar adalah petani.

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Puluhan Ribu Mangrove Mulai Ditanam KSB dan Tagana
Minggu, 17 Jan 2021 | 18:14 WIB
Puluhan Ribu Mangrove Mulai Ditanam KSB dan Tagana
Siapkan Rumah Singgah untuk Warga Pandeglang
Sabtu, 16 Jan 2021 | 16:44 WIB
Siapkan Rumah Singgah untuk Warga Pandeglang
Usai Divaksin, Irna Harap jadi Solusi Terbaik
Kamis, 14 Jan 2021 | 22:51 WIB
Usai Divaksin, Irna Harap jadi Solusi Terbaik
22 Ribu Kouta PTSL di Pandeglang Tak Tercapai
Kamis, 14 Jan 2021 | 10:51 WIB
22 Ribu Kouta PTSL di Pandeglang Tak Tercapai

KOMENTAR

Serbu Areal PT. Mayora, Warga Bakar Gudang dan Beko

INILAH BANTEN

86 dibaca
HPN 2021 SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi
199 dibaca
Kapolda: Jadilah Polisi yang Empati, Mengayomi dan Dekat Dengan Rakyat

INILAH SERANG

47 dibaca
Bupati Tatu Beberkan Reaksi Pasca Divaksin
131 dibaca
Lakalantas Dua Truk di Tol Tangerang-Merak, Satu Meninggal Dunia

HUKUM & KRIMINAL

30 dibaca
Arief Budiman Diberhentikan, Ilham Jadi plt
130 dibaca
Jokowi Minta Aparat Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM soal FPI

POLITIK

30 dibaca
Arief Budiman Diberhentikan, Ilham Jadi plt
139 dibaca
Partisipasi Masyarakat di Pilkades Diprediksi Tinggi

PENDIDIKAN

112 dibaca
Nadiem Makarim Bicara Korban Sriwijaya Air
254 dibaca
Tenaga Pengajar Berstatus ASN di Pandeglang Masih Minim
Top